
.
.
.
Cashel membalas pelukan Diana sambil menghela nafas berat, sungguh jantung Cashel seakan mau lepas dari tempatnya melihat tangan kekasihnya merah karna terluka.
Cashel sangat mencintai Diana, entah sejak kapan rasa Cintanya semakin dalam dan tidak bisa melihat kekasihnya terluka walau hanya segores saja.
"katakan padaku..! kenapa kamu bisa terluka seperti itu? dari penglihatanku sepertinya itu luka karna memasak, apa aku benar?". tanya Cashel.
Diana menganggukkan kepalanya, "aku ingin memasak yang spesial untuk Keluargamu Cas".
Cashel melepaskan pelukannya dengan Diana dan menangkup kedua pipi Diana, "kenapa kamu memasak sayang? kamu seorang tuan Putri".
Diana menggeleng kepalanya, "aku akan menjadi calon istrimu dan menantu dikeluarga mereka, ku mohon biarkan aku menjadi manusia berguna untuk mereka semua Cash..!".
Cashel bertanya mengapa Diana rela terluka demi Keluarganya lalu dengan lembut Diana mengatakan mereka semua adalah orang yang membesarkan Cashel, orang yang berharga bagi Cashel yang artinya Diana akan menghormati mereka.
"terutama bagi Tante Crystal dan Om Alex..! mereka adalah kedua orangtuamu Cash, tanpa mereka aku tidak akan bisa sampai ditahap ini, berkat mereka kamu diizinkan ke Negara ini... ... ".
Diana menjelaskan semuanya dengan tulus betapa melelehnya Cashel mendengar hal itu lalu Ia mencium bibir Diana namun kali ini lebih lembut dan penuh perasaan, Cashel benar-benar sudah terjerat oleh pesona gadis cacat itu hingga tidak bisa lagi berbalik malah semakin ingin memiliki Diana.
Bubby merekam semua itu lalu kembali ke ruang tamu sambil tersenyum lebar.
"pantas saja Kak Cashel klepek-klepek sama Kak Diana ternyata seperti itu". kikik Bubby menyimpan ponselnya sambil bersiul senang.
.
Diana dan Cashel memasuki Ruangan tamu Bart, Cashel menggenggam tangan Diana yang tersenyum ramah namun Cashel tidak tersenyum sama sekali tetap dengan gaya arogannya itu yang membuat Crystal menggeleng-geleng kepala.
"maaf ya yang mulia..! Putra saya seperti itu". Crystal malah meminta maaf pada Bart.
"tolong Nyonya jangan memanggil saya seperti itu, panggil saya Tuan Bart saja". pinta Bart memohon.
Crystal melihat keluarganya lalu menganggukkan kepalanya begitu juga Bart terlihat lebih baik.
Cashel dan Diana duduk bersebelahan, awalnya Cashel ingin pindah ke Kursi Diana karna Ia tidak bisa jauh-jauh dari Diana namun Crystal memperingatinya untuk menjaga nama baik nya, Cashel terpaksa mematuhi Diana dan hanya bisa bergenggaman tangan saja dengan Diana.
__ADS_1
Diana beberapa kali mencoba melepaskan tangan Cashel tapi Pria itu begitu kuat, mana mungkin Diana bisa mengalahkan kekuatan Cashel.
Endang berbicara cukup lama dengan Bart, mereka langsung akrab tanpa ada tata krama bangsawan sebab dilihat dari tempat duduk di ruang tamu itu tidak ada kesan mewahnya sama sekali, Alex mana tau kalau Bart sudah mengganti semuanya menjadi lebih normal.
"saatnya makan cemilan". Diana tiba-tiba berdiri lalu tersenyum cerah.
Diana bertepuk tangan sekali saja, semua Pelayan masuk dengan berbaris rapi membawa semua piring kaca dan memberikannya ke setiap Keluarga Cashel, Bubby berbisik ke Tyara padahal ada Lionel ditengah-tengah mereka, Tyara menyandarkan dagunya di bahu kokoh Lionel.
Irina pura-pura tidak peduli sebab Ia juga merasa mereka sangat cocok, entah apa yang Irina pikirkan saking menahan rasa cemburunya membuat Irina lupa kalau Cashel punya adik perempuan padahal Diana sendiri pernah bilang kalau Cashel punya adik perempuan, Jika Irina bisa berpikir waras tentu sadar jika melihat wajah Tyara mirip sekali dengan Alex yang artinya adik kandung Cashel juga keponakan Lionel.
