
.
.
.
Diana diam tidak tau mau jawab apa sementara Cashel pun malah langsung terlelap dipangkuan Diana.
"Ehh? udah tidur aja." gumam Diana saat tersadar Cashel tak lagi bersuara.
Diana mengulum senyumnya, "bukan kamu yang beruntung memilikiku Cashel tapi aku yang beruntung memilikimu Tuan Muda." bisik Diana lalu mengelus lembut kepala Cashel.
Diana hanya seorang Putri Buangan, Buta, Lumpuh dan Bisu. hidupnya jelas tidak ada gunanya jika tidak ada Cashel didalamnya, awalnya Diana tidak mau berpisah dari Cashel karna ancaman serius Cashel Ia pun mau menjadi Kekasih Cashel tanpa di duga Diana memang sudah menaruh hati pada Cashel tanpa Ia ketahui telah bergantungan pada Cashel.
masalah Diana hanya merasa rendah jadi berpikir jika tidak bisa menjadi kekasih Cashel tidak masalah jika Diana menjadi teman baik Cashel, Diana tidak mau jauh dari Cashel.
ke esokan paginya,
Diana memakai gaun Pengantin yang sudah diperbesar oleh Fitri.
"bagaimana Nona?." tanya Fitri sambil merapikan gaun Diana yang sedang duduk.
Diana memegang perutnya meregang ke kiri serta kekanan juga menggembungkan perutnya demi memastikan Gaun itu telah nyaman dipakai, Fitri menyaksikan itu hanya menahan kedutan bibirnya sekuat tenaga.
"sudah." jawab Diana tersenyum cerah.
"baiklah Nona..! kalau begitu saya bantu ganti nya? nanti Gaun Nona Kotor sementara tidak sempat lagi bagi kami untuk mencucinya." balas Fitri dengan lega.
Diana mengangguk lalu berdiri dibantu Eka, Ia membantu Diana berganti pakaian.
.
"maafkan ya? aku merepotkanmu." ucap Diana sekali lagi padahal tau Fitri seorang Desaigner ternama pasti pekerjaannya juga bukan Diana saja.
"tidak apa Nona..! saya akan datang di hari Pernikahan Nona besok, mohon jaga kesehatan ya Nona?." pinta Fitri tersenyum manis merasa tersanjung diantar ke depan oleh Diana.
Diana tersenyum lebar lalu berkata, "aku akan promosikan gaunmu ini."
Fitri terkekeh padahal jika Diana memakainya sudah jelas semua orang tau kalau Gaun itu adalah Desaigner milik Fitri sebab di Ekor Gaun serta Punggung Gaun ada Inisial nama nya.
"Terimakasih Nona." ucap Fitri membuka kaca Mobilnya.
Diana melambaikan tangannya dengan ceria ke Fitri dan diikuti oleh Para pekerja Fitri yang ada dimobil lain membawa segala perlengkapan untuk Diana.
__ADS_1
"Nona? apa gaunnya tadi pas?." tanya Eka.
"sangat pas." jawab Diana mengacungkan jempolnya.
"tapi saya rasa saat anda menggembungkan perut Nona itu sangat aneh." omel Eka yang melihat perbuatan Diana.
Diana nyengir, "sudahlah..! ayo..! aku mau coba Gaun warna lainnya." alih Diana.
.
hari yang di tunggu-tunggu pun telah datang,
Hotel Asiantama begitu ramai dengan para tamu Undangan dari berbagai Negara, sementara pasangan Pengantin yang di tunggu-tunggu belum juga memperlihatkan batang hidungnya.
Hotel DeLLun memang milik Alex tapi Ia berikan pada Putra sebagai balas jasa sebab utamanya juga karna Dinda adalah Adik angkat kesayangan Crystal, Putra awalnya menolak karna tidak sanggup menerima nya. namun, tidak ada yang bisa menolak Alex.
Cashel membangun Hotel Asiantama yang jauh lebih megah dari Hotel DeLLun, kini mereka mengadakan Pesta Pernikahan mewah mengundang Raja-Raja dari Luar Negeri sahabat baik Bart.
.
di Kamar Pengantin yang sudah di siapkan,
"Bagaimana Nona?." tanya Fitri yang ternyata seorang penata Rias wajah Diana juga.
Fitri dan Asistennya tertawa sementara Eka bersama Irina menggeleng-geleng kepala sambil menepuk kening mereka, Diana kan tidak pernah merasakan MUA di Indonesia.
