Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
dilema


__ADS_3

.


.


.


Sungguh licik sekali Cashel menciumi bibir Diana yang sedang terlelap.


"muah...!". kecupan dibibir merah Cashel mendarat yang kesekian kalinya di bibir mungil Diana yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis.


Cashel mengulum senyum, "aku jadi ingin tidur memelukmu Diana". bisik Cashel semakin tidak sabar ingin memiliki gadis disisinya itu.


Cashel memainkan bibir Diana sambil tersenyam-senyum betapa tampannya Cashel saat ini sampai tidak sadar hari sudah mulai pagi, Cashel mendengus mendengar suara burung-burung berkicau di sekitar Kastil Diana.


"hush... hus...?". usir Cashel.


Cashel tersentak mendengar lenguhan Diana, sontak saja Ia melayang di Udara dan bersamaan Irina bangun dengan wajah bantalnya juga langkah sempoyongan mendekati Diana untuk menanyakan keadaan Diana yang melenguh.


"Nona?". panggil Irina dengan suara serak sambil mengucek-ngucek matanya.


Diana perlahan membuka matanya lalu melihat Irina yang tengah mengelus lengannya.


"apa tamparan di pipi Nona sudah sembuh?". tanya Irina dengan suara khas bangun tidurnya.


Diana hendak duduk dan dibantu oleh Irina lalu betapa terkejutnya Irina melihat pipi Diana tidak ada lagi memar tamparannya yang artinya sudah sembuh.


"apa Tuan Cashel datang Nona?". tanya Irina semangat seakan rasa kantuknya hilang entah kemana.


Diana yang tadi tidak terlalu bersemangat pun menoleh ke Irina, "ha?".


"pipi Nona sudah sembuh siapa lagi di dunia ini yang bisa menyembuhkan Nona selain kekuatan sihir hebat Tuan Cashel". jelas Irina semangat berkobar.


Diana memegang pipinya, "apa Cashel datang? tapi aku ketiduran". batin Diana.


Cashel mengulum senyumnya mendengar bisikan hati Diana yang sangat menggemaskan baginya.


Diana sontak saja meraba bibirnya hal itu membuat Irina bertanya apakah bibir Diana terluka tapi Diana yang tidak tau perasaan apa itu hanya menggeleng kepalanya.


Cashel tertawa tanpa suara, "dia sepertinya merasakan". batin Cashel yang masih senang memperhatikan Diana.

__ADS_1


Irina membawa Diana mandi, mendengar kata Mandi tentu saja Cashel memerah tapi sangat penasaran ingin melihat Diana.


"bukankah dia mengataiku mesum? tidak ada salahnya jadi mesum kalau dia tidak tau". batin Cashel tersenyum licik.


Irina membawa Diana ke Kamar mandi tapi didepan Kamar mandi seperti biasa Irina melepas baju tidur Diana hingga Cashel terbelalak melihat dalam*n Diana, Cashel segera membalik badan di Udara dengan degub jantung yang luar biasa tidak terkendali olehnya.


Diana pun masuk ke Kamar mandi disusul oleh Irina, sementara Cashel perlahan memutar kepalanya melihat Diana sudah menghilang.


"ckk..! kenapa cepat sekali masuk ke kamar mandinya?". gumam Cashel tak terima tontonan menyenangkan itu cepat sekali berakhir.


Cashel hendak masuk tapi Ia urungkan membayangkan nanti Cashel sendiri yang akan menderita.


"iya.. aku tidak akan bisa tidur nanti, masalah tadi aja sudah membuatku cenat-cenut apalagi melihat isi dalamnya". umpat Cashel segera Ia menghilang dan muncul di Kontrakannya.


jika Crystal tau mungkin Putranya itu sudah di gantung terbalik olehnya, Cashel memanfaatkan kekuatannya untuk keuntungan pribadi karna sudah tergila-gila pada sosok gadis memiliki mata biru gelap itu. Cashel sudah dimabuk Cinta bahkan tidak bisa berpikir jernih tentang akibat masalahnya itu jika ketahuan oleh si gadis yang di Cintai.


.


Cashel memasak sambil bersenandung lalu Lionel datang dengan pakaian santainya dan menautkan kedua alisnya mendengar seorang Cashel bersenandung seperti Crystal saja.


"Cash? apa suasana hatimu sedang baik?". tanya Lionel.


