
.
.
.
"bagaimana ibu? kalau Ibu mau mati aku juga tidak bisa apa-apa". sambung Diana lagi sambil memperbaiki gaunnya.
"aku tidak sudi belas kasihmu". teriak Elizart dengan nyalang.
"Ayah..? sepertinya Ibu sangat membenciku saat sudah sembuh, dia pasti tidak mau tahta untuk anaknya menjadi goyah dengan kesembuhanku". kata Diana dengan raut wajah sedih.
Diana memainkan peran yang sangat bersih dengan memanfaatkan wajah polosnya, Diana bertekad untuk memperbaiki kelemahannya yang lalu dengan menjadi kuat disaat sekarang.
Bart tersenyum tipis, Ia bangga dengan Putrinya sudah dewasa dan bisa tegas melawan musuhnya walau berkedok manusia mulia.
Eliziany melepaskan diri dari para pelayan lalu berlari ke arah Diana, Diana kaget saat lengannya di tarik oleh Elizia lalu ditampar dengan keras hingga Diana tersungkur.
"Nonaa?". pekik Irina.
Bart berdiri dari tempatnya, "hukum cambuk dia". teriak Bart.
Para pengawal hendak menghukum Elizia tapi seketika dihentikan oleh Diana yang menangis terisak-isak, Bart berlari ke arah Diana bahkan melepas jubah kebesarannya.
"ada apa Putri?". tanya Bart membantu Diana berdiri, Irina yang memegang ponsel sudah gemetaran karna tangisnya.
sudut bibir Diana berdarah dan pipinya yang seputih susu memperlihatkan bekas tamparan Elizia yang tidak main kuatnya.
"aaahhh? lepaskan akuu! aku harus memberinya pelajaran". teriak Elizia yang sudah tidak bisa berpikir jernih lagi membayangkan Ibunya cacat dengan dipotong kaki serta tangannya.
Diana menarik nafas panjang, "Ayah..? aku tidak mau mereka terluka, aku tidak mau tahta lepaskan saja aku Ayah..! aku tidak mau menjadi korban mereka lagi, biarlah mereka tinggal bersama Ayah, mereka pasti lebih membutuhkan tempat ini". kata Diana dengan sedih.
"kalian lihaaatt?? Putriku sangat muliaaa!!". teriak Bart menggelegar.
"bahkan setelah Vidio yang tersebar apa pernah kalian melihat dia melawan?? aku adalah Raja yang bodoh, aku berpikir aku ini sangat bijak dan kuat demi kalian tapi nyatanya anakku lebih kuat dariku..! dia bisa mengatasi masalah besar yang menimpanya bahkan tidak bunuh diri, apa kalian tidak malu sudah memojokkan anakku?? apa kalian Lupa kalau Putri Diana adalah Putri kandungku...! darah kami mengalir di nadinya". geram Bart.
Irina merekam bagian itu secara langsung, banyak yang menyerbu kebaikan hati Diana yang tidak membalas perbuatan mereka, sekarang semua orang meminta maaf pada Diana karna mereka telah bersalah.
Diana menangis dan mengatakan bahwa dirinya hanya ingin hidup tenang, apakah salah jika Diana tidak ingin tahta supaya hidup damai bersama Elizart dan Eliziany tapi kenyataannya Elizart langsung mencekiknya sampai jatuh di balkon kamarnya supaya tidak menjadi halangan Elizia kedepannya, padahal jika Elizart meminta dengan baik-baik pada Diana sudah jelas Diana akan dengan senang hati mundur dari calon posisinya itu.
situasi menjadi sedih sementara Bart meminta maaf langsung memeluk Diana, Irina terganga melihat akting Diana sambil sesegukan.
__ADS_1
"kenapa aku baru tau kalau Nona memiliki akting yang lebih bagus? bahkan tidak ada apa-apanya dengan akting Nona Elizia". batin Irina.
Irina lupa kalau Diana bisa menyimpan luka yang paling terbesar di dalam hidupnya tanpa membuat Ayahnya terganggu, orang yang bisa menyimpan luka biasanya sangat pandai berakting dari pada orang yang ingin terkenal dengan cara mencari muka dan perhatian.
Para Pejabat sampai membuang muka tidak bisa berkata-kata lagi, mereka tidak mau ikut terjun kekalahan Elizart dan Eliziany. sudah jelas reputasi Diana melejit pesat saat ini dengan aktingnya yang lebih meyakinkan bahkan mata Diana terlihat memerah ditambah Diana berhasil memancing emosi Eliziany dengan menamparnya menambah kesan apik akting Diana yang double memukau.
Elizia menjerit histeris memaki Diana lalu seperti orang kesetanan menarik Bart sampai terjatuh lalu mencakar-cakar Diana, Diana yang tidak melawan hanya menahan tangis sampai rambutnya berantakan.
