
.
.
.
"k.. kau...? dasar hantu pengecut...! tunjukkan wujudmu". teriak Elizart yang awalnya takut tapi diberani-beranikan karna demi anaknya.
"sepertinya permintaan anakmu itu tidak ada salahnya aku turuti". kata Cashel masih memeluk Diana di Udara.
Diana melihat kebawah sungguh ngeri dan tangannya melingkar erat di leher Cashel, anehnya Diana bisa melihat Cashel disaat semua orang di kamar Diana itu tidak bisa melihat Cashel.
"a.. apa. maksudmu?". tanya Elizart dengan sombong padahal kakinya gemetar dan tangannya dingin.
"dia ingin menjadi Putri Mahkota selanjutnya jadi aku minta saja kau menjadi makananku, tampaknya dia sangat ketakutan terus lari dariku mungkin itu yang membuatnya demam tinggi". kata Cashel dengan mata memerah sungguh menyala.
jika bukan karna ada Diana di sini sudah pasti Cashel menghabisi Elizart.
"tunjukkan wujud aslimu pengecut..!". teriak Elizart.
Cashel tertawa keras, "aku ada disini tapi matamu yang buta itu tidak bisa melihatku". kata Cashel dengan seringainya.
Diana di pindahkan oleh Cashel hingga tiba di pelukan Irina, Irina memeluk Diana dengan erat sambil menangis haru.
"aku akan menghabisimu". kata Cashel yang tidak tahan lagi dengan kesombongan Elizart segera saja Elizart menghilang dari pandangan para pelayan.
"Tidakk...?? An.. Ander??". pekik Diana tapi Irina masih memeluk Diana dengan erat.
"biarkan Tuan Ander membunuhnya Nona, saya tidak peduli apapun tapi saya benar-benar ingin Tuan Ander membunuh wanita jahat itu". kata Irina dengan sesegukan.
Para Pelayan dibelakang Irina langsung saja mengalami pingsan massal.
"ta.. tapi bagaimana jika dia dihukum karna membunuh Ibu?". Diana takut jika Cashel harus terkena hukuman dengan menghabisi anggota keluarga kerajaan.
.
Cashel ternyata muncul di kamar Elizia bersamaan dengan Elizart yang panik seketika melihat sekeliling.
"aku akan membuatmu ketakutan seperti yang kau lakukan padanya tadi". kata Cashel dengan senyumannya.
Elizart berlari ke arah Elizia yang masih demam tinggi, Elizart memeluk Elizia berteriak memaki Cashel tidak akan bisa mendapatkan anaknya hal itu membuat Cashel tertawa karna Elizart adalah Ratu yang bodoh.
__ADS_1
"bagaimana bisa Negara ini dipimpin oleh seorang Ratu yang bodoh". kata Cashel lalu Elizia menghilang dari pelukan Elizart muncul disamping Cashel tapi tidak dipegang oleh Cashel melainkan ditahan dengan kekuatan supernya.
Elizart menjerit seketika, "monster...monster...! kau monster". teriak Elizart.
"ya aku adalah monster, oleh sebab itu kau yang hanya Iblis kecil jangan mencoba melawan Monster sepertiku, kau salah mengusikku". kata Cashel yang lalu Elizart memekik saat Elizia menghilang dari pandangannya.
"cepat tolong anakmu dibawah sebelum dia mati dengan kepala bersimbah darah". suara Cashel menggema di Kamar Elizia.
Elizart berlari dengan langkah sempoyongan keluar kamarnya, betapa syoknya Elizart melihat Elizia berada di Atap Kastil Kamar Elizart.
"bagaimana? kau sudah siap?". tanya Cashel dari atas sedangkan Elizart memaki ke arah Cashel yang tak terlihat.
Bruughhh...
"aahh...? tidaakk.. ELIZIAAA....!!". jerit Elizart berlari mengejar Putrinya dijatuhkan oleh Cashel dari atap Kastilnya sendiri.
Elizart berhasil menangkap Elizia tapi tubuhnya mengalami luka-luka karna menyelamatkan Elizia yang jatuh dari ketinggian tidak biasa, Elizia benar-benar akan mati tadi jika Elizart tidak menolong anaknya itu.
"Monster.. kau lebih mengerikan dari Iblis !!". Elizart terbata-bata melihat ke langit seolah ada Cashel diatas sana.
Cashel tertawa terbahak-bahak, "bukankah kau yang menantangku? mana tawamu tadi saat menjatuhkannya dari kamar itu? ayolah tertawa lagi ! aku akan membuat anakmu terjatuh lagi supaya kau bisa tertawa".
Elizart berteriak meminta maaf pada Cashel karna Elizart tidak punya kekuatan lagi untuk menangkap tubuh Elizart yang masih demam tinggi jadi tidak sadarkan diri.
