Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
gugup


__ADS_3

.


.


.


Jessica memandang Diana yang malu dengan kepala tertunduk, bagaimana bisa Cashel menemukan gadis unik seperti Diana.


"ayo kita duduk!". kata Rey disamping Jessica.


mereka semua segera mencari tempat duduk sebelum acara benar-benar di mulai, Diana sangat cantik dengan penampilan biasanya itu.


Cashel harus berpisah dari Diana dan Keluarganya sebab diharuskan baginya bersama Lionel ke Kursi khususnya sebagai mahasiswa yang akan lulus lebih cepat dari perkiraan.


"kakak cantik banget loh". Tyara disamping Diana yang menangkup pipinya sendiri.


"kamu jauh lebih cantik Tyara". Diana menusuk hidung Tyara dengan gemas tapi tidak menyakiti.


Tyara geleng-geleng kepala, "kakak jauh lebih cantik, hati kakak kok bisa putih banget sih?". cecar Tyara.


"putih apa? apa hati warna putih?". tanya Diana yang tidak mengerti penilaian keluarga yang punya kekuatan super itu.


Jessica dan Crystal memperingati Tyara untuk diam karna acara akan dimulai, terpaksa mereka semua diam tapi Tyara bergelayut dibahu Diana seperti kakak kandung perempuan, wajar saja Tyara manja seperti itu sebab sejak dulu Tyara ingin punya Kakak perempuan.


Irina diam-diam melihat Tyara yang sangat cantik kalau Irina perhatikan memang Tyara sangat mirip dengan Alex yang kini tengah merangkul mesra Crystal.


Crystal sepertinya sudah terbiasa dengan keributan di pikiran setiap manusia, Ia anggap sebagai radio rusak saja.


Soft melihat Diana yang di kelilingi oleh keluarga hebat itu pun menekuk wajah full make-up tebalnya.


"kenapa dia bisa seberuntung itu? apa dia memang jampi-jampi? ilmu hitam? aku penasaran kenapa dia bisa membuat seorang Tuan Muda Asiantama jatuh cinta pada gadis cacat dan buangan sepertinya". sifat Soft tak berbeda jauh dengan Elizia maka nya mereka bisa berteman baik.


Soft melihat sosok pria tampan yaitu Bubby tengah pamit seperti ada urusan, Soft mengikutinya dengan hati-hati namun Bubby merasakan bahwa Ia diawasi dan di ikuti.


"siapa yang mengikutiku? aku tidak punya musuh di negara ini". gumam Bubby penasaran namun enggan berbalik karna tempatnya sangat ramai.


Bubby pergi ke Toilet dan Soft menunggu didepan Toilet, ternyata Bubby keluar tidak memperlihatkan wujudnya sehingga tidak terlihat oleh Soft.

__ADS_1


"siapa ini? aku tidak kenal padanya". Bubby memperhatikan Soft dengan aneh sebab Ia memang tidak kenal sosok menor itu.


Bubby tiba-tiba memperlihatkan wujudnya membuat Soft memekik histeris, bahkan sampai tergelincir oleh heelsnya sendiri.


(Nae : translete kan saja langsung ya? anggap aja begitu wkwk)


"sedang apa kau mengikutiku?". tanya Bubby bersidakap dada.


Soft mengulurkan tangannya meminta bantuan tapi Bubby tidak merespon, alhasil Soft mencoba berdiri sendiri lalu ingin mengajak kenalan namun Pria mata Violet didepannya itu tidak mau berkenalan dengan Soft sebab Bubby sudah tau dari isi kepala Soft yang ingin memanfaatkannya saja.


"sorry..! aku tidak suka berteman dengan badut". sambar Bubby seketika membuat para lelaki yang hendak masuk Toilet Pria dan keluar Toilet Pria menertawai Soft.


masalah Bubby bisa menghilang? siapa yang tidak tau generasi mata Violet itu sangat hebat, sejak Cashel terkenal dikalangan rakyat kecil bersama Diana malam itu, berita Keluarga Cashel sudah menyebar dimana-mana yaitu kekuatan supernya namun tidak ada yang mengatakan Cashel bisa menyembuhkan orang.


Soft membelalak, "a.. aku bukan badut". pekik Soft dengan kuat.


"mana ada badut mau mengaku". kata Bubby dengan bahasa negara itu dan berlalu pergi.


Soft begitu malu sambil menangkup kedua pipinya, Ia berlari ke Toilet wanita dan berkaca melihat penampilannya yang dikatakan badut.


