Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
sudah


__ADS_3

.


.


.


Cashel bekerja di Mansion setiap hari demi mengawasi Diana yang sedang hamil anaknya, tidak terasa hari ini sudah tepat 5 bulan kehamilan Diana yang sudah persis seperti wanita hamil 7 bulan.


"Beb?." kepala Diana tiba-tiba muncul dibalik pintu Ruanhan Kerja Cashel.


Cashel yang sedang sibuk segera bekerja segera meninggalkan aktifitasnya, Ia berdiri dan berjalan ke arah Cashel.


"kenapa sayang? ada yang kamu mau?." tanya Cashel.


"Rumah kita bagaimana Beb?." tanya Diana menyambut tangan suaminya itu.


Cashel merangkul Diana menuju Sofa dan mendudukkan Diana di Sofanya dengan perhatiannya Cashel membalik gelas yang ada lalu diisi air olehnya.


"ini minum". pinta Cashel.


Diana mengerucutkan bibirnya, "aku tidak haus Beb, aku mau tanya Rumah Kita." oceh Diana.


"minum." ucap Cashel lembut.


Diana pun meneguk air putih pemberian Cashel lalu meletakkannya setelah kosong sembari mengelap bibirnya menoleh ke arah Cashel.


"mau lihat?." tanya Cashel dengan cepat Diana mengangguk-ngangguk semangat.


"mungkin masih 20% sayang, yakin masih mau lihat? mereka masih sibuk menggali tanah untuk Ruangan bawah tanah kita." sambung Cashel lagi.


Diana terdiam beberapa saat, "kok belum jadi sih?." tanya Diana seperti protes.


Cashel terkekeh, "sayang? kemarin ada pekerja nya sakit tapi orang itu tetap bekerja keras karna tidak mau gajinya berkurang."


"loh?? emang sakit apa? berapa lama sembuhnya?." tanya Diana.


"1 bulan, mereka terlalu bersemangat bekerja dengan gaji yang aku tawarkan sampai sakit tapi aku sudah tanggung biaya kesembuhan mereka, mereka sudah kembali bekerja lagi." jelas Cashel.


Diana manggut-manggut, "ya udah deh..! tunggu udah siap aja."


Cashel tertawa mengusap kepala Diana, tiba-tiba Diana mendekati Cashel hingga Cashel kaget tapi tidak mengelak.


"hmmm? hmm? yuukk!" ajak Diana dengan ambigu.


Cashel tertawa terpikal-pikal sedang Diana mengerucutkan bibirnya memeluk Cashel dengan manja tak lupa mendusel-duselkan sebagian wajahnya dibahu Cashel.

__ADS_1


"Beb?? aku kangen!!." rengek Diana.


"iya sayang..! aku kunci dulu Ruangan kita ya?." bujuk Cashel.


Diana seketika sumringah, Cashel tidak heran lagi Diana yang kekanakan tapi saat ini baru Cashel rasakan ternyata Diana bisa juga meminta hal seperti itu.


hubungan mereka semakin erat sementara Bubby belum muncul juga walau kandungan Diana masuk 5 bulan, Cashel benar-benar menjadi manusia tidak waras.


di tempat lain,


"Bundaaa??." rengek Bubby.


Crystal dan Alex menggeleng kepala dengan rengekan Bubby.


"aku mau kembali lagi ke Mansion..! bujuk Kakak dong Bunda." pinta Bubby.


"Kakak sih?? siapa suruh cari masalah sama Kakak ipar udah tau kak Cashel tergila-gila sama Kakak ipar masih aja di usili." ceramah Tyara.


Bubby mendengus, "Papaa?? beri pelajaran sama Kak Cashel lah..!" bujuk Bubby ke Alex.


"apa kau tidak waras son? kau tau sendiri Kakakmu itu punya kekuatan super sudah jelas Papa yang macho ini akan kalah, lagian apa yang Tyara katakan memang benar ! ngapain kamu bisa bertindak bodoh seperti itu." ujar Alex malas.


Crystal menghela nafas panjang, "kamu harus terima hukumanmu sayang..! kamu sudah keterlaluan, apa kamu pernah melihat Kakakmu semarah itu? masih syukur dia tidak membunuhmu."


Bubby memutar bola matanya dengan malas, "Bunda..? Papa..? Tyara..! Bubby mana tau kalau Kakak ipar akan menangis sedrastis itu, aku pikir Kakak Ipar pasti marah-marah saja."


"aduuuh..! Bundaa??." keluh Bubby mengelus kepalanya.


"apa kamu pikir Diana mau marah-marah seperti perempuan yang kamu kenal begitu?." omel Crystal dengan mata melotot.


