
.
.
.
beberapa saat kemudian,
Bubby datang ke Ruangan Cashel dan telah melakukan tugasnya.
"hmm..! pergilah." kata Cashel.
"pergi kemana?? jangan bilang kakak mengusirku lagi ya? kakak sudah balas dendam padaku kan? apa kakak pikir aku tidak histeris kakak kasih ulat itu? jangan sampai aku beritau Kakak Ipar ya? hatinya sangat lembut pasti kasihan padaku." Bubby berkacak pinggang.
"coba saja kalau kau berani, aku terima kalau kau menjelekkanku didepan nya tapi setetes air matanya tidak sebanding dengan se ember air matamu." tantang Cashel.
"dasar kakak kejam..! Kakak ipar itu berbanding terbalik denganmu Kak, aku akan cari belas kasihan Kakak Ipar pasti dia akan merasa bersalah padaku, lihat saja apa yang akan aku lakukan." kata Bubby lalu melenggang pergi dan membanting pintu Ruangan Cashel.
mereka sering berdebat dan berkelahi seperti itu tapi hati mereka tidak ada niat untuk saling membunuh satu sama lain, hanya saja kepribadian kakak-adik itu sangat berbeda jauh jadi sulit untuk disatukan.
Cashel menghela nafas panjang, Diana memang sangat lembut pasti merasa bersalah dan akan membujuk Cashel juga.
benar saja perkiraan Cashel, sekitar jam 8 malam Diana mengatakan keinginannya betapa kalahnya Cashel jika Bubby sudah merengek manja pada Kakak iparnya.
"tapi sayang?." Cashel.
"pokoknya dia harus disini..! aku janji tidak akan langsung percaya perkataannya tapi jangan usir dia karnaku." omel Diana.
"aku hanya orang baru diantara kalian, menurutmu bagaimana aku tidak akan sedih melihat seorang Kakak mengusir adiknya sendiri hanya karna wanita, kali ini yang membuatku menangis bukan Bubby tapi kamu Beb..! hiks.. hiks..! aku akan terus menangis jika kamu tidak memaafkan Bubby."
Cashel langsung panik melihat Diana menangis, "iya sayang.. iya.. aku akan izinkan adik iparmu disini ya? jangan menangis atau aku akan mengusirnya lagi."
"huaaaah...!! kamu sama sekali tidak ada manisnya Beb, kamu jahat..!" pekik Diana.
Cashel semakin gelagapan lalu meminta maaf pada Diana, sebelum Diana hamil tak pernah Diana menyebutnya jahat tapi sekarang menangis mengatainya jahat.
"aku akan minta maaf sama Bubby bagaimana? jangan menangis ya?." bujuk Cashel.
tangis Diana akhirnya berhenti, Ia sesegukan dan Cashel menghapus air mata Diana.
ke esokan paginya,
__ADS_1
dengan segala kerendahan hati akhirnya Cashel mau meminta maaf pada Bubby yang berdecak bangga bisa membujuk Diana, Diana begitu senang langsung mencium pipi Cashel.
"kamu memang suamiku yang baik bukan jahat." puji Diana dengan riang.
Keluarga Cashel hanya geleng-geleng kepala saja tapi bibir mereka tertawa dan tersenyum juga dengan tingkah Bubby mengetahui kelemahan Cashel.
Cashel menatap Bubby yang seperti meledeknya kalah tapi Cashel mengabaikannya asalkan Diana mengatakannya baik itu lebih utama baginya.
Eka sampai menganga sedari tadi menyaksikan hal itu, Putri Diana memang benar-benar pawangnya Tuan Muda Kejam seperti Cashel. Diana begitu hebat bisa membuat Cashel tunduk pada siapapun mau merendahkan egonya demi kebahagiaan sang Nonanya.
Bubby membawa Diana ke Taman belakang di ikuti oleh Tyara dan Eka, tinggallah Cashel bersama Keluarganya.
"ayo duduk..!" ajak Crystal.
Crystal merasa bangga pada Diana yang bisa menundukkan ego serta harga diri putranya tanpa menyakiti, Alex tersenyum saja bersama Indiro karna mereka sendiri sangat tau bagaimana rasanya di anggap jahat oleh orang yang sangat di cintai.
"apa kamu takut dianggap jahat oleh Putri Diana cicitku?." tanya Endang.
"Iya Eyang..! lebih menakutkan dari kematian didepan mata, Eyang." keluh Cashel memijit pelipisnya.
