Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
kehilangan kalung


__ADS_3

.


.


.


Tyara terkikik melihat wajah datar Bubby memandang Papanya, Ia mengambil salah satu chickennya lalu memberikan potongan itu di mulut Cashel yang langsung menggigitnya.


"ini Papa." racau Bubby dengan buas menggigit ayam itu.


Alex menelan salivanya bersusah payah, Crystal dan Tyara tertawa lebar melihat cara Bubby balas dendam sungguh lucu berhasil membuat Alex pucat.


sebenarnya Alex sangat kuat tapi dibanding dengan kedua anak laki-lakinya tentu saja Alex kalah banding, Alex di masa ini hanya manusia biasa.


"aku akan melindungimu sayang." bisik Crystal.


Alex seketika sumringah membuat Bubby memutar bola matanya dengan jengah karna tau apa yang Crystal bisikkan pada Papanya.


"dasar manja." gerutu Bubby.


"kakak manjanya sama aku aja!." kata Tyara membelai kepala Bubby.


"huuh" Bubby membuang muka dari Tyara yang tertawa cekikikan.


.


Malam harinya tepatnya Kamar Diana,


Diana memeluk Cashel dengan manja, "aku tidak sabar menunggu calon bayiku lahir dimuka bumi ini." ucap Diana.


"kenapa tidak mau ke kamarku sayang?." tanya Cashel merasa gemas dengan Istrinya.


"Beb..? aku merasa sesak melihat buku-bukumu..!" gerutu Diana dengan rengekannya.


Cashel tertawa lalu menawarkan diri untuk memindahkan semua itu tapi Diana menolak malah meminta Kamar itu di ubah menjadi Ruangan Cashel saja sementara sang suami tinggal di kamarnya saja.


"baiklah sayang..! aku akan pindahkan baju-bajuku kesini." bisik Cashel yang memang patuh pada Istrinya itu.


"besok Ayah jadi mau kesini?" tanya Diana mendongakkan pandangannya.


"iya..! kenapa Ayahmu makin lama makin perhitungan Sayang? aku merasa dia semakin pelit saja." kekeh Cashel.


Diana menyeringai lebar, "aku pernah memberi Ayah uang saku tanpa dia minta tapi saat aku beri dia begitu sumringah menyimpan uang itu untuk usaha."


Cashel menggeleng kepalanya dengan bibir tersenyum, "dia juga bilang semuanya untuk usaha tapi usahanya apa? aku tidak lihat dia punya Usaha."


"besok kita tanya." Diana kembali memeluk Cashel.

__ADS_1


terkadang saat Diana sendirian di Kamar mandi Ia menangis haru, betapa bahagia nya ia saat ini telah menjadi Istri Cashel yang sangat mencintainya ternyata apa yang Ibundanya katakan didalam mimpi memang benar.


"tunggu sayang..? mana kalungmu?." tanya Cashel merasa leher Diana kosong.


"kenapa? bukankah biasanya..? ehhh?? dimana kalungku?." Diana meraba lehernya pun kaget tidak melihat kalungnya.


"tidurlah..! aku akan carikan kalungmu." bisik Cashel seketika membuat mata Diana terasa berat dan akhirnya tertidur pulas.


Cashel segera menyelimuti Diana mencium kening Diana lalu pergi menemui Keluarganya satu persatu yang sudah pada tertidur jadi terbangun karna Cashel, tidak ada yang tau dimana kalung Diana dan Eka mengatakan bahwa saat di Toilet Rumah Sakit masih melihat kalung Diana terpasang di lehernya.


"memangnya itu kalung apa sih kak? bukannya bisa dibeli lagi?." tanya Tyara mengucek-ngucek matanya.


"tau apa dirimu Tya..! kembali tidur." titah Cashel mengelus kepala Tyara.


Tyara melihat Cashel yang pergi meninggalkannya bersama Eka, Tyara penasaran lalu bertanya pada Eka dan mendapatkan jawabannya.


"loh..? kalau penting berarti kakak ipar sedang nangis dong?." kaget Tyara.


"pasti Tuan Muda membuat Nona tertidur Nona." jawab Eka sopan.


Tyara mengangguk-nganggukkan kepalanya, "semoga saja kalung peninggalan ibu nya kakak ipar ketemu ya.?" gumam Tyara lalu menguap lebar dan kembali memasuki kamarnya.


Eka pun masuk ke kamarnya tapi tidak bisa tidur selalu berdoa semoga saja kalung kesayangan Diana kembali, Eka sangat tau bagaimana sayangnya Diana pada kalung itu hingga Ia tidak mau melepaskan kalung itu dari lehernya walau hanya sedetik.


.


"haisssh..! sepertinya sudah ada yang bawa keluar dari Rumah Sakit ini, dimana aku mencarinya?." gerutu Cashel.


Cashel menggunakan segala kemampuannya tapi hasilnya nihil, lalu Ia datang ke Ruang CCTV dan melihat siapa saja perempuan yang keluar masuk dari Toilet Rumah Sakit.


