
.
.
.
Cashel menoleh ke Diana dan tersenyum lembut mengangkat lengannya yang dielus oleh Diana lalu tangan itu mengusap kepala Diana.
Diana menatap Cashel seperti minta jawaban, "kenapa Cash? apa makin parah? tidak bisa disembuhkan?". tanya Diana lagi.
"aku akan lihat". jawab Cashel lalu Diana menganggukkan kepalanya.
Cashel melangkah mendekati ranjang berbalut intan dan perak itu sedangkan Rajab merangkul bahu En yang sedang penuh harap memegang kedua tangannya.
Cashel memegang pergelangan tangan Erika Ababa lalu nadi dilehernya, "kalau aku menyembuhkannya dengan mudah nanti semua orang akan mencariku, aku harus persulit mereka supaya hal itu tidak akan merepotkanku kedepannya". batin Cashel.
Cashel ingin menyembuhkan Erika tapi tidak boleh dipermudah begitu saja, manusia memiliki sifat serakah yang tidak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya.
Cashel menghela nafas berat lalu memutar kepalanya ke En yang segera berjongkok padahal Ia seorang Ratu begitu juga Rajab yang tak peduli dengan reputasinya.
"Tuan? apa Putri saya tidak bisa sembuh?". tanya En dengan berkaca-kaca.
Cashel melihat ke arah Diana yang juga tampak penasaran dengan pemeriksaannya.
"Tuan?". Rajab juga menyapa Cashel.
Cashel menatap pasangan suami istri itu yang tampak menderita lalu menggeleng kepalanya pelan membuat En menangis memeluk Rajab yang ikut berkaca-kaca sedih, Diana membekap mulutnya tidak percaya.
"aku ingin jelaskan pada kalian bahwa aku bisa menyembuhkan kecacatan seseorang tapi jika manusia yang nyawanya sudah ditangan malaikat pencabut nyawa aku benar-benar tidak bisa, apa kalian tidak memikirkan perkataanku sebelumnya? tapi kalian membuatku datang pada kalian, kalian pikir aku tidak marah dengan permainan kalian? jika Diana tidak memintaku aku tidak akan lakukan hal tidak berguna ini".
"aku tidak peduli kalian seorang Raja dan Ratu sekalipun, dimataku kalian hanya manusia serakah yang tidak bisa puas dengan apa yang kalian miliki".
perkataan pedas Cashel membuat En dan Rajab terduduk lemas dilantai, mereka terisak meminta jalan keluar pada Cashel bahkan Diana pun menangis saat En mengemis padanya untuk membujuk Cashel.
orang sombong dan angkuh memiliki kelemahan yaitu darah dagingnya sendiri, orang yang dulu menghina Diana dan merendahkan Diana kini tak lebih dari seorang Pengemis tapi Diana tidak tertawa ataupun senang melihat penderitaan En dan Rajab malah membuatnya sedih.
__ADS_1
Cashel memijit pelipisnya, "sungguh mereka merepotkan sekali..! apa salahnya mereka melepaskan saja anaknya ini". batin Cashel yang memikirkan ketenangannya dimasa depan.
Cashel ingin menyelamatkan Erika Ababa tapi kalau dipikir-pikir lagi gadis itu seorang Tuan Putri dan ketenangan Cashel kedepannya pasti akan dalam terguncang.
"apa tidak bisa dikurangi dari umurku saja Cash?". pertanyaan Diana seperti pisau tajam menusuk Cashel tapi tidak berdarah.
Cashel menoleh ke Diana yang tampak berkaca-kaca memandangnya lalu menoleh ke En yang terisak-isak mendengar kebaikan hati Diana begitu juga Rajab meminta dipindahkan umurnya pada Putrinya.
Cashel menghela nafas berat lalu mereka tidak berbicara apapun selama hampir 1 jam, mata En sudah bengkak dan Rajab juga beberapa kali menghapus air mata nya padahal sudah tidak ada sejak tadi menangis saja berbeda dengan perempuan yang takdirnya memang punya banyak air mata.
"apa Deniel mau mengorbankan dirinya?". tanya Cashel memecah keheningan.
tidak ada jawaban kedua pasangan itu menangis meminta nyawa mereka saja digantikan,
Cashel memukul tempat tidur Erika tak peduli dari barang perak dan Emas atau berlian pun, seketika mereka semua terdiam dengan sesegukan.