Crystal mengelus lengan Cashel, "setidaknya Bunda senang karna Putra kesayangan Bunda sangat baik dimata Putri Diana."
niat Keluarga Cashel ingin ke Rumah Sakit tapi karna masalah lucu ini mereka menunda dan akan datang nanti siang, Diana minta ikut tapi harus bersama Cashel karna Diana tidak mau pisah dari Cashel.
.
siang harinya,
"Irinaaa?." Diana memekik senang melihat Eka yang sudah pulih tapi bayinya masih dalam perawatan.
"Nona?." senyum lebar Irina.
"kenapa Nona sih? panggil Diana saja." omel Diana.
Irina menggeleng kepalanya karna lisannya sudah terbiasa memanggil Nona tentu sulit mengubahnya, Irina mau bicara non formal pada Diana tapi kalau panggilan tidak bisa berubah, mungkin masih butuh waktu.
Irina mengajak Diana dan Eka ke Ruang Inkubator di ikuti Bubby, sementara Cashel bersama Lionel berbincang dan memberi tanggung jawab ke Bubby yang dengan senang hati mau menjaga kedua wanita berharga Lionel dan Cashel.
"siapa nama bayinya kak?." tanya Bubby ke Irina.
"hmm..? Lion Madhava." jawab Irina tersenyum lembut memandang bayinya yang mirip sekali dengan Lionel.
__ADS_1
"kok sama sama Kak Lionel juga, cuma bedanya nggak ada El nya aja?." tanya Bubby.
Diana menjawab pasti karna Irina suka sekali dengan suaminya (Lionel) itu jadi memberi nama yang sama dengan bayinya, Bubby merasa heran mengapa sepasang suami-istri juga sudah menikah akan sama bucin akut.
"kamu akan rasakan nanti saat sudah jatuh Cinta Bubby..! indah sekali jika kita mencintai seseorang dan orang itu juga mencintai kita." kata Diana bangga.
"iya..! bener sekali." senyum lebar Irina.
mereka semua melihat ke Eka yang tampak senang melihat baby Lion begitu imut dan lucu.
"pasti bayi Nona nanti akan sangat imut seperti ini juga kan?." tanya Eka ke Diana yang tertawa mengelus perutnya.
"sudah.. sudah..? ayo kita kembali sama yang lainnya, kakak ipar ayo balik kita makan ya? jangan sampai Kak Cashel marah sama aku yang tidak bisa jaga kepercayaan." potong Bubby.
setelah puas melihat Baby Lion, mereka berempat keluar dari sana dan ada 4 pengawal Asiantama menjaga bayi Lionel untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
semua orang makan di Kantin Rumah Sakit dan menyewa 1 Ruangan Privat besar untuk Keluarga Asiantama, suasana sungguh recok terutama Tyara, Bubby dan Eka yang jomblo.
Endang bahkan tidak peduli dirinya Sendiri karna Ia sudah pernah punya pasangan yang sangat Ia cintai sehingga membuatnya tidak mau menikah lagi.
"maka nya kalian cari pasangan kalau iri cucu-cucuku." ledek Indiro.
Dewi Par melototi suaminya, "pasangan apa? mereka masih muda jangan menghasut mereka ya?."
Indiro nyengir dan yang lainnya terbahak, Diana dan Cashel saling suap-suapan terlihat sekali dunia seakan milik mereka saja. diam-diam Eka bahagia melihat itu lalu melirik Irina yang juga memandang ke Diana hingga beralih ke Eka, mereka berdua tertawa bersama lalu fokus dengan makan.
Irina menoleh ke Lionel yang memberinya makanan favorit Irina yaitu Ayam Bakar yang sudah Lionel pesan di tempat biasa Irina suka, Irina juga merasa bahagia kesabarannya mengikuti Diana tanpa mengeluh menghantarkan Irina kepada Lionel.
.
"nanti Bubby juga bakal ada pawangnya biar enggak nakal, sekarang dia masih muda maka nya usil sekali seperti Bunda dulu." ujar Crystal.
"kamu usil sangat menggemaskan sayang, dia mah amit-amit." ledek Alex.
Bubby hanya menatap datar Alex yang menjulurkan lidahnya seperti bocah. sungguh keluarga harmonis walau banyak debatnya tapi tidak ada lah yang haus akan darah antar saudara dan Keluarga.
.
.
.
__ADS_1