"Wajah Nona sangat lembut jadi saya memberi kesan Make Up Natural, wajah Nona sangat cantik dengan polesan sederhana kalau berlebihan nanti tidak bagus." ujar Fitri.
Diana berdiri membenarkan gaunnya, Ia memakai gaun megah berwarna putih yang memperlihatkan garis bahu nya yang Indah persis seperti Tuan Putri impian Diana.
"biar saya bantu Nona." kata Asisten Fitri.
Fitri menata rambut Diana demi memastikan sudah benar dan Ia tidak mau ada kesalahan sebab Diana adalah seorang Tuan Putri akan dilihat oleh banyak orang.
"Sayang?." panggil Crystal saat masuk ke Ruang Make Up Diana.
"waaahhh." Crystal terkagum melihat pancaran kecantikan Diana lalu Ia melangkah mendekati Diana yang punya bola mata Indah tanpa memakai lensa mata lagi.
aura spesial Diana yang masih peraw*n benar-benar bersinar hari ini.
"ada apa Bunda?." tanya Diana malu-malu.
"astagah Bunda lupa kalau menantuku ini Tuan Putri ya? kenapa Bunda harus kaget melihatmu begitu cantik sayang?." gemas Crystal menepuk keningnya.
__ADS_1
Tyara nyelonong masuk bersama Dewi Par, mereka berbincang cukup lama memuji Diana punya karisma menawan sebagai Tuan Putri hingga Bubby tiba mengetuk meminta mereka semua untuk segera Keluar.
.
Cashel menunggu Pengantin Wanita nya melewati Red Karpet, semua orang menatap kagum Cashel yang sangat gagah dan tampan persis seperti Pangeran dari Luar Negri.
"Pengantin wanita nya sudah datang." bisik-bisik semua orang.
Irina dan Eka memimpin jalan sebagai penggiring pengantin wanita, Cashel menoleh dan terpana melihat Diana yang jalan bergandengan tangan dengan Bart, mereka punya karisma pemimpin karna memang keturunan darah biru.
Bart berjalan dengan bangga memamerkan pada semua orang bahwa Putrinya sudah menikah dengan Pria Kaya dan sangat Kuat seperti Cashel, Rekan-rekannya saja sampai bertanya pada Bart bagaimana pertemuan Diana dengan Cashel.
"tutup rahangmu kak." bisik Bubby.
Abin tak jauh dari Bubby pun terkikik geli, Lionel sumringah memandang Irina walau pernikahan mereka tidak digelar megah tapi Irina dan Lionel bahagia dengan cara sederhana, Irina sama seperti Crystal dulu yang pernikahannya tidak mau digelar besar-besaran berbeda dengan Diana harus dibesar-besarkan karna seorang mantan Tuan Putri.
"berisik." ketus Cashel sedangkan Bubby mencibir saja.
Irina serta Eka segera menyingkir memberi jalan pada Bart bersama Diana mendekati Cashel.
hening...!!
"aku serahkan Putriku padamu Menantuku, bahagiakan serta lindungi dia ! apa kamu sanggup menerima syaratku?." tanya Bart mengikuti peraturan nya walau sudah turun tahta tapi bagian dari impiannya.
"saya sanggup Ayahanda." jawab Cashel membungkuk dengan gaya Pria bangsawan.
"Putri Karika Etta Diana adalah Putri Awan yang sekarang telah memilih takdirnya sendiri, saya harap kalian mengerti dengan keputusannya." kata Bart dengan lantang.
semua orang bertepuk tangan meriah, sebagian ada yang merekam karna moment baru di Negara mereka menikahi seorang Putri Bangsawan dari Luar Negri, hal yang unik dan patut di sebar luaskan.
Bart menyerahkan tangan Diana ke Cashel yang melipat kakinya kebelakang dengan gagah juga satu tangan kebelakang mengecup punggung tangan Diana.
"Tuan Putri Karika Etta Diana, bersediakah anda menjadi pendamping saya?." tanya Cashel dengan senyuman tampannya berhasil membuat siapapun meleleh termasuk lelaki.
"saya bersedia." jawab Diana dengan raut wajah bahagia.
sorak-sorak menggema di sekeliling mereka, Cashel menarik pelan tangan Diana lalu berdiri disamping Cashel masih menghadap Bart. mereka berdua memberi hormat pada Bart lalu berbalik dan melangkah menuju singgasana pernikahan.
.
.
.
__ADS_1