Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
bohong sedikit


__ADS_3

Judulnya Tuan Muda Untuk Putri Terbuang jadi masih ada rada cocoknya dengan Bubby, wkwk.. Kok bisa Ya Nae buat nama pemerannya ada yang nama Bubby? Nae kepikiran Bunny kayaknya gemes gitu lah jadi Bubby.... Kita Buat Part Bubby dengan gadis terbuang juga ya?.


Happy Reading...!!


.


.


.


Bubby menghela nafas, "biarkan saja..! apa kau terluka?."


"T.. Tidak Tuan..! ta.. tapi uangnya?." sahut Rara.


"sudahlah..! uang segitu tidak akan membuat dahaganya puas, kan aku sudah bilang pesan lewat Online saja." kata Bubby.


Bubby mendengar Rara yang semakin tersendat-sendat pun mengatakan bahwa Ia akan datang lalu mematikan panggilannya, Bubby izin pada Keluarganya bahwa Ia harus pulang ke Apartemennya.


Keluarga Bubby juga tidak mencurigai apapun pada Bubby, Pria itu sangat pandai menyimpan ekspresinya dengan wajah ramah serta keusilannya itu hingga Semua orang mengatakan bahwa Bubby jauh lebih baik daripada Cashel yang benar-benar kulkas 7 pintu.


Bubby kembali ke Apartemennya dan melihat Rara tengah meringkuk ketakutan hanya karna kehilangan uang jutaan padahal bagi Bubby sama sekali tidak berharga.


"sudahlah..! apa kau akan menangis terus?." tanya Bubby sambil berjongkok didepan Rara.


Rara mendongak ke Bubby lalu Bubby melihat kening Rara memar, leher, lengan semuanya memar.


"kenapa ini? apa Ayahmu melukaimu?." tanya Bubby yang tidak suka kekerasan yang dilakukan Laki-laki pada perempuan.


"in.. ini sudah biasa Tuan, hanya saja uangnya diambil semua padahal saya berusaha mempertahankannya. saya tidak tau kalau mereka akan menunggu di Rumah Sakit tempat Ibu saya dirawat." Rara.


"sudah aku bilang uang segitu tidak ada artinya bagiku..! bangunlah, biar aku obati." tegas Bubby.


Rara bangkit dengan segala kemampuannya, ini pertama kalinya Ia merusak kepercayaan Bubby wajar saja gadis itu syok dan sangat takut padahal selama 1 bulan ini Bubby sangat baik padanya bahkan menggajinya serta membiarkannya tinggal di Apartemen itu tanpa potongan apapun.


Bubby dengan cepat menahan lengan Rara yang hampir jatuh, Rara tidak tau kalau Bubby sedang berada di Rumah Sakit karna kelahiran keponakannya malah berpikir Bubby sibuk saja tapi karna masalahnya darurat harus dikatakan walau takut dibentak dan dimaki.


"aahh." Rara meringis lalu Bubby mengangkat tangannya namun Rara malah hampir terjatuh dengan cepat gerakan tangan Bubby melekat memegang pinggang Rara.

__ADS_1


"Maaf..! apa badanmu sakit semua?." tanya Bubby.


"tidak apa-apa Tuan..! justru saya meminta maaf merepotkan Tuan yang sangat baik pada saya." ucap Rara yang tidak tersinggung sama sekali disentuh Bubby.


Rara sudah kenal Bubby selama 1 bulan ini tidak pernah menyentuhnya walau dengan seujung jari sekalipun, sepertinya Bubby sangat menghargai perempuan dan bahkan meminta maaf padanya saat membantunya.


Bubby mendudukkan Rara di Sofa dan memegang dagu lancip Rara sambil memperhatikan leher Rara.


"apa ada seorang Ayah yang mencekik Putrinya sendiri?." tanya Bubby penasaran melihat jejak jari tangan di leher mulus Rara.


"tidak apa Tuan..! Ayah saya pernah menjadi seorang Pengusaha tapi tiba-tiba bangkrut dan ibu saya juga sakit, Ayah saya hanya mencari tempat pelarian hingga berteman sama permainan jud*.nya itu" jawab Rara.


"walau begitu kau putrinya kan? kenapa mencekikmu?." tanya Bubby melepaskan tangan nya lalu semua luka memar di tubuh Rara sembuh total.


Rara meraba tubuhnya yang tidak lagi terasa sakit dan memandang Bubby bingung.


