
.
.
.
tengah malam,
Cashel datang ke Kamar Diana,
"dimana dia?". batin Cashel yang tidak melihat seorang pun diranjang Diana.
Cashel mengedarkan pandangannya lalu menghilang dan muncul dibalkon kamar Diana, "disini juga tidak ada".
Cashel celingukan namun saat Ia balik badan baru Cashel kembali membalik badannya seakan melihat sesuatu tadi dan matanya melihat sosok Gadis yang tengah termenung di taman sambil menatap langit.
"apa yang dia lakukan tengah malam begini disana?". gerutu Cashel lalu menghilang dan muncul di belakang Diana.
Diana menatap langit dengan sendu, sungguh Ia tidak bisa tidur malam ini bahkan Irina bersikeras menemani Diana hingga Pelayan setianya itu tertidur di rerumputan beralaskan karpet dan ada selimut.
Diana tidak bisa melawan keras kepala Irina yang tetap saja ingin menemaninya walau dirinya sendiri kelelahan.
Diana tersentak saat pipinya dicium dari belakang oleh Cashel sontak saja Ia menoleh dan hidung mungil Diana mengenai bibir Cashel membuat jantung Diana berdebar kencang.
"sedang apa?". tanya Cashel berbisik ditelinga Diana dengan nada berat.
Diana memejamkan matanya mendengar suara Cashel walau jantungnya berdebar kencang, sebenarnya hal ini bukan pertama kalinya bagi Diana bisa berdebar seperti itu tapi karna Diana berpikir hal itu hanya kaget saja jadi tidak berpikir hal itu Cinta.
"hm..? a.. aku tidak bisa tidur". cicit Diana.
Cashel menyunggingkan senyum tipisnya, "mau jalan-jalan denganku sama seperti pertemuan pertama kita?". tanya Cashel mengulurkan tangannya.
"pertemuan pertama?". tanya Diana tidak mengerti.
"saat kamu menatap mataku, itulah pertemuan pertama kita". jawaban Cashel membuat Diana malu lalu mengangguk pelan karna Ia memang tidak bisa tidur.
Diana menoleh ke Irina namun hanya sekejab tiba-tiba saja Irina menghilang bersama selimutnya juga.
"dimana Irina?". tanya Diana.
__ADS_1
"di tempat yang aman". jawab Cashel yang tidak menjawab Irina pasti telah muncul di Kamar Lionel, entah apa yang akan terjadi saat mereka membuka mata.
Diana menurut dibawa Cashel entah kemana, Cashel membawa Diana ke Taman bermain biasa dan hal itu sangat menghibur Diana sama seperti pertama kali mereka berdua pertama kali saat Diana bisa berjalan dan melihat.
Cashel terus saja memandang Diana yang tertawa ke arahnya, Diana bahkan tidak berpikir bahwa Cashel mencintainya hanya menganggapnya teman padahal Cashel adalah Pria yang tidak punya hati dan tidak akan berbelas kasih pada siapapun.
Jika Keluarga Cashel melihat seorang Cashel menghibur seorang Gadis yang sedang bersedih sudah pasti Gadis itu adalah orang yang sangat penting bagi Cashel, Cashel tidak akan membuang waktu untuk hal yang tidak berguna kecuali Ia suka.
"aaahhh". Diana bersorak riang berlari dengan langkah lebar mengelilingi taman bermain itu.
Cashel tersenyum melihat Diana jauh lebih ceria dari sebelumnya, gadis itu tengah berbinar memandang sekeliling seperti merasa hidup padahal baru beberapa bulan yang lalu Gadis itu tidak punya semangat hidup.
"kapas". pekik Diana berlari ke Toko kecil permen Kapas tapi tidak ada yang jual karna Taman bermain itu tutup.
Cashel tiba disamping Diana, "mau?". tanya Cashel dibalas anggukan cepat oleh Diana.
Diana terperangah melihat Cashel memainkan Kekuatannya seperti seorang penyihir di dunia dongeng, hal itu membuat Diana gembira gadis bermata biru gelap itu memekik riang sambil mengepalkan tangannya didepan dada begitu senang melihat permen kapas keinginannya.
"ini". Cashel memberikannya ke Diana yang memancarkan rona bahagia menerima permen kapas itu.
"terimakasih". ucap Diana dengan riang dan Cashel mengangguk dengan tawa nya yang memperlihatkan gigi rapinya melihat betapa riangnya Diana hanya karna permen kapas bukan emas atau berlian.
"tadi senang aja kok sekarang sedih?". tanya Cashel melihat Diana menundukkan kepalanya.