"banyak sekali." gumam Cashel.


Cashel tidak menyerah mencari tau siapa saja sosok yang berhasil menemukan kalung Diana.


.


di tempat lain,


Bubby sedang mencari makanan di larut malam ke Luar dan bersiap kembali ke Mansion Asiantama lalu Ia tidak sengaja melihat seorang perempuan di tarik-tarik di jalanan, awalnya Ia malas ikut campur tapi tangisan gadis itu sangat mengganggunya.


ciittt...!!


keempat Pria yang memegang gadis itu seketika menoleh ke arah Mobil yang tadi melaju kencang tiba-tiba saja berhenti dan mundur ke arah mereka.


Bubby keluar dari Mobilnya, "lepaskan gadis itu!."


4 Pria berbadan besar itu tidak tau kalau Pria didepan mereka adalah Tuan Muda Asiantama juga walau bukan pewaris tahta tapi Bubby juga punya penghasilannya sendiri dan sangat di takuti kedua setelah Cashel.

__ADS_1


"anda jangan ikut campur Tuan..! gadis ini sudah di jual oleh Ayahnya sendiri kalah judi, jadi bukan urusan anda." kata salah satu Pria.


"Apa?? ada seorang Ayah yang menjual anaknya sendiri?." kata Bubby berdecak pusing.


Gadis itu menangis sambil meronta-ronta, "to.. tolong saya Tuan..! saya akan melakukan apa saja tapi saya mohon jangan biarkan saya dibawa oleh mereka..! saya tidak akan sanggup hidup jika mereka menjadikan saya wanita penghibur, saya masih ingin kuliah Tuan." isak tangis gadis itu.


Bubby memperhatikan gadis itu sepertinya masih muda lalu Ia menghela nafas berat, "berapa hutangnya?." tanya Bubby.


"anda mau menebusnya? tidak bisa..! Bos kami menginginkan gadis ini menjadi jal*ngnya." tolak salah pria dengan sombong.


Bubby menatap dingin mereka semua, Ia paling benci jika ada segerombolan Pria merendahkan perempuan.


"Tol.. tolong..! jangaaan... tolong...!" pekik gadis itu meronta-ronta.


Bubby seketika mengibaskan tangannya hingga 4 Pria yang tadi menarik paksa gadis itu terpelanting disegala arah, Gadis itu syok tapi dengan segala keberaniannya Ia melangkah terseok-seok ke arah Bubby dan bersembunyi dibelakang Bubby menarik ujung jaket Bubby.


"jika kalian mau memintanya temui aku di Mansion Asiantama." kata Bubby lalu meminta gadis menyedihkan itu masuk ke Mobilnya tanpa memegang gadis itu.


"A.. Asiantama?." bisik mereka menahan rasa sakit dengan wajah kian memucat.


"a.. apa itu Tuan Muda Cashel?."


"tidak mungkin." sahut yang lainnya.


mereka menahan rasa sakit itu kembali ke Mobil yang cukup jauh terparkir, tadi mereka sudah berhasil membawa gadis itu tapi masalah begitu saja terjadi entah bagaimana tiba-tiba gadis itu bisa lari sejauh itu dan mereka berempat yang panik berlari mengikutinya menggeret paksa gadis itu kembali ke Mobil hingga pertemuan tak terduga dengan Bubby.


di dalam mobil,


"dimana tempat tinggalmu?." tanya Bubby yang seketika gadis itu memohon untuk tidak membawanya pulang ke Rumah Ibunya ataupun Kos-annya.


Bubby yang kebingungan tidak mungkin membawa gadis itu ke Mansion Asiantama, bisa-bisa Keluarganya berpikir gadis ini adalah kekasihnya dan berakhir pernikahan, Bubby belum mau menikah karna usianya masih muda.


"aku terpaksa membawamu ke Apartemenku..! apa kau takut tinggal sendiri?." tanya Bubby.


"tidak apa Tuan Muda..!" jawab gadis itu lalu seketika mengeluarkan sebuah liontin bulan merah dan memberikannya ke Bubby.


Bubby menautkan kedua alisnya, "bukankah ini Punya Kakak ipar?." batin Bubby.


"dari mana kau menemukannya?." tanya Bubby.


"s.. saya temui di Rumah Sakit dan S.. saya pernah melihat salah satu Foto Nona Putri Diana memakai kalung itu, ja.. jadi saya simpan saja dan karna saya tau Tuan adalah adik Ipar Nona itu.. hm..? s.. saya titipkan benda ini sebagai rasa terimakasih saya Tuan..! ta.. tadi Ayah saya mau merampasnya untuk menebus hutang..? ja.. jadi Ayah saja menjual saya pada mereka."


Bubby menyimpan kalung itu karna tau benda itu berharga bagi Kakak iparnya dan tak banyak bicara pada Gadis itu yang terlihat masih syok dengan kejadian tadi walau sudah ditolong Bubby.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2