"aku tidak sekejam itu membiarkan perempuan terluka..! istirahatlah, aku akan beli semua belanjaan seminggu kedepan." ujar Bubby berdiri lalu melangkah pergi.


"Tapi tuan??." Rara menatap punggung Bubby yang meninggalkannya sendiri di Ruang tamu.


Bubby tiba-tiba melihat sebuah surat dan saat dibuka Ia terkejut, "dia dapat undangan beasiswa di German?" gumam Bubby pelan.


Bubby meletakkan melipat surat itu dan meletakkannya di samping rak sepatu yang ditata sangat rapi oleh Rara.


.


Rara berjalan ke Kamarnya, "kenapa Tuan Bubby misterius sekali? dia sangat baik seperti yang dikatakan orang-orang, tapi aku sudah merusak kepercayaannya bagaimana caraku meminta izin padanya bahwa minggu depan aku akan ke Jerman sekaligus membawa Ibuku kesana." gumam Rara gelisah.


malam harinya,


Rara melihat Bubby membawa banyak belanjaan Ia segera berlari dan mengulurkan tangannya, Bubby malah melewatinya saja.


"aku bisa sendiri..! apa kau sudah bersihkan kolam berenangku?." tanya Bubby sambil membawa belanjaannya ke Dapur disusul Rara.


"sudah Tuan, apa Tuan mau berenang? saya sudah tambahkan aroma terapi yang saya buat sendiri di Labor Kampus saya." kata Rara.


Bubby terdiam lalu menoleh ke Rara, "apa kau seorang peneliti?."

__ADS_1


"hmmm..? i.. iya Tuan saya suka meneliti dan bercita-cita membangun Brand parfum sendiri." jawab Rara menundukkan kepala dengan nada pelan takut Bubby meremehkannya.


"oh..! semoga saja cita-citamu tercapai..! susunlah semuanya, aku akan berenang." kata Bubby meninggalkan segala belanjaannya di meja dapur.


Rara menundukkan kepalanya dengan sopan saat Bubby melewatinya, Ia senang Bubby tidak merendahkannya memang Tuan Muda yang baik begitulah pikiran Rara.


"hah?? i.. ini?." Rara sampai tercengang melihat isi belanjaan Bubby sangatlah mahal.


Ia memekik segera Ia membekap mulutnya sendiri sambil melihat struck belanjaannya Bubby, "i.. ini Tuan Muda belanja di Supermarket? semuanya tidak normal."


ternyata Bubby pergi ke Rumah Sakit selama 1 jam lalu akan kembali ke kolam berenang setelah bertemu dengan Keluarganya, walau bagaimanapun Ia sudah punya keponakan lucu saat ini jadi harus hadir saat memberi nama si baby kembar.


Rara memasak dengan ukuran 2 porsi untuk Rara dan Bubby nanti selesai berenang, mana tau Rara kalau Bubby sedang tidak ada di Kolam berenang malah di Rumah Sakit.


"sudah hampir 1 jam, apa Tuan tidak kedinginan ya? kenapa malam-malam berenang?." gumam Rara penasaran sambil melihat arah Kolam berenang Bubby tanpa berani mendekat.


Rara pun menyibukkan diri mengisi semua formulir Online nya yang akan Kuliah di German, Ia sedang berpikir bagaimana cara mengatakan keinginannya pada Bubby.


2 Jam kemudian,


Bubby kembali ke Apartemennya lewat Kolam berenangnya betapa kagetnya Bubby melihat Rara tertidur pulas di meja makan menunggunya.


"apa dia sedang menungguku?." gumam Bubby menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bubby tidak pernah mengira akan ada seorang Gadis asing menunggu kepulangannya, Bubby mengetuk meja hingga Rara tersentak dan sontak menghapus ujung bibirnya dengan panik. Bubby melihat itu menahan kedutan bibirnya sekuat tenaga.


"sedang apa kau disini? bukannya tidur dikamarmu?." tanya Bubby dengan memakai Jubah mandinya persis seperti Pria yang baru saja habis keramas dimalam hari.


"ma.. maaf Tuan..?" Rara melihat makanannya sudah dingin lalu izin memanaskannya.


Bubby merasa aneh dengan makanan yang Rara buat terlihat baru baginya, Ia pun memilih duduk karna tau Rara memasak untuknya dan tidak ada salahnya Bubby menghargai ketulusan gadis itu.


"ooh... dia mau bicara soal Undangan Beasiswa itu?." batin Bubby yang tau mendengar pemikiran kelut gadis mungil yang tengah sibuk memanaskan makanan untuknya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2