
.
.
.
"aku tidak mengizinkanmu memeluk Istriku silahkan ganti kelam*nmu." kata Cashel tanpa disensor.
Bubby seketika menyilangkan tangannya di bagian intinya, "kenapa memeluk Kakak ipar harus ganti ini ha? aku ini Normal Kak." protes Bubby dengan geram.
"itulah masalahnya jadi jangan memeluk Istriku sebelum itupun berganti." ujar Cashel dengan raut wajah tak berdosanya itu.
Bubby mendengus, "cemburuan banget sih..! apa Kakak berniat mengurung Kakak Ipar ya? masa dipeluk Adik iparnya sendiri tidak boleh bagaimana dengan Pria lain?." sungut Bubby sambil berkacak pinggang.
"aku akan potong kelam*nnya." jawab Cashel dengan sorot mata tajam.
Bubby menggeleng kepalanya kuat, "Kakak kau kejam sekali."
"hmm." sahut Cashel lalu mengedarkan pandangannya mencari sosok Istrinya lalu hendak mendekati Diana tapi bunyi ponselnya membuat Cashel mengumpat pelan.
Cashel segera melangkah pergi ke arah lain sambil mengangkat panggilannya dari Abin, sedangkan Bubby? Ia menjulurkan lidahnya ke Cashel dengan kesal.
"hmm? masalah apa kau menelfonku diluar jam kerja?." tanya Cashel dengan dingin.
"aku tau Tuan akan marah, ckk..! amarahmu itu mengerikan sekali saat Tunanganmu terluka, bukankah anda punya Kekuatan super bisa menyembuhkannya?."
"aku bisa menyembuhkannya bukan berarti boleh ada yang membuatnya terluka." kata Cashel dengan dingin.
Abin pun menyerah lalu memberitau tentang Berby yang sudah Abin singkirkan, Abin takut keluarga Berby dendam dan membalas perbuatan Cashel melalui Diana karna dunia sudah tau kelemahan Cashel.
"biarkan saja..! aku bisa punya alasan mencekik mati dia, kau pikirkan saja pekerjaanmu masalah keamanan Diana aku bisa menjaminnya, Diana bukan urusanmu." kata Cashel lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
Abin pasti mengomel-ngomel disebrang sana, Ia memberitau Cashel supaya berhati-hati malah membuatnya tampak seperti Pria jahat yang mencari perhatian Diana. Abin kan masih sayang nyawa mana mungkin Ia berani mencari perhatian Diana.
"ckk...! hanya kecoak kecil berani balas dendam padaku coba saja kalau dia bisa mengusikku akan aku berikan mendali emas dikepalanya."
maksud mendali emas menurut Cashel adalah peluru penghargaan dari Cashel yang harganya mencapai ratusan juta, Cashel belum pernah menggunakannya karna Ia ingin menggunakannya pada orang yang berhasil membuatnya bisa tertawa akan keberaniannya melawan serta mengusik ketenangan serta menggores kebahagiaan Cashel.
__ADS_1
Cashel berbalik badan sambil menyimpan ponselnya lalu melihat Diana tertawa bersama Tyara dan Eka, sosok gadis yang dicintainya itu tampak sibuk dengan Ponsel baru yang dibelikan oleh Eka.
Eka memberikan Blackcardnya ke Diana dan memelas pada Diana memberikan kartu sakti itu ke Cashel, mana berani Eka memberikannya ke Cashel, awalnya Diana sempat menolaknya tapi menerimanya juga karna kasihan pada Eka yang tidak berani pada Cashel.
.
malam harinya,
Diana terkejut saat Ia berkaca dipeluk dari belakang oleh Cashel.
"Cash? sejak kapan kamu disini?." tanya Diana sambil berdiri namun Cashel tidak melepaskan pelukannya malah semakin erat.
"Cash?." panggil Diana lagi.
"aku tidak apa hanya sedang merindukanmu, aku tidak bisa tidur sayang." ujar Cashel dengan nada lemas.
Diana pun tersenyum lalu dengan senang hati mau menina bobokkan Cashel walau terdengar lucu tapi Cashel memang bisa tidur dibelai lembut oleh Diana, Cashel tidak bisa minta dibelai kepalanya oleh Crystal nanti bermasalah dengan Alex yang sangat posesif terhadap Bunda nya.
Cashel tertidur dipelukan Diana dengan sangat lelap dan Kepala nya bersandar didada Diana tapi tidak melakukan apapun selain tidur saja, tangan Diana mengelus lembut kepala Cashel seperti bayi besarnya saja dan lama-lama Ia juga terlelap.
