
.
.
.
Diana sudah cukup lelah memesan semua belanjaannya begitu juga Eka yang sudah gajian dari Cashel, bisa dikatakan gajinya lebih besar dari sebelum bekerja dengan Diana.
tok.. tok.. tok..
Eka dengan cepat berdiri berlari ke arah pintu dan membukakan pintu untuk yang mengetuk ternyata semua pesan makanan Diana ke Cashel telah datang diantar sementara Cashel malah kerja tidak mau mengganggu Istrinya yang lagi sibuk belanja Online.
"Eka? siapa?." tanya Diana berteriak.
"Makanan Nona?." jawab Eka.
mendengar kata makanan Diana berbinar seketika, "cepat bawa masuk kesini." teriaknya tak sabar.
Para pelayan mansion buru-buru mengantarkan makanan Diana serta disajikan di meja belum sempat mengeluarkan isinya Diana sudah meminta mereka pergi, mereka pun keluar tanpa membantah hanya Eka saja yang tersisa.
"aku sudah lapar." gumam Diana tersenyum cerah.
.
setelah makan, Eka sampai ternganga melihat semua yang dibelikan Cashel habis tanpa tersisa.
"Nona tidak boleh makan terlalu banyak nanti bayinya sesak." omel Eka.
Diana mengelus perutnya, "justru dia yang mau maka nya aku makan banyak Eka."
Eka tidak mengerti tapi Diana hanya minta Eka buruan menikah dan punya anak biar merasakan masa kehamilan setiap perempuan itu berbeda-beda dengan keistimewaan masing-masing.
Eka mengerucutkan bibirnya mendengar sindiran serta godaan Diana, "Nona saya masih mau mengurus bayi Nona, lagian saya masih kecil."
"iya kecil-kecil udah bisa mengandung." tawa Diana.
makin maju saja bibir Eka tapi tidak marah juga karna sudah biasa di goda oleh Diana, Diana bukan pemarah ataupun pencambuk para pelayannya tapi malah menggoda serta mengancam saja.
.
malam hari,
"dimana kak Cashel mu by?." tanya Diana mendekati Bubby yang sedang duduk di sofa makan cemilan juga bermain game.
"oh..! itu tadi sedang di Ruangan Kerjanya Kak, ada apa?." tanya Bubby balik.
"sama siapa?." tanya Diana ikut duduk.
__ADS_1
Bubby terdiam beberapa saat lalu tersenyum manis, "ada baiknya aku buat kak Cashel diomeli hahahaha." batin Bubby dengan usil.
"sama Eren Kak." jawab Bubby tersenyum tak berdosa.
Diana seketika membulatkan matanya, "E.. Eren? sebenarnya apa pekerjaannya? kenapa bisa bersama Cashel? bukannya dia seorang model?."
Bubby mengangkat bahunya, "dia orang kak Cashel tentu saja menuruti Kak Cashel walaupun dia seorang Presiden sekalipun." jawab Bubby.
"sama siapa?." tanya Diana.
"mereka berdua saja." jawab Bubby tanpa beban.
Diana menekuk kedua alisnya sedangkan Eka menelan salivanya bersusah payah, Ia berpikir yang tidak-tidak lalu Bubby langsung melihat ke arah Eka karna mendengar pikirannya itu.
Eka terbelalak namun melihat Bubby mengedipkan matanya, Eka segera menunduk karna langsung tau Diana sedang dikerjai. 1 Mansion sudah tau kalau Bubby adalah Tuan Muda Usil.
"Kenapa Kakak Ipar?." tanya Bubby penasaran.
Diana sudah memperlihatkan raut wajah cemburunya Ia berdiri, "aku akan pergi kesana."
Bubby menahan tawanya sekuat tenaga, "Kakak ipar coba lihat-lihat jalannya jangan sampai Calon anak Kak Cashel kenapa-napa ya? karna hanya itu yang bisa mempertahankan hubungan Kalian."
Diana mencebik kesal lalu melangkah pergi meninggalkan Bubby dengan cepat Eka berlari mengekori Diana yang berjalan cepat memegang perutnya itu.
Bubby tertawa terpikal-pikal, "rasakan Kak Cashel, biar kusut dikit wajah tampannya itu."
.
"Nona? apa Nona marah?." tanya Eka dengan hati-hati.
Diana menekuk alisnya, wajahnya terlihat masam memandang lurus kedepan tapi perutnya masih bisa dielus lembut olehnya.
"Nona?." panggil Eka sekali lagi.
"aku akan datangi mereka berdua, sepertinya mimpiku itu memang jadi kenyataan." kata Diana dengan nada kesal.