"benarkah?". Tyara membelalak mendengar cerita Bubby.
"hmm". jawab Bubby semangat lalu mengotak-ngatik ponselnya.
Tyara dengan cepat meraba ponselnya yang dikirim sesuatu oleh Bubby, bisa-bisanya Tyara menonton rekaman yang Bubby kirim tapi dengan Earphone bawaan ponselnya menempel ditelinga.
Keluarga Cashel tengah mencicipi menu makanan yang tersaji, mereka tampak menyukainya lalu Diana bertanya dengan hati-hati demi memastikan dan ternyata mereka semua sangat suka makanan itu yang rasanya sangat pas di lidah dan rempahnya begitu terasa.
"Diana bekerja berjam-jam sampai tangannya terluka demi memasak untuk kalian semua". perkataan Cashel membuat semua orang menghentikan aktifitasnya, kecuali Tyara yang menonton rekaman yang dikirim Bubby.
Diana terlihat panik lalu meminta maaf karna takut Keluarga Cashel salah faham terhadapnya, Cashel membuang nafas kasar melihat Diana selalu saja meminta maaf pada siapapun.
"kamu gadis yang baik sayang". kata Crystal.
"pantas lah Cashel marah pada kami, kami membuatmu terluka". kekeh Dewi Par.
Diana menggeleng kepalanya, Ia tidak apa-apa tapi Cashel yang memang terlalu baik padanya.
Crystal tertawa, "terlalu baik?". batin Crystal seperti meledek tak percaya ke Cashel sebab ada seorang gadis yang mengatakan Cashel baik.
"begitulah Cashel dimatanya Bunda". balas Cashel dengan malas tapi lewat pikiran juga.
drama mereka cukup panjang juga, satu hal yang pasti diketahui oleh Keluarga Cashel yaitu Putri Diana adalah gadis yang baik dan rendah hati sangat berbanding terbalik dengan Cashel namun menurut mereka Putri Diana bisa merubah sifat buruk anak mereka itu.
.
malam hari,
Diana senyam-senyum karna Keluarga Cashel sangat menyukainya.
__ADS_1
"Nona?". sapa Irina.
Diana menoleh ke Irina, "iya?". sahut Diana semangat.
Irina menghela nafas, "apa Nona bahagia?".
Diana mengangguk-ngangguk semangat namun melihat ekspresi Irina membuatnya penasaran lalu bertanya, awalnya Irina tidak mau buka mulut tapi lama-lama luluh juga oleh kesabaran dan kelembutan Diana saat bertanya padanya.
"ahahaha". Diana tertawa terbahak-bahak.
Irina menekuk kedua alisnya, "kenapa Nona tertawa?".
"aah.. maaf.. Ahaha.. maaf.. aku tenangkan diri dulu". Diana sungguh merasa lucu hingga sulit sekali menenangkan diri untuk tidak menertawai Irina.
Eka masuk ke kamar Diana membawa banyak makanan untuk dijadikan cemilan malam.
.
Irina terganga mendengar penjelasan Diana yang mengatakan bahwa gadis yang membuat Irina cemburu adalah Adik kandung Cashel yaitu Tyara, dan Eka menyahut semangat dan bilang Tyara sangat mirip dengan Alex hanya versi perempuannya.
"sekarang faham? kamu terlalu cemburu hingga tidak bisa melihat wajah Tyara dengan baik, dia adik kandung Cashel dan tidak akan pernah bisa hidup bersama Kak Lionel". kekeh Diana.
Irina menundukkan kepalanya, "saya tidak cemburu Nona..! mana mungkin saya cemburu pada Tuan sempurna seperti Tuan Lionel".
Irina bersikeras mengatakan bahwa Ia tidak cemburu.
"coba dimakan Nona". pinta Eka menyodorkan cemilan malam yang ia bawa untuk Diana.
Diana mengemil semua itu sampai habis lalu Eka bertanya bagaimana rasanya tentu saja Diana mengatakan sangat enak, betapa terkejutnya Diana mendengar perkataan Eka bahwa cemilan itu dari Dewi Par dan Crystal.
"Nona sangat beruntung". gemas Irina.
"saya akan antarkan kembali piring-piring ini Nona". kata Eka dengan senyuman lebarnya mengumpulkan piring-piring yang sudah bersih isinya dimakan oleh Diana.
.
.
.
__ADS_1