
.
.
.
Cashel memeluk Diana dari belakang, Diana awalnya kaget tapi mencium aroma khas Cashel membuatnya tersenyum langsung berbalik arah.
"kamu udah pulang ya?" senyum lebar Diana.
"maafkan aku sayang, kenapa kamu tidak menghubungiku hmm? apa harus mogok makan? nanti kalau sakit gimana?." cecar Cashel.
Diana tersenyum lebar, "aku pikir kamu sibuk jadi aku tidak berani makan, Keluargamu sangat baik padaku tapi hatiku tidak bisa tenang kalau suamiku belum makan."
Cashel menghela nafas berat lalu memeluk Diana dengan mesra dan bibir seksinya itu terus saja meminta maaf hingga Diana tersenyam-senyum saja.
terkadang Diana heran mengapa semua orang takut pada Cashel malah saat bersama Diana suaminya itu menjadi orang yang paling baik dimatanya, Cashel salah sedikit saja meminta maaf. padahal, Diana juga yang salah bersikeras tidak mau makan karna takut Cashel belum sarapan tapi tidak mau menghubungi Cashel yang sedang sibuk.
"aku janji akan menghubungimu kemana aku pergi demi memastikan kamu udah makan sayang, lain kali jangan seperti ini ya?." Cashel melepaskan pelukannya sambil menangkup pipi Diana.
Diana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sangat cantik dan dengan manjanya Ia kembali memeluk Cashel.
"aku rindu aroma tubuhmu Beb." kata Diana membuat kening Cashel berkerut tapi tidak berpikir yang tidak-tidak hanya heran saja.
"aku buatkan makanan untukmu ya." Cashel mengecup puncak kepala Diana yang mengangguk semangat.
Cashel menggenggam mesra tangan Diana kembali ke Ruang tamu mengabaikan Keluarganya yang menatap mereka berdua dengan kekehan, Diana melambai tapi ditarik lagi oleh Cashel dengan alis mengkerut.
"nanti saja sapa mereka, mereka semua sudah sarapan." peringatan Cashel membuat yang lainnya tercengang.
Diana yang kikuk jadi mengikuti Cashel sedang Bubby dan yang lainnya saling pandang.
"apa dia ngambek sama kita Pa?." tanya Tyara ke Alex dan Alex balas anggukan pelan sambil menatap punggung Cashel dengan datar.
"marah dia." gumam Indiro.
"kita jadi keliatan kejam padahal udah bujuk Diana sarapan." Dewi Par menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"sudah aku bilang kan? kita seharusnya tidak usah sarapan juga." omel Bubby.
__ADS_1
"Eyang butuh nutrisi." sambung Endang tidak bisa kalau pagi itu tidak sarapan.
"sudahlah..! lebih baik kita ke Rumah Ibunda dan Ayah, ngapain kita jadi pelampiasan anak yang lagi gila karna Istrinya tidak makan." Crystal mengakhiri keluhan masing-masing Keluarganya.
"setuju." sahut mereka semua bergembira melupakan sensian Cashel.
.
"mau kemana?." tanya Cashel saat Diana meminta izin padanya mau keluar membeli sesuatu.
"katakan apa." tanya Cashel.
Diana heran, "apa aku tidak boleh keluar Beb?." tanya Diana berkaca-kaca.
Cashel seketika panik dan geleng-geleng kepala langsung menggendong Diana menghilang menuju Mobil di Parkiran Perusahaannya, Diana celingukan tapi langsung pasang seatbelt juga.
Cashel menghela nafas lega melihat Diana tidak jadi menjatuhkan air matanya, "ada apa dengan Diana? ada yang berbeda dengan Diana."
Cashel menemani Diana belanja di Mal, Ia tidak mau jauh dari Diana walau hanya sejengkal hingga beberapa orang berpikir Cashel bucin parah sama Putri Diana tapi Cashel mana peduli yang penting tujuannya menjaga Diana.
"waah..? itu Beb..! aku mau." rengek Diana menunjuk-nunjuk boneka burung hantu yang ada dalam kotak.
