Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
membuat lupa


__ADS_3

.


.


.


Diana mendekati Cashel dengan kedua tangan terpaut gugup, Ia ingin bertanya tapi mengapa Cashel terlihat sangat sibuk membuatnya ragu-ragu bertanya.


sedangkan Cashel? Ia tengah menahan senyumnya sekuat tenaga karna Ia tau apa yang Diana lakukan tapi pura-pura tidak tau saja malah menyibukkan diri dengan ponselnya.


Cashel mengangkat panggilannya seketika Diana terdiam di depan Cashel.


"Iya ? mau apa?." tanya Cashel to the point.


"kenapa kau menghubungiku tengah malam begini?." tanya Cashel sekali lagi.


Cashel berdecak, "apa kau tidak tau kalau ini sudah malam Bin? kau beritau Eren saja."


Akting Cashel begitu alami hingga Diana mendengar nama Eren sosok gadis Seksi yang Ia tau membuatnya memanas.


"kau saja yang menghubunginya kenapa aku?." balas Cashel malas.


"apaa?? kurang ajar sekali kau, baiklah aku akan datangi Eren." putus Cashel lalu mematikan panggilannya secara sepihak.


"ckk..! menyusahkan saja." gumam Cashel segera menyimpan ponselnya lalu berdiri dan memandang Diana.


"aku tidak akan memaksamu sayang, keliatannya kamu sangat takut aku akan keRumah Eren dan membicarakan hal pekerjaan." kata Cashel dengan tenang.


Diana melebarkan matanya, "sama siapa? apa berdua saja?." tanya Diana.


"iya lah berdua, aku rasa dia sedang tidur tapi dia bawahanku akan melakukan apa saja yang aku mau." kata Cashel ambigu.


Diana mendengar hal itu malah berpikir yang tidak-tidak, tubuh Eren seksi pasti memakai baju tidur tipis malam-malam serta akan melakukan apa saja yang Cashel mau? pikiran liar Diana sudah kemana-mana.


Cashel menahan tawanya melihat Diana mematung, "kena kamu sayang." batin Cashel.


"ya sudah tidurlah." Cashel menghela nafas pasrah lalu berjalan ke arah Diana, sengaja sekali Cashel melewati Diana sambil mengelus kepala Diana padahal jalan lain ada yang lebih dekat ke pintu keluar.


"1... 2 .....?." batin Cashel melangkah pergi.


Happ!!


Cashel mengulum senyumnya saat tangan halus Diana melingkar di perutnya bahkan memeluknya dari belakang begitu erat.


"bukankah kamu sudah berjanji tidak membahas pekerjaan dihari pernikahan kita? kamu mau ajak aku bulan madu selama 1 bulan. apa itu hanya godaan saja? semua omong kosong?." tanya Diana dengan nada pelan seolah takut menyakiti hati Cashel.


"bukan begitu sayang..! aku lihat tadi kamu takut jadi aku tidak mau kamu seperti itu." bela Cashel.


"aku tidak takut..! aku siap kok. emang badan aku aja yang gemetaran tapi aku mau." celutuk Diana.

__ADS_1


Cashel berubah lembut lalu membalik badannya menghadap Diana, Ia mengelus kepala Diana yang rambutnya lumayan basah.


"jadi kamu mau aku tetap disini?." tanya Cashel dan Diana balas anggukan cepat, bodo amat harga diri yang penting Cashel tidak menemui Eren.


Eren memang sangat seksi dan berbakat (peretas), Cashel dan Eren bukan sepupuan ataupun bersaudara jadi jika menikah tidak akan ada halangan diantara mereka berdua, Diana tidak mau Cashel melihat perempuan lain.


Cashel mengulum senyumnya lalu membantu mengeringkan rambut Diana setelah itu Cashel melakukan aksinya memberi kecupan-kecupan kecil diwajah Diana, Diana memejamkan matanya membiarkan Cashel melakukan apa saja pada tubuhnya.


Cashel sangat sabar menunggu Diana terpancing hingga tiba memuncak Diana seperti kucing lapar barulah Cashel bertindak seperti hewan buas menjinakkan kucing Liar itu, pekikan serta erangan memenuhi Ruangan itu. Diana tidak ingat apa-apa lagi hanya ingin binatang buas itu memakannya sehabis-habisnya sampai surga dunia serta melayang-layang disana.


.


pagi-pagi,


Cashel memandang Diana yang kesiangan akibat kelelahan ulahnya, Ia tersenyam-senyum sendiri.