"ckkk...! udah jelas Kakak Ipar lagi hamil." celutuk Tyara.


Bubby tinggal di Apartemen mewah tapi tetap saja Pria itu bosan tinggal sendirian, Bubby tidak sama seperti Cashel yang betah sendirian sementara Bubby yang pada dasarnya Usil tidak punya siapapun untuk diusili.


"kalau begitu Papa akan carikan Pelayan untukmu." ujar Alex.


"tidak butuh Pelayan...! Bubby bisa bekerja sendiri." dengus Bubby.


mereka berbicara cukup lama, Bubby ingin sekali berkumpul dengan Keluarganya lalu mengusilinya tapi karna Cashel semua terpenjara bagi Bubby.


"bukankah Bubby sudah berjanji padanya?." protes Bubby.


Alex, Crystal dan Tyara pura-pura tidak dengar lalu pergi dari Apartemen Bubby yang kini telah tinggal seorang diri.


sebenarnya Cashel memang kejam tapi watak Bubby itu sangat keras kepala, penyakit Usilnya itu tidak akan pernah jerah walau di masukkan ke dalam kandang Ulat sekalipun. jadi, tak heran lah mereka semua mengerti mengapa Cashel memberi hukuman seperti itu ke Bubby.

__ADS_1


"huuhhhh..! apa yang aku kerjakan disini??." Bubby meraup wajahnya frustasi.


Bubby keras tapi Cashel lebih keras lagi, Bubby tidak berani melawan kakaknya bukan berarti tidak berani mengusilinya, maka nya Cashel menutup akses itu demi kebaikan bersama.


.


.


sudah cukup lama Bubby berdiam diri di Apartemen itu terkadang Ia bekerja dengan wajah samaran namun tidak membuatnya senang.


beberapa bulan kemudian,


"huh...! sudah 8 bulan aku disini..! apa tidak ada kerjaan lain coba? kapan Kakak Ipar melahirkan? malah Kak Irina yang duluan." gerutu Bubby.


di Mansion Asiantama,


Diana berkali-kali bertanya tentang Bubby pada Cashel juga merengek ingin ke Rumah Sakit menemui Irina, tapi Pria itu selalu saja mampu mengalihkan perhatian Diana. kini Diana langsung melupakan pertanyaannya tentang Bubby dan Irina saat Cashel mengajaknya melihat Rumah Baru mereka di Pulau Nethal.


"wahhh...!!" Diana memekik melihat Rumah nya yang tak jauh dari Rumah Irina.


Irina sudah melahirkan saat usia kandungannya genap 7 bulan, bayinya prematur jenis kelamin laki-laki sedang berada di Rumah Sakit dalam perawatan. Pulau Nethal sedang tidak ada di huni Keluarga Cashel, sedangkan Diana tidak boleh berlama-lama di Rumah Sakit tentu tidak diizinkan oleh Crystal, Endang serta Dewi Par.


"perabotannya sudah berisi sayang." kata Cashel mengecup pelipis Diana.


Diana dituntun masuk ke Rumah baru mereka, Diana sampai tidak bisa berkata-kata dengan keindahan Rumah itu. entah kenapa sejak perut Diana semakin besar wanita cantik itu makin tidak betah bersantai-santai, Ia bahkan protes saat tidak diberi izin oleh Keluarganya menginap di Rumah Sakit menemani Irina.


"cantiknya!!." Diana terkesima dengan Rumah barunya itu.


Cashel setia menemani Diana kemana saja wanitanya itu mau, Diana tak bosan-bosan berdecak kagum sungguh Rumah barunya lebih indah dari ekspetasinya.


Cashel menautkan kedua alisnya melihat Diana yang terdiam, "kenapa sayang?." tanya Cashel lembut.


"aku kangen sama Irina..! apa aku tidak boleh juga kesana?." tanya Diana dengan lirih.


Cashel menghela nafas panjang, "tapi kamu lagi hamil besar sayang, nanti kalau Bayi Irina boleh Keluar dari Rumah Sakit kita akan menginap di Rumah ini bagaimana?."


Diana melebarkan senyumnya, "bolehkah?."


"tentu saja sayang..! Keluargaku hanya memikirkan kebaikanmu dan anak kita, kenapa kamu jadi suka membantah mereka hmm? aku pikir kamu menantu yang paling patuh serta penurut." gemas Cashel.


Diana mengelus perutnya, "aku tidak tau hati aku kesal saja Beb."


Cashel tertawa melihat wajah merasa bersalah Diana padahal Keluarganya tau Diana seperti itu karna kehamilannya itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2