
.
.
.
Diana merona saat Cashel memandangnya yang kini sudah berada di Kamar Diana, Cashel tersenyum melihat Diana yang tampak tidak berani memandang matanya setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih menurut Cashel saja, Diana masih banyak alasan dan ragu karna berpikir Keluarga Cashel tidak akan suka memiliki calon menantu seperti Diana yang tidak punya apa-apa.
Cashel tidak peduli pemikiran Diana, jika Diana suka pada dirinya maka masalah apapun yang akan mereka hadapi kedepannya akan mereka lalui bersama.
"ke.. kenapa memandangku seperti itu?". tanya Diana yang masih merona dengan pandangan kemana-mana seolah tidak sanggup dipandang seintens itu oleh Pria seperti Cashel.
"kamu cantik sekali Sayang". puji Cashel mengangkat tangannya mengelus pipi Diana lalu mencubitnya gemas.
Diana menundukkan kepalanya, Cashel merasa gemas dengan kelakuan Diana seperti anak SMA baru pacaran padahal umur mereka sudah mapan untuk menikah.
Cashel mengusap kepala Diana lalu berbaring di pangkuan Diana yang awalnya tegang dengan kaku tangan Diana membelai kepala Cashel, sungguh Ia begitu gugup baru memiliki kekasih padahal selama ini Diana hanya berpikir ingin berteman dengan Cashel tapi ancaman Cashel tadi membuat Diana takut.
"kita resmi sepasang kekasih Diana, jika kamu menolakku hanya karna takut Keluargaku tidak menerimamu maka aku akan pergi darimu selamanya, aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu". begitulah ancaman Cashel.
Diana tidak mau kehilangan Cashel, Ia tidak bisa hidup tanpa Cashel karna sudah terbiasa dan ketergantungannya pada sosok Cashel.
Cashel memejamkan matanya dipangkuan Diana yang awalnya mengelus kepalanya dengan kaku lama-lama kian melembut seperti penuh perasaan.
.
pagi-pagi di Kontrakan Cashel dan Lionel,
Irina mengerjabkan matanya lalu mengerutkan keningnya merasa seseorang yang Ia sentuh memiliki tubuh atas yang keras, biasanya perempuan kan tidak keras karna spesial.
"Nona? kenapa dada Nona keras?". tanya Irina mengerjab-ngerjabkan matanya.
"sedang apa kamu disini Irina? apa kamu mau menggodaku?". tanya Lionel.
mendengar suara lelaki seketika mata Irina yang mengantuk terbuka lebar, Ia melotot melihat sosok Pria tampan didepannya.
__ADS_1
"d.. dimana ini? kenapa aku disini?". Irina celingukan panik sambil menyelimuti tubuhnya yang masih berpakaian lengkap tapi takut seperti baru saja di nodai oleh Lionel saja.
Lionel melihat gerak-gerik Irina mendengus pelan, "kenapa tingkahmu seperti aku ini Pria brengs*k hmm?? apa aku baru saja memperk*s*mu?". decak Lionel.
Irina segera bangkit dari Ranjang Lionel, "b..bu.. bukan begitu Tuan, sa.. saya tidak tau kenapa saya bisa ada disini".
"pasti ulah Cashel tapi tidak apa". batin Lionel yang diam-diam bibirnya berkedut menahan tawa.
Lionel mengerjai Irina habis-habisan padahal gadis polos itu tidak tau mengapa Ia bisa berada di Kontrakan Cashel, apa mungkin Cashel memindahkannya? tapi bagaimana bisa Cashel sejahat itu menurut Irina seharusnya Cashel menghilangkan dirinya di dapur Kontrakan Cashel saja tidak usah di Kasur Lionel, masalahnya kini semakin rumit bagi Irina karna Cashel yang tidak menempatkannya dengan baik.
Lionel membuat drama yang panjang tapi Irina hanya menunduk merasa bersalah padahal Ia sama sekali tidak bersalah, sungguh Lionel gemas sekali melihat wajah ketakutan Irina sangat lucu ingin sekali Lionel mengangkat tubuh mungil Irina lalu menindihnya di ranjangnya kini dan menunjukkan kejantan*nnya tapi tidak bisa karna Lionel hanya mencoreng nama baiknya didepan Irina nanti, sehingga gadis itu tidak menyukainya.
di Kastil Tua milik Diana,
Cashel memandang Diana yang masih tertidur menggenggam tangan Cashel tanpa disadari olehnya.
braaakkhhh...
pintu terbuka dengan kasar
"Dianaa?". pekik Elizia marah tapi seketika Ia membulatkan matanya melihat sosok Cashel menopang rahangnya menatap dingin dirinya padahal tadi Cashel ingin melihat Diana saja.