Bubby kembali ke acara Cashel dan Lionel serta Mahasiswa/i asing yang juga lulusan sama dengan Cashel hanya saja beda tingkat Sarjana dan beda jurusan.


Tyara tertawa cekikikan, "kakak lihat? dia sangat genit pada kakak". goda Tyara.


Diana menggeleng kepalanya, "dia hanya pandai menggoda, terkadang dia sangat percaya diri".


Tyara seketika menoleh ke Irina namun Irina yang melihat Lionel tiba-tiba memutar pandangan hingga matanya bertemu dengan mata unik Tyara yang tengah tersenyum tipis memperbaiki duduknya.


"ke.. kenapa Nona itu melihatku seperti itu?". gumam Irina merasa rendah diri.


acara terus berlanjut hingga Cashel dan yang lainnya mendapatkan piagam perhargaan serta foto bersama Dosen.


Cashel tanpa ragu berjalan ke arah Diana ditengah tatapan banyak orang lalu menggenggam tangan Gadis yang merajai hatinya, mereka foto berdua di depan fotografer dengan posisi mesra, awalnya Diana kaku tapi berkat godaan Cashel semua rasa kakunya buyar seperti ditelan angin.


si Fotografer pun tampak menyukai memotret pasangan itu bahkan izin membuat artikel tentang mereka dengan foto itu, Cashel mengizinkannya malah memilih foto yang akan muncul di media yang ternyata Pria itu seorang wartawan.


"sekarang giliran dengan kami Kak". Tyara tiba-tiba muncul merebut Diana dari Cashel.

__ADS_1


Foto Keluarga besar Cashel hanya bisa menjadi tontonan banyak orang, tidak ada yang berani mendekati Keluarga itu selain melihat dari kejauhan saja.


"ayo foto Kakak Ipar dengan Kak Cashel". pinta Bubby tanpa sadar sambil mengeluarkan kamera kecilnya.


Diana terkejut mendengar panggilan Bubby tapi Cashel malah menarik pinggang Diana dan memeluk Diana dari belakang menyandar di bahu Diana.


"ayo cepat foto! ". pinta Cashel.


Crystal dan Tyara pun tak mau ketinggalan mengeluarkan ponsel masing-masing memotret Diana bersama Cashel.


.


Diana keluar dari acara dengan jantung berdegub kencang, Ia seorang diri tanpa siapa-siapa dan disusul oleh Eka yang ternyata melihat Diana izin.


"Nona? bukankah Nona tadi bilang mau ke Toilet?". tanya Eka.


Diana mengusap dadanya, "aku jantungan Eka". sungut Diana mengatur pernafasannya.


Eka tersenyum, "Nona..? semua orang sangat iri dengan Nona tau, kenapa Nona bisa malu? kasihan Tuan Cashel terlalu lama menunggu Nona".


Diana mengangguk lalu saat berbalik Ia memekik ternyata ada Soft menyiram baju nya dengan Cappucino hangat namun Diana bukan kepanasan melainkan Karna kotor sementara acara belum sepenuhnya selesai.


"Sofftt?". pekik Diana dan Eka membekap mulutnya syok buru-buru Eka mencari tisu mengelap baju Diana yang kotor.


Soft terkejut sesaat, "ooh..! hebat ya? kau berani melawanku? mentang-mentang punya pacar Tuan Asiantama iyaa?". benyak Soft.


Eka mendorong Soft hingga terjatuh, "dasar badut..! kenapa kamu menyiram Nonaku?".


dikatai Badut seperti Bubby katakan tadi membuat muka Soft memerah, "apa kau bilang? beraninya pelayan rendahan sepertimu melukaiku? sekarang kau mengataiku badut? apa kau fikir aku sama dengan Nonamu yang seperti rakyat jelata itu ha?". maki Soft menggebu-gebu sambil berdiri.


"memang kenapa? Nonaku berpenampilan sederhana sangat cantik karna dia bukan badut tidak sepertimu, apa kau tidak berkaca Nona bangsawan? bibirmu tebal seperti digigit tawon dan belum lagi tompel besarmu itu, kenapa tahi lalatmu jelek sekali makin seperti Badut saja". kata pedas Eka sambil mendorong-dorong bahu Soft dengan jari telunjuknya.


Eka memang masih muda tapi soal buli membuli Ia sangat ahli, Ia manusia normal yang takut dengan hal diluar nalar seperti kekuatan super Cashel namun saat dipaksa menjadi Pelayan Diana ternyata sangat menyenangkan, bahkan Ia rela tidak digaji.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2