.
.
Diana mengambil surat itu lalu membacanya, "hanya kamu bantal terlelapku sayang, Terimakasih untuk malam tadi, aku harus berangkat kerja pagi sekali sayang. ini hadiah dariku."
Diana berlari ke Pintu balkonnya yang bisa melihat pintu gerbang Asiantama ternyata mobil Cashel sudah keluar dari pekarangan Mansion Asiantama.
"Cashel? aku benar-benar beruntung memilikimu, cepatlah kembali Kekasihku, suamiku." gumam Diana tersenyum lembut melihat kepergian mobil Cashel.
.
Cashel tiba di Perusahaan sekitar jam 6.26 pagi, wajar saja Cashel berangkat pagi-pagi karna amarahnya kemarin membuatnya meninggalkan semua nya dan sesuai perintah Cashel Pagi-pagi berkas yang tertunda akan ada dimeja nya.
Abin? dia hanya bertugas memecat Berby serta menghapus Karir Berby dengan ditandai nama Berby di Berkas pembatalan Kontraknya warna Violet. jika sudah berwarna Violet sudah jelas Berby akan diberhentikan oleh Atasannya sebab warna Violet hanya orang yang bersinggungan dengan Cashel Asiantama.
sekitar jam 7.38 pagi,
__ADS_1
Cashel ada di Ruangan rapatnya, Ia memecat para Pekerja yang merekomendasikan Berby menjadi model perusahaannya, Tidak ada yang bisa menolak perintah Cashel bahkan sekedar membantah saja tidak bisa.
Abin fokus mendengarkan hingga tiba-tiba terbelalak ponselnya berdering dan Cashel menatap tajam Abin karna mengganggu rapatnya.
"maaf Tuan..! saya adalah Asisten anda dimanapun berada tidak boleh ada 1 pun telfon yang lewat dari saya." jelas Abin tersenyum kikuk lalu mengangkat panggilan itu sambil menjauh dari Cashel.
"Apa? jika bukan hal penting aku akan mencabut semua rambutmu." bisik Abin dengan serius.
Abin melebarkan matanya mendengar laporan dari seseorang dari sebrang sana lalu Ia pun mematikannya segera saja Abin membuka Berita di pencarian Ponselnya, Abin mengumpat pelan membuat semua Orang yang ada di dalam Ruangan menoleh ke Abin.
Cashel menautkan kedua alisnya, Ia sangat kenal Abin yang tidak akan mengumpat jika bukan masalah besar.
"Tuan? masalah besar." Abin mendekati Cashel sambil memperlihatkan rekaman yang baru saja beredar.
mendengar perkataan Abin seketika yang ada di Ruangan Rapat memucat, siapa lagi orang yang berani mencari masalah dengan Cashel.
Cashel tersenyum sinis, "aku sudah tau ini akan terjadi." kata Cashel dengan santai.
"ha?." Abin tidak mengerti lalu mengomeli Cashel karna ini berkaitan dengan saham Perusahaan yang akan menurun drastis belum lagi Mal Asiantama yang akan kehilangan omsetnya.
Cashel membuang nafas karna tau Abin akan sangat cerewet jika membahas kerugian, Abin tidak mau gajinya berkurang sungguh lucu tapi memang karna Uanglah Abin mau bekerja dengan Cashel walau punya Bos kejam tapi gajinya besar sementara Cashel tidak mempermasalahkan apapun tujuan Abin selagi bukan mata-mata dan Abin juga Putra orang Kepercayaan Papa dan Bundanya.
"sudah?." tanya Cashel dengan malas.
"belom, biarkan aku bernafas dulu." jawab Abin dan Cashel hanya balas, "hmm."
beberapa saat kemudian,
Cashel melirik Abin yang sudah siap menerima rencana Cashel, "sebarkan semua CCTV yang aku kirim padamu lewat e-mail tadi malam."
"ha?." Abin segera berlari mengambil Laptopnya di meja baru di Ruangan Rapat yang semalam sudah dihancurkan Cashel.
"jangan salahkan saya Tuan, bukankah anda bilang saya tidak boleh membukanya?." gerutu Abin sambil menguploud semua rekaman cctv kiriman Cashel.
Abin tidak menonton sebab waktunya tidak akan sempat jadi akan menonton setelah tersebar luas di media saja.
.
__ADS_1
.
.