Irina memberikan ponselnya ke pelayan Elizart yang kini menjadi pekerja Diana lalu membantu Diana yang di cakar menggila oleh Elizia,
Bart berdiri lalu menarik lengan Elizia dengan kasar dan menamparnya hingga Elizia tersungkur dan keningnya terkena batu hingga mengeluarkan darah.
"kau penghianat...!! kau juga akan dihukum...! jari kelingkingmu akan dipotong". titah Bart dengan mata nyalang.
"aaaahhhh". jerit Elizia histeris, betapa marahnya Elizart melihat putrinya terluka sedang Ia terikat tidak bisa lepas.
Irina memegang pipi Diana dan menangis mengusap pipi Diana yang banyak luka cakaran belum lagi sudut bibir Diana.
"Nona?". isak tangis Irina.
Diana menganggukkan kepalanya, "tidak apa..! tidak sakit, aku sudah biasa". jawab Diana dengan raut wajah terluka masih bisa tersenyum.
betapa Viralnya ekspresi wajah Diana saat ini yang masih berbesar hati, Irina mengamuk dan mengatai Elizart dan Elizia adalah manusia kejam yang membuat pitas suara Diana hilang, kecelakaan yang membuat Diana tidak bisa berjalan juga karna ulah mereka yang ingin tahta, belum lagi kebutaan yang menimpa Diana.
Aib besar Elizart dan Elizia seketika terungkap secara langsung lewat medsos yang sedang merekam kemarahan semua anggota kerajaan.
.
ditempat lain,
Cashel dan Lionel menonton siaran langsung itu pun berdecak kagum.
"apa kita sedang nonton drama kerajaan? kenapa seru sekali?". kekeh Lionel sambil mengunyah snack nya.
Cashel tersenyum tipis, "kuatlah Diana..! aku akan menyembuhkan lukamu itu". bisik Cashel dan Lionel mendengarnya hanya memutar bola matanya dengan malas.
"kau tidak malu lagi Cash?". ledek Lionel.
"diamlah". ketus Cashel.
mereka berdua kembali melihat siaran langsung itu yang persis seperti drama berepisode, Cashel sendiri tidak menyangka Diana bisa berakting seapik itu bahkan komentar Netizen yang dulu menghina Diana benar-benar jungkir balik meminta maaf pada Diana.
__ADS_1
penonton acara siaran langsung itu sungguh banyak, bisa dikatakan semua orang turut menyesal dengan perbuatan mereka yang bodoh. kedalaman laut bisa diketahui tapi hati seseorang memang tidak ada yang tau, yang baik belum tentu hatinya baik begitu juga sebaliknya.
.
malam harinya,
Diana memejamkan matanya memandang ke arah langit, "Bunda maafkan Diana..! sekarang Bunda bangga kan dengan Diana?".
"hmm..? pasti dia bangga padamu". kata Cashel membuat Diana segera berbalik lalu tersenyum melihat Cashel.
"terimakasih Cashel, berkatmu aku menjadi lebih baik". ucap Diana sembari melangkahkan kaki ke arah Cashel.
Cashel meraba pipi Diana lalu mengecup pipi Diana dan segala luka di wajah Diana hilang begitu saja.
"apa harus dicium?". tanya Diana meraba pipinya.
"kenapa? apa tidak boleh?". tanya Cashel balik.
"setau aku itu dilakukan sepasang kekasih saja". jawab Diana sambil memegang pipinya.
"tapi kamu mencium bibirku saat itu". sambar Cashel sambil berbalik berjalan ke arah sofa dan duduk dengan angkuh disofa yang ada di balkon kamar Diana.
wajah Diana merah seketika, "a.. aku tidak sengaja saat itu".
"tenang saja, kecupan tidak ada artinya kecuali berciuman". jawab Cashel menyunggingkan senyum tipisnya yang sangat tampan.
Diana mengangguk saja lalu ikut duduk dikursi lain yang tak jauh dari Cashel.
"hatiku terasa lepas dan lapang padahal sebelumnya rasanya sangat mencekik". gumam Diana dengan lirih memandang lurus kedepan.
Cashel tertawa pelan, "itu karna hatimu kamu letakkan di sungai yang dangkal sekarang hatimu merasa luas karna kamu meletakkannya di Lautan lepas".
Diana tertawa mendengarnya, "aku tidak menyangka melawan akan sangat menyenangkan".
Cashel memuji akting Diana yang bahkan menipu mata Cashel yang sempat mengira akting Diana buruk.
"jika hal tertindas dan ditindas aku sudah berpengalaman". jawab Diana dengan senyuman tipisnya.
.
.
__ADS_1
.