Elizart terus memohon karna Ia tidak mau Elizia sampai mati dan perjuangannya menjadi sia-sia.
"itu hanya ancaman kecil untukmu, jika kau berani menyakiti Putri Diana walau hanya ujung kukunya saja aku akan balas ke Anakmu itu dengan rasa sakit yang serupa, aku tidak pernah main-main dengan perkataanku". kata Cashel menggema.
Elizart bersujud meminta ampun pada Cashel dengan segala sisa tenaganya, Ia tidak peduli apapun lagi karna benar-benar takut Elizia mati dan segala impiannya hancur.
Cashel tak lagi bersuara, Elizart merasa kalau Cashel sudah pergi lalu dengan gemetar Elizart memeluk Putrinya yang belum sadar sebab masih demam tinggi.
"maafkan Ibunda nak". Elizart benar-benar takut dengan apa yang menimpa anaknya tadi.
Elizart berjanji akan meletakkan tahta pada anaknya lewat cara lain tanpa harus menyakiti Diana, Elizart merasa takut pada hantu yang menjaga Diana benar-benar kejam dan tak memberi celah bagi Elizart untuk bernafas saja.
.
Irina masih memeluk Diana sedangkan Gadis itu masih memikirkan Cashel.
"Cashel?". Diana mendongak ke arah Cashel saat Pria mata Elang dengan bola mata Violet itu menunjukkan wujudnya.
__ADS_1
Irina segera melepaskan pelukannya dari Diana lalu bersujud di kaki Cashel dengan kata-kata yang sama yaitu berterimakasih.
"hmm..! aku yang membuat Nonamu dalam bahaya". kata Cashel.
"tidak Tuan..! Nona memang selalu dalam bahaya bahkan sebelum Tuan ada disisi Nona". kata Irina dengan nada gemetar takut membayangkan jika Cashel terlambat menyelamatkan Diana.
Diana berdiri lalu sedikit pincang berjalan ke arah Cashel yang menatap tajam kaki dan leher Diana, Cashel tau kalau kaki serta leher Diana memerah.
"Cashel? ap.. apa kamu membunuh Ibu?". tanya Diana tergagap.
"aku membunuhnya". jawaban Cashel membuat Diana melebarkan matanya.
"kenapa? aku tidak mau kamu terlibat hukuman di kastil ini Cashel, kamu tidak tau kalau para pejabat disini berpihak padanya". Diana tampak mengkhawatirkan Cashel.
Cashel melangkah ke arah Diana lalu ibu jari serta jari telunjuknya mengangkat dagu lancip Diana dan Cashel tanpa ragu mendekatkan bibirnya di leher Diana lalu mengecup leher Diana hingga Gadis itu membeku, Diana merasa aliran listrik menyentrum sekujur tubuhnya sehingga tidak bisa bergerak.
"lehermu hampir putus". kata Cashel yang detik itu juga luka ditubuh Diana langsung sembuh tanpa meninggalkan jejak.
Diana yang tadinya membeku mendengar kata-kata Cashel pun memegang lehernya, "apa obatnya harus dicium?". tanya Diana.
"maaf aku membuatmu dalam masalah, sekarang aku pastikan tidak akan ada yang menyakitimu lagi". kata Cashel dengan serius.
Diana terdiam saat Cashel memegang tangannya, "kamu akan melindungiku? tapi kenapa? aku tidak apa-apa kok!! jangan buat aku semakin banyak berhutang budi padamu". cicit Diana menundukkan pandangannya.
Cashel mengecup punggung tangan Diana, "kalau begitu tunjukkan pada Dunia bahwa kamu sudah sembuh Putri Diana..! aku akan menjagamu". kata Cashel dengan lembut.
Diana mendongak menatap Cashel tak percaya, "ta.. tapi aku belum kuat". bela Diana.
"aku akan melindungimu kamu hanya perlu berani dan kuat itu akan terlatih sendirinya". jawab Cashel.
"apa itu yang kamu inginkan?". tanya Diana dan Cashel mengangguk serius.
Diana pun mengangguk patuh, entah mengapa Diana patuh sekali pada teman baiknya itu lalu Cashel langsung memeluk Diana.
"aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau aku terlambat datang tadi, kamu pasti membenciku walaupun aku menghidupkanmu lagi". ujar Cashel dengan nada pelan.
Diana awalnya kaget dipeluk oleh Cashel pun tersenyum, "aku tidak akan menyalahkanmu Cashel, kamu yang membuatku menjadi hidup, aku bisa melihat keindahan alam, berjalan normal dan bicara tanpa ada kesulitan karnamu". kata Diana dengan tulus.
.
.
__ADS_1
.