"Apa Nona tidak tau kalau Tuan Bubby adalah Tuan Muda yang paling Usil bahkan Nona Tyara sudah berkali-kali memperingati Nona." Eka.
Diana terdiam, "kalau memang tidak aku akan senang tapi kalau Iya aku akan jewer dia." kata Diana mengepalkan tangannya keudara.
Eka tidak mengerti jalan pikiran Diana, Ia berulang kali memperingati Diana tapi rasa cemburu Diana sudah sampai dipuncak-puncaknya.
Diana berjalan cepat menuju Ruangan Kerja Cashel dan Ia semakin berasap saat pintunya di kunci.
"kamu lihat Ka? pintunya di Kunci, kalau mereka tidak berhubungan lalu kenapa harus dikunci? mereka berdua didalam Ka." Diana menangis seketika memandang Eka.
Eka gelagapan tidak tau harus berkata apa lagi karna Ia memang tidak tau kenapa Pintunya di Kunci.
__ADS_1
Diana mengusap air matanya, "aku harus kuat, ini pasti karna aku gendut maka nya dia cari perempuan Seksi." kata Diana terbata-bata.
Diana menggedor-gedor Ruangan Cashel, rasa cemburu dan pikiran kemana-mana sudah merajai tubuhnya yang kini sedang marah.
Cashel membuka pintu Ruangan dengan Kekuatannya lalu Diana segera masuk ke Ruangan itu dengan wajah begitu merah seperti bersiap meledakkan lahar panasnya.
"Cashel? ka.. kamu sedang selingkuh kan?." pekik Diana berjalan cepat memegang perutnya ke arah Cashel tanpa melihat hal lain lagi.
Cashel yang tadinya sumringah langsung mengerutkan keningnya, "kenapa sayang? ada apa denganmu? kenapa marah? aku tidak selingkuh tapi bekerja."
"mana mungkin.!! Bubby bilang kamu berduaan sama Eren." Diana marah-marah.
Cashel memijit pelipisnya, "sayang? dengerin aku dulu ya?."
Diana menangis tersedu-sedu menceritakan mimpinya, Ia tidak menyangka hal buruk menimpa nya bahkan mengomeli diri sendiri yang tidak mau berolahraga padahal Ia sedikit berisi padahal sudah standar dan perutnya sedikit membuncit juga karna hamil.
krik.. krik...
Cashel tidak tau mau bicara apa lalu memegang bahu Diana tapi Istrinya itu terus saja menunduk dan menyalahkan diri sendiri yang terlalu bahagia hingga lupa dengan yang lainnya.
"kamu jahat..! hiks.. hiks.. padahal aku percaya sama kamu Cash ... aku percaya padamu tapi apa yang kamu lakukan? malam-malam berduaan dengan Eren sementara pintu di Kunci? kalian ngapain?." amuk Diana memukul-mukul dada bidang Cashel.
"Nona?." bujuk Eka.
"diamm..." pekik Diana yang sudah marah tanpa melihat Eka.
Eka pun terdiam lalu melihat situasi namun yang membuatnya kaget ternyata ada Abin di Ruangan itu, Bubby tidak menyebut ada Abin disana sehingga Diana langsung berpikir yang tidak-tidak.
Cashel mendengarkan amarah Diana tanpa mengatakan apa-apa lagi, Ia hanya sibuk menghapus air mata Diana walau Diana terus memukul lengan Cashel untuk tidak mengusap air matanya.
"kenapa jadi begini? apa kalian sedang main drama?." pertanyaan Abin dengan nada datar.
mendengar suara lelaki lain di Ruangan itu membuat tangis Diana terhenti lalu melihat sekeliling, Ia terbelalak melihat Abin duduk disofa sementara Eren tak jauh dari Abin.
"Nona? sudah saya bilang jangan terlalu percaya dengan Tuan Muda Bubby." Eka membujuk.
Diana sesegukan melihat ke arah Cashel yang malah menunjukkan senyumnya mengelus kepala Diana.
"jangan nangis ya? aku sudah bilang kalau tidak ada perempuan lain yang ada dihatiku selain kamu saja sayang, bukankah kita sudah berjanji tidak akan percaya perkataan orang lain?." Cashel berkata dengan lembut.
Eren menggeleng kepalanya sedang Abin merasa pusing saja karna Cashel menjadi Pria bodoh yang selingkuhi perempuan lain tapi Cashel tidak marah sama sekali malah tidak suka Diana menangis.
Cashel terima segala makian Diana tapi tidak sanggup melihat Diana menjatuhkan air matanya.
.
.
__ADS_1
.