Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
berterimakasih


__ADS_3

.


.


.


20 Pria memanjat, melompat, mengendap-ngendap ke Kastil Diana.


beberapa kali mereka mencari dengan hati-hati tapi tidak ada Putri Diana yang menjadi target untuk dihabisi malam ini.


yang jelas mereka seperti masuk ke Rumah yang tidak berpenghuni pasti mengecewakan Elizia nanti karna Elizia harus menjual perhiasannya, jika gagal uangnya tidak akan kembali.


pagi-pagi di Kamar Cashel,


Cashel memandang Diana yang tertidur menggenggam tangannya seketika Cashel teringat Diana rindu kasih sayang Ibu, tangan Cashel terangkat dan mengeluarkan cahaya masuk ke pikiran Diana.


"aku hanya bisa mempertemukanmu dengan Ibumu dialam mimpi sayang". bisik Cashel menyunggingkan senyumnya sambil menyibakkan rambut Diana dan mengelus pipi Diana.


Cashel ikut tersenyum melihat wajah Diana seketika berubah seolah bahagia baru bertemu dengan orang yang sangat dicintai setelah berpisah sangat lama, Cashel bisa menebak jika Diana sudah bertemu dengan Ibu kandungnya dialam mimpi.


"bermainlah sayang". bisik Cashel mengecup lama kening Diana lalu bangkit membiarkan kekasihnya terbuai dalam mimpi.


.


Cashel sedang didapur dan melihat Irina yang bersiap akan menjemur pakaian Lionel, Irina melihat Cashel pun meletakkan semua itu dan berlari ke Cashel lalu mengadu pada Cashel apakah Cashel tidak sengaja melemparnya ke Lionel.


Cashel tersenyum miring, "aku tidak sengaja..! aku buru-buru saat itu". jawabnya tenang.


"Tuan? tolong katakan pada Tuan Lionel untuk tidak menahan saya, saya tidak bisa kembali ke Nona kalau begini terus Tuan". Irina tampak menyedihkan memelas pada Cashel.


"apa dia melukaimu?". tanya Cashel.


Irina menggeleng hanya saja Ia merasa jantungnya tidak aman jika terus-terusan berdekatan dengan Lionel, kejujuran Irina membuat Cashel menahan kedutan bibirnya sekuat tenaga pasti Lionel suka dengan hal itu.


"saya mau bersama Nona saja Tuan". ujar Irina lagi.


Cashel menyunggingkan senyumnya, "Diana sedang ada dikamarku". kata Cashel.


Irina membelalak lalu hendak berlari ke Kamar Cashel tapi kekuatan Cashel menahan tubuh Irina yang sudah sangat merindukan Diana.


"Tuan?". Irina tidak mengerti mengapa Cashel melarangnya bertemu Diana.


Cashel menceritakan alasannya dengan jelas dan singkat hingga Irina berkaca-kaca lalu mengangguk patuh tidak akan mengganggu tidur Diana.

__ADS_1


"hmm..! aku harus pergi menemui seseorang". kata Cashel lalu menghilang dari pandangan Irina.


Irina melihat ke arah Kamar Cashel lalu menghapus air mata nya yang menetes, "Nona pasti bahagia sekali bisa bertemu dengan Ratu terdahulu".


Irina kembali mengerjakan tugasnya sebagai Pelayan pribadi Lionel karna kesalahan saat itu membuat Irina harus mengurus keperluan Lionel seperti seorang Pelayan saja padahal Lionel hanya ingin dekat-dekat dengan Irina saja untuk cepat mendapatkan hatinya.


Cashel muncul di Kastil (Kamar Diana),


pandangannya mengedar melihat sekeliling Kamar Diana yang terlihat berantakan.


"seperti Ular Kepala 3 itu belum berubah padahal sudah kehilangan ekor Rubahnya ckk..! tidak ada gunanya dia hidup". gerutu Cashel.


Cashel tau malam tadi Diana sedang diincar oleh Orang-orang itu, maka nya Cashel membawa Diana ke Kontrakannya.


Cashel bergerak cepat dalam waktu 2 Jam kemudian, Ia berhasil mendapatkan bukti kuat menjatuhkan Elizia tapi tidak diberi ke Bart melainkan ke Publik.


Cashel tersenyum puas melihat komentar Publik yang langsung menyerang (komentar) Elizia habis-habisan, Bart yang bergerak perlahan-lahan seketika langsung diberi jalan pintas menghancurkan Elizia.


"mari kita lihat kondisi Ular kepala 3 itu". seringai Cashel lalu menghilang dan muncul di Kamar Elizia tanpa wujud.


Elizia bersenandung senang sepertinya Elizia belum tau bahwa dirinya tengah jadi pembicaraan publik, Cashel tersenyum miring.


"dia belum tau ya?". Cashel bersidakap dada menunggu reaksi Elizia saat tau kebusukannya terbongkar.


