
.
.
.
"kok bisa kebetulan ya?." gumam Diana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"sepertinya ada orang yang mengerjai kita Kakak Ipar, bagaimana bisa hubungi Kak Cashel? sepertinya hanya 1 orang yang berani melakukan ini pasti wanita yang karirnya sudah hancur itu." Tyara sengaja mengeraskan suaranya.
Diana melihat ke Tyara yang sedang memberi kode bahwa ada yang merekam aktifitas mereka dengan siaran langsung padahal sekarang sudah malam hari, ada saja orang yang kurang kerjaan.
Diana dan Tyara terlalu asik bermain didalam Mal hingga lupa waktu ternyata sudah malam walaupun situasi di parkiran bawah Mal sangat terang seperti siang hari karna banyak lampu disetiap sudut tempat.
"apa ada seseorang yang merekam kita? beri kode berupa anggukan 3 kali." batin Diana mengerti tapi harus memastikan lagi ke Tyara yang segera mengangguk-ngangguk 3 kali seraya memandang ban mobilnya.
Diana terperangah tidak percaya, "apa negara ini suka merekam gerak-gerik seseorang?." tanya Diana penasaran namun dengan nada berbisik.
"hmm? disini kalau sudah jadi bulian netizen tamatlah riwayat." jawab Tyara mengakui zamannya memang sosmed.
Diana menarik nafas dalam-dalam lalu hendak menghubungi Cashel tapi Ia tiba-tiba tersenyum saat orang yang mau dihubungi sudah keduluan menghubunginya.
"Sayang ? kamu dimana? aku baru aja Keluar dari Perusahaan, mau makan malam di luar?." tanya Cashel terdengar mesra.
"Cash? kebetulan sekali aku sama Tyara belanja di Mal Asiantama tapi tiba-tiba ada orang yang iseng kempesin ban Mobil Tyara, kamu mau jemput kami Cash eh? sayang?." ralat Diana.
Cashel mendengarnya kabar itu tentu tidak suka namun panggilan akhir Diana seketika membuat Cashel sumringah.
"baiklah sayang, aku akan jemput kamu ya? lagian kenapa Tyara tidak menggunakan kekuatannya?." tanya Cashel heran.
Tyara yang menguping pembicaraan mereka dengan menempelkan telinganya di Ponsel Diana pun menyahut namun dengan nada berbisik.
"sial*n wanita itu..! Jaga Kakak Iparmu Tyara." peringatan Cashel mematikan panggilannya dan pasti Cashel fokus dengan kecepatan mobilnya.
"siap Kak? ehh?." hormat Tyara namun terdengar panggilan terputus Ia memandang Diana yang mengangkat bahunya tidak tau lalu mereka berdua tertawa seakan tidak ada masalah.
jika wanita-wanita diluar sana pasti sudah panik sekali kalau ban mobilnya kempes tapi Diana dengan Tyara malah bercanda ria bahkan terlihat tidak ada masalah sama sekali.
di sudut parkiran tepatnya didalam mobil,
Berby melihat komentar orang-orang yang tidak mengerti mengapa Ia merekam Diana dengan Tyara malah mereka menduga Berby adalah fans Diana dan Tyara. Berby yang membaca Komentar itu segera mematikan siaran langsungnya.
__ADS_1
"kata siapa aku ngefans sama dia? aku malah membencinya." umpat Berby.
Berby memukul-mukul setir mobilnya dengan geram karna Diana tidak marah seperti dirinya yang marah besar ketika 4 ban mobilnya kempes.
"seharusnya aku pecahkan saja tadi." umpat Berby lalu Ia segera melajukan mobilnya bertepatan dengan masuknya mobil Cashel ke Parkiran itu.
Tyara mengibaskan tangannya yang seketika siaran langsung Berby hidup kembali tapi tidak ada gambarnya selain warna hitam saja. namun, suara Berby yang memaki serta mengumpati Diana terdengar jelas.
Berby sangat kacau hingga tidak sadar bahwa omongan kasarnya itu terdengar oleh orang yang menonton siaran langsung Berby, sekali lagi Berby menggali lubang kuburnya sendiri bukan Cashel ataupun Diana yang bertindak. Berby mana tau kalau Ponselnya sedang siaran langsung, tadi Ia sudah menutupnya karna tidak suka dikatai penggemar Diana dan ingin dunia tau kalau Diana sangat baik serta tidak mudah marah.