"apa kalian sengaja mempermainkanku? apa permintaanku terlalu sulit?? aku sudah bilang kalian tidak ditakdirkan punya 2 Matahari, jika aku menyelamatkan nyawa Putrimu maka Putramu akan menjadi taruhannya, dia penganut sihir hitam". kata Cashel seketika membuat Rajab memandang Cashel.
"ha? sihir hitam?". gumam Diana.
DEG...!!
"inilah alasan anak itu tidak berani melihatku bukan? karna aku sudah tau rahasianya". ujar Cashel lagi dengan dingin.
Rajab mengepalkan tangannya, "kenapa dia sekejam itu pada adiknya sendiri?". gumam Rajab.
En menangis histeris sedangkan Diana membekap mulutnya rapat-rapat, Cashel sebenarnya bisa membebaskan lingkaran sihir itu tanpa merusak si pembuat sihir tapi masalah besar akan menimpa kakak adik itu yang pada akhirnya gadis ini akan mati juga.
alasan En dan Rajab tidak ditakdirkan punya 2 Matahari karna akan ada perebutan tahta diantara keduanya namun yang pantas menjadi penerus tahta selanjutnya adalah Putri Erika Ababa yang mencintai Rakyat dibanding Deniel yang mementingkan pejabat dan menyusahkan Rakyat nanti. Cashel hanya membantu Erika Ababa dengan menutup pintu bagi Deniel.
"kalian pikirkan lagi..! aku muak dengan keserakahan kalian". kata Cashel lalu merangkul pinggang Diana dan menghilang dari pandangan mereka.
Rajab dan En bangkit dari duduk mereka, sungguh Rajab tidak tau akan kebusukan Putranya sendiri begitu juga En yang tidak menyangka akan perbuatan jahat Deniel yang terlihat sangat menyayangi Erika tapi rasa obsesinya akan tahta mengalahkan rasa sayangnya pada Erika hingga tega melakukan hal seperti itu.
kedalaman hati seseorang tidak pernah ada yang tau, kini mereka harus memikirkan semuanya dengan baik walau sangat berat tapi mereka juga tidak mau kehilangan Putrinya itu.
__ADS_1
.
"kenapa hmm?". tanya Cashel menangkup kedua pipi Diana yang menangis meminta maaf padanya.
"aku sudah tebak dari awal Pangeran Deniel sangat jahat, dia haus akan tahta bahkan ingin menguasai tempat ini juga dengan menawarkan pertunangan denganku, saat aku cacat dia minta ditunangkan dengan Elizia, dari kecil sorot mata nya benar-benar tidak baik sebelum aku buta". ujar Diana masih terisak.
Cashel tersenyum mencium kedua mata Diana bergantian, "aku akan memberinya pelajaran yang setimpal sayang, dia sangat ingin memiliki kekuatan".
Diana mendengarkan Cerita Cashel saat membaca pikiran Deniel ketika Cashel dan Diana ada di Istana mereka, sungguh Diana tidak menyangka betapa busuknya Deniel.
"jadi dia akan cacat?". tanya Diana dan Cashel mengangguk.
"hanya itu cara supaya dia berhenti dari kejahatannya". jawab Cashel.
"lalu bagaimana ilmu sihir hitamnya? apa tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri?". tanya Diana.
Cashel tertawa tapi Diana memukul bahu Cashel karna Ia memang penasaran akan hal itu.
"ilmu hitam tidak ada yang baik sayang, ilmu hitam hanya bisa membunuh, menyakiti dan merugikan orang lain pasti tidak akan pernah bisa menyembuhkan siapapun walau diri dia sendiri menguasai ilmu hitam". jelas Cashel serius.
"itu sebabnya sihir hitam disembunyikan karna dianggap kejahatan yang besar, iya kan?". lanjut Cashel lagi.
Diana mengangguk-ngangguk karna sedikit berbeda dengan dunia dongeng, Cashel menciumi punggung tangan Diana karna ini dunia nyata bukan dongeng.
.
malam-malam sekitar jam 02.06,
Elizia membayar 20 Pria dari komplotan penjahat elit untuk menghabisi Putri Diana, Ia tidak bisa menahan diri untuk membiarkan Diana bersikap sombong ditambah Bart sedang berpihak pada Putri Diana.
sedangkan sosok yang ingin dihanguskan oleh Elizia tidak berada di Kastilnya, Diana tengah meringkuk manja memeluk Cashel di Kontrakan Cashel begitu juga Cashel yang bisa tidur pulas memeluk Kekasihnya tanpa melakukan hubungan apapun, walau ranjang Cashel kecil tapi tidak membuat mereka terganggu akan hal itu malah semakin romantis.
.
.
__ADS_1
.