"aku senang memiliki teman sepertimu Cashel, aku tidak tau apakah aku akan mendapatkan teman lain sepertimu setelah kamu pergi nanti". cicit Diana sambil melihat jemari tangannya yang bertautan gelisah.
Cashel menyunggingkan senyumnya, "bukankah aku sudah menawarkanmu untuk ikut denganku, aku akan membesarkanmu disana". kata Cashel.
Diana diam lalu Cashel bertanya apakah Diana ragu padanya namun Diana dengan lirih mengatakan segala ketakutannya.
Cashel mengangkat dagu lancip Diana hingga menghadap ke dirinya lalu bibirnya Cashel mengecup bibir Diana yang terbelalak seketika.
"C..Cashel?". Diana tergagap memandang Cashel yang menciumnya.
"kenapa? bukankah kamu juga pernah menciumku?". pertanyaan Cashel membuat Diana malu.
"a.. aku tidak sengaja saat itu, tapi kamu sengaja". ujar Diana dengan hati-hati.
Cashel tersenyum lalu kembali mencium bibir Diana, Diana memejamkan matanya dengan kaku karna Ia tidak tau harus berbuat apa, jantungnya berdebar tak karuan.
__ADS_1
"apa yang kamu rasakan saat berciuman denganku?". tanya Cashel begitu lembut mengusap bibir Diana dengan senyuman tampannya.
"ja.. jantungku seperti meloncat-loncat". jawab Diana dengan jujur sambil menundukkan pandangannya melihat bibir Cashel dari dekat memang sangat seksi.
Cashel terkekeh, "aku juga". kata Cashel membuat bola mata Diana membulat memandang manik mata Violet Cashel.
"aku bukan pria yang mau dekat dengan siapapun jika aku tidak tertarik dengannya Putri Diana, aku jatuh cinta padamu dari pandangan pertama". ungkap Cashel dengan tatapan lembutnya masih mengelus bibir Diana.
Diana membuka bibirnya tak percaya Pria seperti Cashel jatuh Cinta pada gadis cacat sepertinya.
"ba.. bagaimana bisa?". tanya Diana seolah tidak mempercayainya.
"karna aku suka". jawab Cashel yang tidak memperjelas alasannya jatuh Cinta pada Diana.
Diana dan Cashel berpandangan cukup lama, Diana segera berdiri lalu tertawa kikuk, Cashel ikut berdiri melihat Diana yang tampak tidak percaya padanya.
"Cashel kamu jangan bercanda..! aku tidak ingin kamu mengasihaniku, a.. aku.. aku..?? hmm?".
Diana terkejut saat Cashel tiba-tiba menarik lengannya hingga membentur tubuh Cashel yang tanpa aba-aba mencium bibir Diana.
Cashel melingkarkan tangannya di pinggang Diana lalu ******* lembut bibir Diana, jari telunjuk kanannya memegang dagu lancip Diana supaya tidak berpaling darinya, perasaan Cashel yang tidak diketahuinya entah sampai ditahap mana yang Cashel tau dirinya tidak bisa menunggu terlalu lama lagi, Cashel sangat ingin menjadikan gadis bodoh juga seorang Putri Buangan ini menjadi milik seorang Cashel Alexander Asiantama seorang.
Diana yang kikuk mengerjab-ngerjabkan matanya namun ciuman lembut Cashel membuat Diana hanyut hingga terperdaya oleh pesona Cashel malah memejamkan matanya.
Cashel melepas ciumannya lalu bibirnya mengecup dagu lancip Diana hingga di leher Diana dan menyibakkan rambut Diana supaya tidak menghalangi bibirnya saat memberi kecupan manis disana.
"seorang Cashel tidak pernah mengasihani siapapun..! aku tidak main-main Putri Diana, aku benar-benar jatuh cinta padamu". bisik Cashel setelah puas meluapkan perasaannya yang ingin sekali menggigit Diana yang menggemaskan.
Diana membuka matanya lalu Ia meringis saat Cashel memberi tanda kepemilikan di lehernya.
"sungguh?". tanya Diana dengan tatapan berkaca-kaca.
"hmm, coba cari tau tentangku lewat berita Negaraku kapan aku pernah mengasihani seseorang". pinta Cashel menangkup kedua pipi Diana dan meradukan keningnya dengan kening Diana.
Cashel yang sangat sempurna siapa yang akan menolaknya? Diana juga tidak bisa hidup tanpa Cashel karna sudah ketergantungan, bahkan balas budi saja belum bisa.
.
.
__ADS_1
.