Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
yakin


__ADS_3

.


.


.


tanpa terasa waktu terus berlalu,


Dylon dan Asya sudah berumur 6 tahun, mereka berdua sudah sekolah kelas 4 SD padahal normalnya mereka masih kelas 1 SD.


"Mommyyy?" teriak Asya berlari memasuki Mansion Asiantama.


Dylon berjalan tenang tanpa berlari seperti Asya, Eka dan Lanita dibuat pusing sendiri namun gemas juga dengan tingkah Asya dan tidak untuk Dylon tapi memang sifat angkuhnya itu gemesin.


Crystal dan Dewi Par melihat Dylon dan Asya bergantian.


"kenapa lama sekali kekuatan mereka tumbuhnya?." tanya Dewi Par ke Crystal.


"seperti yang Kakak cantik katakan kalau Dylon dan Asya akan merasakan kekuatannya di umur 7 tahun." jawab Crystal.


"berarti 1 tahun lagi ya?." Dewi Par.


Crystal mengangguk lalu tersenyum melihat Diana berjalan dengan perut buncitnya menuntut Putra-Putrinya ke arahnya.


"Papa mana Mom?." tanya Dylon yang tidak lagi cadel.


"Papa bekerja nak..! ada apa sayang?." tanya Diana.


"tidak apa Mom..!" jawab Dylon lalu melangkah ke Oma serta Eyang cantiknya.


Crystal mencium kedua Penguasa kecil itu, terutama Asya yang semakin cantik juga menggemaskan.


Diana menoleh ke Dylon yang meminta Eka menemaninya ke Perusahaan Cashel, yang lain hanya merasa penasaran saja tapi Dylon tidak mau mengatakan apa-apa sebab kepribadian Dylon semakin Introvert saja, kalau ada masalah pasti mengadu pada Cashel padahal Dylon sangat akrab dengan Diana.


Diana tidak mempermasalahkan hal itu malah senang jika Dylon terbuka pada Cashel setidaknya ada tempat untuk mengadu masalah anaknya yang sulit mempercayai siapapun, jika pada Diana alasannya takut Diana stres sebab Mommynya sedang mengandung.


.


Perusahaan Asiantama,


Dylon berjalan dengan kaki kecilnya ditemani Eka juga 2 Pria berbadan besar yaitu Pengawal bocah menggemaskan itu, beberapa karyawan perempuan di Perusahaan Asiantama sangat gemas melihat raut wajah angkuh tubuh mungil itu.


"benar-benar duplikat Tuan Muda Cashel." begitulah rata-rata pemikiran setiap perempuan.


Mereka seperti melihat Cashel diwaktu kecil, Dylon mengabaikannya hingga Ia terhenti seketika saat telinganya terasa gatal samar-samar Ia mendengar suara tapi tidak tau suara apa itu.


"ada apa Tuan Kecil?." tanya Pengawal.

__ADS_1


"Tuan?" Eka menunduk ke Dylon.


Dylon menggeleng kepalanya, "tidak apa Bibi."


Eka pun mengekori Dylon yang berjalan duluan, walaupun Dylon masih kecil tapi kedudukan Dylon sudah seperti Pangeran Mahkota diantara Keluarga Asiantama.


salah satu Pengawal Dylon menekan tombol Lift privat lalu Dylon masuk seperti benar-benar anak Raja di ikuti kemana saja pergi, para Karyawan berkumpul mulai bergosip riang mengenai Putra Kecil Cashel itu.


Fly (Asisten kedua Cashel setelah Abin) kaget melihat sosok Dylon lalu segera menghubungi suaminya (Abin) dan memberitau keberadaan Dylon.


telepon di tutup lalu Fly yang sedang hamil 5 bulan menuntun Dylon di ikuti 3 bawahan yang menjaga Dylon.


"silahkan masuk Tuan Kecil!" Fly setengah menunduk memberi jalan untuk Dylon.


Dylon melihat perut Fly pun berkata, "jangan terlalu menunduk nanti adek diperutnya sakit." kata Dylon seperti orang dewasa saja.


Fly menegakkan badannya kini hanya menundukkan kepalanya sebagai rasa hormatnya, mana berani Fly menertawai Dylon walau umurnya sangat kecil tapi 1 Perusahaan tau bagaimana pintar dan bijaknya Putra Kecil Cashel yang satu itu.


2 Pengawal menunggu didepan Ruangan itu hanya Eka yang masuk menemani Dylon tapi itupun Eka didekat Pintu saja tidak berani mendekati Cashel yang sedang ada rapat penting.


semua yang di Ruangan rapat menoleh ke Dylon betapa takjubnya mereka melihat sosok Cashel kecil itu.


"ada apa son? apa urusanmu sampai tidak bisa menunggu Papa hmm?." tanya Cashel memutar kursinya ke arah Dylon.


Cashel tau kepribadian Putranya yang angkuh sehingga Ia tidak akan suka disambut apalagi digendong.