"peliharaanku yang lucu." Cashel menoel-noel pipi Diana.


Diana menggeliat hingga selimutnya menurun memperlihatkan buk*t kemb*rnya, Cashel terpana melihat itu lalu menyeringai licik.


"kamu yang minta ya?." kata Cashel menindih Diana lalu melakukan aksinya.


Diana terbangun sekali lagi Ia harus rela jadi santapan hewan lapar itu.


.


selesai mandi tepatnya di Ruangan ganti,


"sayang?." panggil Cashel.


Diana pun memasang kancing bajunya dan keluar dari Ruangan ganti, Ia merona melihat wajah Cashel yang tersenyum tampan menatapnya bahkan memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"bisa jalan?." tanya Cashel dan Diana menggeleng.


"aku udah siapkan makanan spesial untukmu sayang, kamu butuh nutrisi." Cashel berkata seraya mendekati Diana dan menggendong Istrinya itu tak lupa bibirnya mengecup bibir Diana yang merah alami.


mereka makan berdua tapi Diana makan begitu rakus seperti orang kelaparan, Cashel sampai memberikan miliknya ke Diana.


"enaknyaa." Diana tersenyum lebar mengusap perutnya yang masih datar.


Cashel tertawa lepas lalu mengelap bibir Diana yang belepotan, "kamu suka sekali makan ya? pantas aja tubuhmu makin seksi akhir-akhir ini." goda Cashel.


Diana tersenyum malu, "aku akan rajin olahraga supaya tubuhku jauh lebih seksi dari wanita manapun." kata Diana.


Cashel selalu mengatakan Diana seksi tapi tetap saja Istrinya itu tidak percaya. namun, Cashel tidak mau memulai perdebatan lebih baik mengalah asalkan Diana senang dan tidak terlalu memaksakan diri.


.


ke esokan harinya,

__ADS_1


Cashel mengajak Diana ke Negara Yunani, Diana tidak tau apapun hanya mengikuti saja malah Tyara yang heboh karna Negara itu adalah Tujuannya berbulan madu sesudah menikah.


Diana dan Cashel memakan waktu 15 jam lebih di Udara demi sampai ke tempat tujuan, mereka bercerita lalu tidur tak lebih dari itu sambil menikmati perjalanan bukan main cepat menghilang saja.


.


tiba di Yunani,


Diana begitu takjub dengan pemandangan di Negara Itu pantas saja Tyara begitu kesal dan heboh pada Kakaknya tapi Cashel mengabaikannya.


di Hotel,


"bagaimana kamu tau Negara seindah ini Cash?." tanya Diana berbinar dipeluk dari belakang oleh Cashel.


"aku mencuri ide Tyara, aku sempat bertanya negara mana tujuannya kalau mau bulan madu terus dia bilang Santorini." jawab Cashel tanpa beban.


Diana tersenyum lebar, "pantas saja dia mengomelimu."


Cashel tertawa tanpa beban, "biarkan saja, dia memang suka mengomel."


"ayo ganti pakaianmu sayang." pinta Cashel.


Diana pun semangat diajak keluar oleh Cashel setelah cukup istirahat sejenak, toh Diana juga tidak bisa tidur saking tidak sabarnya.


"aaaahhh." Diana berlarian seperti anak-anak di sekitar Cashel.


Diana sudah bisa sembuh dari intinya itu karna diam-diam Cashel mengobatinya supaya tidak kesakitan saat Cashel ajak ke Luar Negeri.


Cashel terkekeh saja membiarkan Diana bermain sementara Ia mengawasi saja supaya tidak terjatuh, Cashel memang buas tapi Pria itu tau cara menyenangkan hati Diana supaya lupa masa lalunya tak lupa Ia memotretnya dan mengirimnya ke Bart.


"kau Pria terbaik untuknya, Ayah tidak pernah melihatnya seriang itu." balasan Bart.


Cashel menyimpan ponselnya, "lupakan dunia ini sayang, aku akan melindungimu dan mengawasimu." gumam Cashel menyunggingkan senyumnya.


Diana berlari ke Cashel lalu mengajak Pria itu berlari seperti dirinya, mereka bersenang-senang menikmati semilir angin serta pemandangan senja disana.


Diana bahkan lupa dulu Ia adalah seorang Putri Buangan yang tidak akan pernah bahagia, gadis itu begitu bahagia bersama Cashel sampai melupakan masa lalunya.


.


.


.



gambarannya ye ..? hehe..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2