
.
.
.
Diana ditemani oleh Eka yang sekarang sudah kenal setiap sudut Mansion berkat diajari oleh Endang supaya tidak kesasar membawa Diana jalan-jalan.
"dimana Irina Ka?." tanya Diana penasaran
saat ini Ia duduk di sofa sekelilingnya ada Tanaman indah juga ada air mancur didekatnya beserta kolam Ikan emas mahal milik Keluarga Cashel.
"Irina dibawa ke Pulau Nethal oleh Tuan Lionel Nona, saya tidak tau itu dimana." jawab Irina dengan jujur sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Diana memejamkan matanya, "tempat ini sangat sejuk." Diana tersenyum lembut menyukai tempat baru itu.
Eka tersenyum lebar disamping Diana lalu memegang tangan Diana dan bicara banyak hal, Diana tertawa mendengar ocehan Eka yang mengatakan dirinya tidak ada apa-apanya jika Diana tidak membawa Pelayan rendahan sepertinya ke sini, Eka bahkan menangis haru saat Endang menawarkan semua Pelayan baru untuk Diana tapi gadis itu tetap memilih Eka untuk menjadi pendampingnya.
"sudahlah Ka, aku tau rasanya tidak punya siapa-siapa dan aku berharap kamu juga akan bahagia dengan mengikutiku serta aku akan bertanya pada Cashel untuk mencarikanmu Pria yang pantas." ujar Diana.
Eka memeluk Diana dengan gemas serta mengatakan bahwa Ia masih terlalu muda dan ingin merasakan merawat anak Diana namun perkataan Eka membuat Pipi Diana sungguh merah.
Eka melepaskan pelukannya dengan Diana lalu berubah khawatir melihat wajah Diana,
"Nona kenapa? sakit?." tanya Eka saat Ia memegang pipi Diana yang merah dengan kedua tangannya ternyata pipi Diana terasa panas.
Eka semakin khawatir lalu tiba-tiba suara Cashel terdengar oleh Eka, Eka segera berdiri begitu juga Diana.
"Cash?." Diana memegang kedua pipinya.
Cashel mengulas senyum mendekati Diana, "baiklah jika Anak membuatmu malu maka aku akan siapkan pekerjaanku lebih cepat, Kita akan segera menikah lalu aku akan dengan senang hati memberi anak yang banyak untukmu."
Eka tersedak sedangkan Diana melototkan matanya dengan wajah yang semakin merah bahkan merambat sampai ke telinganya.
"sana pergi..! siapkan makanan cemilan untuknya." usir Cashel ke Eka yang segera menunduk lalu melangkah pergi meninggalkan Diana.
Diana memukul-mukul bahu Cashel yang tanpa malu berbicara seperti itu didepan gadis belasan tahun seperti Eka, tapi Cashel dengan enteng mengatakan kalau Eka sudah dewasa dan bukan anak dibawah umur lagi.
__ADS_1
Diana memijit pelipisnya mendengar perkataan Cashel malah bangga mengajari Eka supaya tidak menjadi anak terlalu polos sebab Eka kan dulu sempat jahat padahal Eka hanya belum kenal dengan Diana.
"sudah-sudah, kenapa kamu disini sayang? apa kamu suka tempat ini?." tanya Cashel menangkup kedua pipi Diana dengan gemas.
Diana menganggukkan kepalanya, "aku sangat suka, alangkah baiknya aku punya burung Kakaktua yang cantik serta patuh untuk mengisi taman ini bersama ikan-ikannya." kata Diana sambil melihat sekeliling.
"aku akan carikan burung Kakatua yang kamu mau, 10 Ekor bagaimana? apa cukup? atau mau lebih?." tanya Cashel dengan lembut dan penuh kasih.
Diana menganga, "kamu tau kan berapa harga burung Kakaktua Cash? aku mau yang patuh dan cantik bukan yang lain."
Diana mengira Cashel menggodanya sebab Ia sangat tau harga Burung Kakaktua yang cantik serta patuh keinginannya itu sangat mahal.
Cashel menyeringai sambil menaikkan sebelah alisnya, Diana memicingkan matanya.
"burung Kakatua Jambul hitam kan?." tanya Cashel.
Diana terkejut ternyata Cashel tau yang Ia mau, "aah iya..? kenapa aku terkejut kan kamu tau pikiranku." sungut Diana yang melupakan kekuatan Cashel.