.
di tempat lain,
Cashel Keluar dari Mobilnya dan berlari ke arah Mobil Tyara yang Ia kenal.
"mana? katanya kempes." tanya Cashel.
"aku sudah memperbaikinya kak tadi ada wanita jahat itu jadi sengaja memainkan peran." jawab Tyara dengan cengiran tak berdosanya.
Cashel menghela nafas panjang lalu meminta Tyara pulang duluan karna Ia akan membawa Diana makan malam diluar, Tyara mengerucutkan bibirnya tidak dibawa makan malam oleh Cashel hanya karna Ia akan menjadi pengganggu.
"Cash?." bujuk Diana yang kasihan pada Tyara.
.
di dalam Mobil,
Diana bertanya mengapa Cashel seperti itu pada adiknya tapi Cashel dengan jelas mengatakan bahwa tidak boleh ada siapapun saat mereka jalan berdua.
"terus kalau kita punya anak nanti gimana?." pertanyaan Polos Diana penasaran.
"tentu saja tida..? ehh? apaa?." Cashel hampir saja menjawab tidak boleh namun tersadar akan pertanyaan Diana.
"aah?." Diana terpekik saat Cashel sedikit lengah dengan jalan mobilnya, Cashel segera menepi dan meminta maaf ke Diana karna Ia sungguh tidak fokus karna perkataan Diana.
Diana menekuk alisnya, "kan aku bertanya kenapa pertanyaanku membuatmu hilang fokus Cash? dimana kesalahannya?."
Cashel menangkup kedua pipi Diana lalu menciumi wajah Diana, "sayang? perkataanmu itu membuat hal yang harusnya tertidur langsung terbangun."
Diana tidak mengerti, "apa memangnya?."
__ADS_1
Cashel menggeleng kepalanya, "belum cukup umur." balas Cashel mencubit pipi Diana lalu kembali fokus dengan kendaraannya sambil menyunggingkan senyum menawannya.
Diana melebarkan matanya lalu memegang tangan Cashel, "apaa?." rengek Diana yang penasaran.
"kamu akan menyesal bertanya padaku sayang pasti kamu mengataiku mesum." ujar Cashel enteng menekan kepala Diana.
Diana mendengar kata mesum pun terdiam lalu merubah pandangannya lurus kedepan, Cashel terkekeh.
"bernafaslah." gemas Cashel.
Diana pun menurut mengambil pasokan udara sebanyak-banyaknya sedangkan Cashel kembali tertawa melihat wajah tegang Diana, Diana hanya belum tau bagaimana rasanya berhubungan kalau sudah tau pasti ketagihan.
.
di Restaurant,
Cashel membawa Diana, mereka saling bergenggaman tangan layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai padahal memang iya. tapi, dipandangan oranglah seperti itu hingga semua yang melihat begitu iri dengan sosok Diana yang bisa memenangkan hati Cashel.
"abaikan saja." ujar Cashel lalu Diana hanya mengangguk menenangkan pikirannya supaya tidak terpengaruh.
Diana tak sengaja mendengar pembicaraan Pelayan dibalik tembok yang Ia dan Cashel lewati tentang Karir Berby yang semakin terpuruk saat perkataan kasarnya terekam dipublik, entah bagaimana ceritanya Berby tidak sadar hingga bibirnya memaki serta mengumpat diketahui dunia maya.
Dunia tau suara Berby yang khas serak basah walau tidak melihat wajah Berby dalam siaran langsung itu sudah membuat orang tau kalau itu adalah Berby.
"pasti ulah Tyara..! bagus juga." batin Cashel menyunggingkan senyum tipisnya.
.
Diana merogoh ponselnya saat berada di meja dan mencari berita terbaru.
"waah..! gila..!! apa mereka yang komentar seperti ini manusia?." gumam Diana tidak percaya akan komentar yang menyerang Berby.
Cashel tertawa pelan, "disini memang tidak ada pembulian dengan fisik sayang tapi pembulian lewat komentar dan menyerang psikis seseorang serta bisa menghancurkan karir siapapun itu."
Diana berdecak sambil menggeleng kepalanya, "pantas saja mereka menggunakan sosmed sebagai senjata."
di Negara Diana juga seperti itu tapi tidak separah di Negara Cashel.
Cashel bertanya apa yang ingin Diana pesan, dengan patuh Diana meletakkan ponselnya dan melihat buku menu yang diperlihatkan oleh Cashel.
.
__ADS_1
.
.