Cashel berbalik dan terkekeh, "apa ketara?". tanya nya.


"baiklah kalau kau kak perlu tau aku menciumnya". kata Cashel dengan bangga.


"cium? bukankah dia bukan kekasihmu? apa secepat itu?". tanya Lionel.


Cashel menggeleng kepala nya sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan lalu Cashel memberitau Lionel hingga Lionel terbelalak hanya sementara lalu persekian detiknya tertawa sambil menggeleng kepalanya.


"hmm....! aku akan menemui calon istriku dimasa depan". kata Lionel lalu meninggalkan Cashel.


"semoga berhasil". teriak Cashel dan Lionel menganggukkan kepala sambil mengangkat tangannya di Udara dengan posisi tanpa melihat ke arah Cashel.


.


Cashel tiba-tiba muncul di Taman Kastil Tua Diana yang terlihat bersih tidak lagi ada semaknya dan tidak kumuh namun belum ada tanda-tanda kehidupan (Pohon).


"bagaimana dengan tanaman yang dipetik Nona Diana kemarin?". tanya salah satu Pelayan membuat Cashel menoleh ke 5 Pelayan yang pernah Cashel ancam kini bekerja dengan Diana bahkan ketagihan ingin menjadi orang penting bagi Diana.

__ADS_1


"sudah..! untung saja belum mati, apa perlu kita tanam sebelum Nona yang menanam?". sahut yang lainnya.


"ya sudah..! ayo kita tanam, kasihan Nona kemarin dia terluka karna Nona Elizia".


"kalau dipikir-pikir Nona Diana tidak terlibat dengan putusnya pertunangan Nona Elizia dengan Pangeran Deniel".


"tapi Nona Elizia menyalahkan Nona Diana".


mereka bergosip mengatai nama Elizia sudah hancur dan Pangeran Deniel tidak mau terkena imbas lalu memutuskan pertunangan, siapa orang yang mau berhubungan dengan penghianat negara? bukankah itu sama saja mengajak perang antar negara.


Cashel mengepalkan tangannya mendengar gosip para Pelayan itu, tidak ada yang menjelekkan Diana tapi mereka semua hanya tidak suka dengan sikap Elizia yang semakin semena-mena padahal Bundanya sudah mati masih saja sombong.


.


Cashel menoleh mendengar bisikan hati Diana yang tak jauh darinya, gadis itu tampak merenung memikirkan Cashel yang marahnya Cashel langsung hilang ditelan angin.


"Apa Cashel datang tadi malam? kenapa tidak membangunkanku? kenapa dia menyembuhkanku lalu pergi? apa dia marah padaku? Cashel? seharusnya kamu tidak marah padaku karna aku tidak bisa kamu marah padaku, setidaknya kamu memarahiku saja jangan seperti ini". begitulah ocehan Diana yang memandang kosong ke arah depan karna masih melamun.


Diana tersentak saat lengannya ditahan oleh Irina,


"Nona? Tamannya disini". kata Irina berubah sedih melihat Diana melamun memikirkan Cashel hingga tidak sadar arah langkah kakinya sendiri.


"ahh? iya". sahut Diana yang akhirnya sadar.


Cashel senyam-senyum, "kalau begitu aku akan datang Baby". batin Cashel yang gemas.


Diana menanam tumbuhan di Taman nya masih dalam pikiran kosong, seketika semua Pelayan berteriak heboh membuat Diana maupun yang lainnya menoleh ke arah mereka semua.


"i. itu siapa?". tanya Pelayan Diana kebingungan bahkan mereka hampir saja ileran melihat ketampanan Pria itu.


"kak Lionel?". gumam Diana lalu berdiri dari duduknya.


Lionel tersenyum mendekati Diana lalu matanya melirik Irina yang pipinya menghitam terkena tanah, kedua tangan gadis itu juga kotor memegang tanaman yang imutnya dimata Lionel saat Irina tengah mengerjab dengan posisi berjongkok memandang Lionel kebingungan seolah pikirannya berkata mengapa Lionel bisa ada di Kastil ini.


"Kak Lionel bisa datang ke Kastil ini? apa yang mulia mengizinkan?". tanya Diana penasaran.


"tentu saja..! tidak ada yang bisa mencegah masuknya kerabat bulan merahmu". kata Lionel dengan senyuman sambil melirik ke arah sisi Kanan Diana ada Cashel yang berwajah masam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2