"aku mau mengatakan sesuatu Pa..! apa Papa masih lama?." tanya Dylon kini sudah ada didepan Cashel.


Dylon mengangguk lalu dengan cepat Abin mengambilkan kursi tak jauh darinya dan diletakkan disamping Cashel, Dylon merentangkan tangannya ke Cashel yang berniat membantunya duduk di kursi itu.


Rapat pun di mulai, situasi menjadi begitu tegang dengan adanya Dylon yang menatap tajam ditambah Cashel yang dingin sungguh menakutkan, Cashel melirik Dylon menggeleng-geleng kepalanya sambil mengusap daun telinganya.


Cashel mengerutkan keningnya, "apa kekuatannya sudah mulai aktif?." batin Cashel menebak.


.


jalan pulang,


Cashel menggendong Dylon yang melingkarkan tangannya dileher Papanya, Eka sudah berkedut menahan tawanya melihat kepasrahan Dylon mau digendong Cashel yang jalannya cepat langkahnya juga lebar sementara Dylon jalannya lambat karna kakinya itu juga kecil.


"ada apa son? apa yang membuat Anak Papa ini sampai mendatangi Perusahaan Papanya hmmm?" tanya Cashel ke Dylon.


"aku merasa hal aneh Papa..?" jawab Dylon.


"apa?." tanya Cashel berubah serius mendengarkan.


Dylon menceritakan apa saja yang Ia alami tanpa takut di dengar oleh Eka juga kedua Pengawalnya, Dylon sudah mengancam mereka jika mengadu pada Mommynya maka mereka akan dibuang (maksudnya tidak akan dipercaya lagi oleh Dylon untuk menjaganya).

__ADS_1


"kekuatanmu sudah aktif Son! kita berlatih bagaimana?." tanya Cashel.


"hmm? masa sih?." Dylon melihat tangan kecilnya.


"Papa akan minta libur pada Kepala sekolahmu Son..! tapi beri Papa waktu 2 hari lagi ya? Papa akan urus Perusahaan sebelum mengajarimu untuk membangkitkan kekuatan intimu." pinta Cashel.


Dylon mengangguk dan kembali memeluk leher Cashel tanpa peduli telah menjadi pusat perhatian, Dylon hanya beberapa kali datang ke Perusahaan Cashel sedangkan Putri Kecil Cashel belum pernah menginjakkan kaki di Perusahaan Cashel.


Asya selalu keluar bersama Cashel kemana saja tapi tidak jika ke Perusahaan, putri kecilnya Cashel itu tidak mau datang karna terlalu malas saja mengelilingi gedung Perusahaan Cashel yang 7 kali lipat luasnya dari Mansion Asiantama.


.


di Kamar Diana dan Cashel,


"ada apa Beb? kenapa Dylon mendatangimu? apa ada masalah?." tanya Diana menyambut Jas suaminya.


Cashel mengelus perut buncit Istrinya, "jangan pikirkan sayang..! kekuatannya baru saja aktif." bisik Cashel dengan mesra mengecup pipi Diana.


Diana tersenyum lembut, "cepat sekali sedangkan Asya belum ada tanda-tanda."


Cashel terkekeh lalu mengatakan bahwa Dylon anak laki-laki terlebih lagi sifatnya mirip sekali dengan Cashel dulu.


Cashel mengambil alih Jasnya dari tangan Diana, "ambilkan aku minum sayang..!" pinta Cashel.


Diana mengangguk segera menuju ruangan kecil yang ditata khusus (dapur mini) membuat makanan serta minuman untuk mereka supaya tidak terlalu jauh ke dapur.


"aku mandi ya sayang, tidak usah terburu-buru." teriak Cashel dari pintu Kamar mandi.


Diana mengangguk sambil tersenyum mengelus perutnya, Ia pun mulai memasak burger mini spesial menjelang suaminya selesai mandi.


.


Cashel makan dengan lahap makanan spesial buatan Istrinya, "apa kamu bisa tidur siang tadi sayang?." tanya Cashel dengan mulut penuhnya.


Diana mengangguk, "Tyara dan Bunda membantuku beb!"


"baguslah sayang !!" Cashel menyatukan keningnya dengan kening Diana begitu gemas.


"bagaimana keadaan Bubby dan Rara?? mereka sudah lama tidak tidur di Mansion, apa mereka bertengkar?." tanya Diana penasaran.


Cashel menggeleng kepalanya, "mana mungkin mereka bertengkar." kekeh Cashel.


Diana heran mengapa Cashel sangat percaya bahwa Bubby dan Rara tidak pernah bertengkar.


"Bubby Pria yang sangat pandai menjaga amarahnya dengan topeng ramahnya itu kecuali Rara terluka sedangkan Rara wanita yang sabar dan patuh..! percayalah mereka baik-baik saja." jelas Cashel.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2