Cashel tertawa, "aku sangat kaya sayang, di umur 7 tahun aku sudah menghasilkan uang bahkan aku bisa membelimu 100 Ekor jika kamu mau."
Diana kaget tapi segera Ia menjawab, "tidaaaakk!! aku mau 2 Ekor saja sepasang."
Diana tersenyum melepaskan tangannya dari Cashel lalu mengelus rahang Cashel, "aku akan menunggumu Cash."
Cashel merangkul pinggang ramping Diana lalu mengecup lama kening Diana, "aku akan persiapkan pesta yang mewah untukmu sayang, aku tidak berniat ingkar janji tapi sialnya semua jadi berantakan."
Diana sangat mengerti Cashel malah mengatakan hal-hal lembut yang berhasil membuat senyum Cashel kian melebar.
"aku beruntung memiliki kekasih yang sangat perhatian sepertimu sayang." ujar Cashel menduselkan hidungnya dengan hidung Diana.
.
ke esokan harinya,
Diana mengantarkan Cashel ke depan Mansion, sementara Crystal dan Alex sudah menghilang pagi-pagi pergi ke Rumah Dinda (adik angkat Crystal).
"Oma, Kakek dan Eyang kemana Cash?." tanya Diana penasaran sambil celingukan sebab Ia tadi sarapan hanya dirinya bersama Cashel saja.
__ADS_1
"aku tidak tau sayang." jawab Cashel sambil memberikan dasinya ke Diana.
Diana dengan hati-hati memasangkan dasi Cashel, Ia sudah belajar tadi malam karna dipinta Crystal supaya Diana bisa mengurus Cashel pagi-pagi berangkat kerja. sudah seperti Istri saja tapi mereka berdua beda kamar, selagi tinggal 1 atap dengan Crystal mana berani Cashel masuk ke Kamar Diana walau Ia punya Kekuatan.
Cashel memuji Diana yang sudah bisa menjadi calon Istri yang baik untuknya bahkan dipuji Istri sempurna untuk Cashel, Diana sangat malu lalu mendorong Cashel untuk segera masuk mobil dan melambaikan tangannya dengan kikuk celingukan ke Pelayan yang menahan senyum melihat mereka berdua.
.
kini Diana tinggal seorang diri bersama Pelayan yang sibuk bekerja di Mansion itu tapi ada Eka disisinya.
"Nona?." panggil Eka.
"hmmm?." Diana menoleh lalu menautkan kedua alisnya melihat Eka seperti ingin memperlihatkan sesuatu.
"ada apa?." tanya Diana penasaran sambil merebut ponsel Eka.
Diana melebarkan matanya melihat berita di Ponsel Eka bahwa Soft (sahabat baik Elizia) meninggal dunia karna kecelakaan tunggal saat melarikan diri dari Rumahnya.
"kok bisa?." Diana malah bertanya dengan syok.
"saya juga tidak tau Nona tapi Komentarnya Nona tidak lihat?." tanya Eka dengan hati-hati merebut Ponselnya dipegang Diana.
Diana membiarkan saja, "aku tidak mau membaca komentarnya, biarkan saja lah..! pasti hanya hal buruk saja tentangku kan?."
Eka menggeleng tapi mereka semua mengatakan Diana ada Putri Awan yang artinya Kutukan Dewi terhadap orang yang jahat pada Diana telah aktif, siapapun yang berbuat jahat pada Diana tentu saja Orang itu akan terkena kutukan itu.
"apa-apaan sih? aku tidak pernah mengutuk siapapun, kenapa mereka mengatakan hal yang tidak-tidak? aku tidak sekejam itu." protes Diana.
Eka menyesal memberitau Diana, Ia memberi tau Diana karna bujukan Tyara tadi pagi untuk memberitau Diana tentang kebenarannya walau berat, Tyara tidak mau ada yang di tutupi dari Diana supaya mental Diana semakin kuat dan tangguh menghadapi masalah sosmed.
Diana seketika teringat perkataan Cashel yang tidak peduli dengan penilaian orang terhadapnya, Ia pun menarik nafas dalam-dalam namun ekspresi Diana yang bisa berubah baik terlihat oleh Eka yang penasaran.
"Nona? apa Nona baik-baik saja?." Eka mendekat.
"hmm."
.
__ADS_1
.
.