Diana terpekik senang mendapatkan boneka itu lalu tiba-tiba Ia menangis tersedu-sedu dan semua orang melihat ke arah mereka, Cashel panik sehingga raut wajahnya yang cemas bertanya ke Diana membuat setiap orang yang mendengar merinding seketika.
betapa berharganya Diana bagi Cashel, mereka segera menjauhi Diana bukan karna ingin tertawa tapi tidak mau disalahkan oleh Cashel membuat kekasih hatinya menangis, mencari masalah dengan Cashel adalah petaka.
"a.. aku hanya terharu Beb..! dulu aku tidak pernah mendapatkan apa yang aku mau tapi sekarang aku tinggal tunjuk aja kamu langsung berikan padaku." kata Diana sesegukan.
Cashel menghapus air mata Diana lalu mengecup kedua mata Diana, "iya sayang iya .. jangan nangis lagi ya?."
merasa tenang Cashel membawa Diana ke Dokter terdekat lalu memberi tau perubahan Istrinya, Cashel takut Diana terbentur sesuatu atau minum sesuatu tanpa sepengetahuannya.
si Dokter wanita tersenyum ramah, "maaf Tuan..! sebaiknya Nona jangan diperiksa disini silahkan Anda pergi ke Klinik paling kiri dari sini, disana lebih rinci dan jelas."
aneh bin ajaib Cashel tidak marah malah dengan sabar membawa Istrinya ke Klinik yang di beritau oleh Dokter tadi.
"Beb? aku benar-benar tidak sakit." ucap Diana yang sudah kesekian kalinya.
"tidak bisa sayang..! aku merasa ada yang salah dengan hormonmu, kita periksa ya? masa iya kamu melabrak orang hanya karna tidak suka parfumnya." omel Cashel sembari melangkahkan kaki membawa Istrinya ke tempat yang di rekomendasikan.
__ADS_1
Cashel mematung melihat judul Ruangan itu adalah Klinik Kandungan.
"apa ini? apa aku salah tempat?." Cashel mengedarkan pandangannya dan tidak ada tempat lain lagi disebelah kiri selain Klinik itu saja.
"Kandungan?." gumam Diana lalu berbinar seketika, "apa aku hamil?." pekiknya gemas.
Cashel melebarkan matanya ke Diana tapi Istrinya itu sudah berlari memasuki Klinik itu tanpa menunggu Cashel padahal tadi tidak mau masuk.
"hamil?." gumam Cashel juga ikut masuk betapa terkejutnya Dokter Kandungan yang sedang menyapa Diana ada Cashel.
"aah..? tidak usah takut bu Dokter Cha, dia suami saya." kata Diana tersenyum lebar.
Dokter Cha pun berdehem berusaha bersikap Profesional sedang Cashel berjalan seperti kaku hingga duduk disamping Diana.
"ekhemm." Dokter Cha sampai segan duduk didepan Cashel.
Diana langsung to the point, "tadi suami saya mengantar saya ke klinik Psikolog dan katanya saya harus diperiksa kesini."
Dokter Cha pun izin menghubungi Dokter Psikolog lalu mendengar penjelasan rekannya itu sebab Cashel seperti patung tak bersuara sedikitpun sedang berpikir apakah Diana hamil atau tidak.
Diana diperiksa oleh Dr. Cha yang ternyata memang benar sudah hamil 5 minggu bahkan dokternya sampai heran apa Diana tidak merasakannya.
"saya tidak tau Dok." cengir Diana.
Diana mengira tubuhnya makin berisi dan perutnya seperti itu karna banyak makan tapi lagi malas berolahraga, Diana benar-benar tidak tau kalau Ia sudah mengandung di Yunani saat itu.
"selamat Tuan..! anda akan segera menjadi seorang Ayah." kata dokter Cha diberani-beranikan.
"apa Istriku memang hamil?." tanya Cashel.
"benar Tuan Muda saya tidak menyangka Nona tidak menyadarinya malah anda yang tau perubahannya, saya rasa bayi dalam kandungan Nona kelak tidak akan menyusahkan Mama nya." kata Dr. Cha.
Diana mengelus perutnya, "aku hamil anakmu suamiku."
Cashel melihat perut Diana dengan tatapan sulit diartikan, Cashel akan menjadi seorang Ayah? apakah Ia bisa? bahkan Ia tidak tau bagaimana cara melukiskan Perasaannya kini.
.
.
__ADS_1
.