20 Komplotan penjahat yang Elizia bayar malam itu dalam waktu beberapa puluh menit sudah di jatuhkan Cashel, dalam keadaan babak belur Cashel meminta mereka menceritakan kebenarannya lewat rekaman Vidio kalau tidak bisa maka Cashel hanguskan komplotan Elit mereka tanpa tersisa.


Elizia terlonjak kaget menjatuhkan sisirnya lalu memaki Pelayan itu bahkan mengambil cambuknya akan melukai Pelayannya itu, namun mendengar penjelasan Pelayannya yang bergetar membuatnya merebut ponsel Pelayan itu dengan cepat.


"ke.. kenapa bisa begini?". Elizia tergagap melihat segala bukti kejahatannya terpampang nyata di media.


"aaaahhh".


Elizia menjerit histeris melempar ponsel pelayannya ke Kaca hingga pecah, Si Pelayan setia cepat berlari keluar dari Kamar Elizia sebelum terkena cambuknya tanpa peduli ponselnya yang dihancurkan Elizia.


Cashel terkejut melihat Elizia mencambuk seisi kamarnya sampai berantakan dan berteriak seperti orang gila memaki Diana, semua yang terjadi pada Elizia adalah kesalahan Diana.


"benar-benar tidak punya otak..! sekalian saja otaknya aku hanguskan". batin Cashel menjentikkan tangannya hingga sebuah cahaya masuk ke pikiran Elizia.


Elizia terdiam seketika lalu tiba-tiba saja Elizia tertawa terbahak-bahak namun Cashel bukannya merasa bersalah malah tersenyum puas.


"rasakan hadiah dariku..! kau akan gila lalu digantung dalam keadaan gila". kata Cashel dingin dan menghilang dari Kamar Elizia.


.

__ADS_1


Cashel kembali ke Kontrakannya,


Irina terkejut melihat kedatangan Cashel, "T. Tuan?".


"hmm". sahut Cashel lalu melenggang pergi meninggalkan Irina ke Dapurnya bersiap membuat makanan untuknya sebab perutnya minta diisi.


"Irinaaa?". teriak Lionel membuat Cashel dan Irina menoleh dengan wajah tak senang.


Lionel terkejut saat sebuah pisau melayang ke arahnya dengan cepat Lionel mengelak hingga Pisau itu menancap di dinding tangga Lionel.


"Putri Diana sedang tidur kecilkan suaramu itu". batin Cashel.


Lionel berdecih lalu melihat ke Irina yang menatap kesal padanya, Lionel merasa sedang melakukan kesalahan besar akhirnya diam tanpa tau apa masalah mereka, masa iya masalahnya hanya karna Diana tidur.


beberapa saat kemudian,


"Diana?". Lionel melihat Diana keluar dari Kamar Cashel dengan mata berkaca-kaca.


Irina dan Cashel menoleh ke Diana lalu menatap sengit ke Lionel yang akhirnya baru tau alasan mereka marah pada Lionel lewat pikiran Irina, ternyata Cashel membuat Diana bertemu dengan Ibu nya di alam mimpi.


"Cashel?". Diana berjalan cepat ke arah Cashel yang juga mendekati Diana menyibakkan rambut panjang kekasihnya.


"kenapa sayang? apa pertemuanmu dengan ibundamu menyenangkan?". tanya Cashel.


Diana langsung memeluk Cashel bibir mungilnya selalu mengucapkan terimakasih pada Cashel yang membuatnya bisa bertemu dengan Ibunya.


Lionel nyengir ke Irina yang buang muka pada Lionel dengan kesal, entah mengapa Irina bisa begitu berani pada Lionel yang selalu membuat jantungnya berdebar tidak normal padahal mereka berdua tidak akan bersatu karna perbedaan status.


"ayo kita pergi!". Lionel membawa Irina yang meronta-ronta tapi Lionel mudah saja membawa Irina menghilang dari sana entah kemana tujuan Lionel.


Cashel melepaskan pelukannya dengan Diana lalu mencium mata Diana yang masih saja menangis bahagia bisa melihat Ibu nya dengan jelas walau hanya dialam mimpi.


"sudah ya? apa Ibumu memarahimu?". tanya Cashel dan Diana mengangguk pelan sambil memegang lengan Cashel yang menangkup mesra pipinya.


"tapi Ibundaku bahagia aku berubah dan bertemu dengan bulan merahku". kata Diana berkaca-kaca.


Cashel menghela nafas lalu memeluk Diana yang suka sekali menangis, Cashel tidak habis fikir mengapa Diana suka sekali menangis disaat bahagia bahkan sampai sesegukan.


"jangan menangis sayang..! aku tidak tau cara menghibur gadis yang menangis dengan mata berbinar bahagia sepertimu". bisik Cashel dengan lembut.


Diana malah makin erat memeluk Cashel namun bibirnya tak juga berhenti mengucapkan terimakasih pada Cashel.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2