"Tuan Cashel?". wajah marah Elizia berubah manis seperti gadis polos yang pemalu.
Diana menggeliat di sisi Cashel lalu mengerjabkan matanya lalu hal yang pertama kali Ia lihat adalah Cashel, pipi Diana merona melihat kedua tangannya menggenggam tangan Pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
"keluar..!". titah Cashel dengan dingin ke Elizia.
Cashel merasa Elizia membuat Kekasihnya yang tertidur lelap kini terbangun maka nya Ia mengusir Elizia.
"hmm? saya hanya ingin bicara dengan Saudara saya Tuan". ujar Elizia lemah lembut.
Diana menolehkan kepalanya ke Elizia lalu Ia duduk sambil membenarkan rambutnya dan Cashel masih dengan posisi yang sama sambil menghela nafas.
"ada apa Elizia?". tanya Diana.
__ADS_1
"Diana.. aku mau bicara empat mata denganmu apa bisa?". tanya Elizia dengan lembut sambil tersenyum ramah.
Diana mengangguk saja lalu Elizia tanpa berpikir menarik tangan Diana, Cashel melihat itu tak suka tapi melihat Diana yang menoleh padanya sambil tersenyum seolah menjelaskan bahwa Ia akan baik-baik saja membuatnya tak jadi menahan Diana.
"aiissh..! kenapa dia cantik sekali habis bangun tidur". gerutu Cashel melihat pintu kamar Diana yang sudah tertutup.
.
Elizia membawa Diana ke Taman belakang yang lumayan jauh dari Kastil Diana.
"ada apa Elizia?". tanya Diana.
"apa kamu mau balikan sama Pangeran Deniel Diana?". tanya Elizia penasaran tapi seperti nada tengah membujuk Diana.
Elizia dengan senang hati memberikan Deniel pada Diana jadi bisa merebut Cashel yang memiliki kekuatan Super dan juga sangat tampan dari Diana.
"tidak, kenapa bicara seperti itu? bukankah Pangeran Deniel tunanganmu?". tanya Diana.
"lalu kenapa kamu bertemu dengannya? dia tunanganmu dulu". Elizia merubah raut wajahnya tadi yang manis karna tidak suka perkataan Diana padahal memang benar tapi menurut Elizia hubungan mereka sudah berakhir.
"tapi kamu sudah merebutnya Elizia, kalian sudah bertunangan selama 5 tahun apa kamu akan melupakan semuanya? aku tidak ada hubungan apapun dengan Pangeran Deniel". bela Diana.
Elizia tersulut emosi lalu membentak Diana yang tidak konsisten memilih lelaki seperti wanita jal*ng saja, tapi Diana yang sudah berani tidak terima direndahkan dan mengatakan kebenaran malam itu Keluarga Deniel hanya ingin bertemu dengan Cashel untuk menyembuhkan putri bungsu mereka.
Elizia terkejut mendengarnya, "apa adiknya masih hidup?". tanya Elizia tidak percaya.
Diana mengancam Elizia untuk tidak menyebarkan gosip yang tidak baik tentangnya dengan Deniel karna Diana tidak akan tinggal diam jika ada gosip tidak benar tentangnya, Diana berjanji akan memperbaiki reputasinya supaya Keluarga Cashel tidak salah faham terhadapnya dan dimulai dari sekarang dengan memberi peringatan pada si pembuat Gosip buruk tentang dirinya.
"Dianaaa???". teriak Elizia melihat Diana pergi meninggalkannya.
"aaaahhh". Elizia menjerit frustasi dengan kesombongan Diana yang semakin menjadi-jadi bahkan berani melawannya.
"aku tidak boleh menyerah, aku akan merebut Tuan Hantu itu darinya". geram Elizia dengan sorot mata tajam melihat Diana yang tidak terlihat lagi olehnya.
.
__ADS_1
.
.