
.
.
.
"emangnya Kakak punya calon??" celutuk Tyara seperti meledek.
"tentu saja..!"
jawaban Bubby membuat Tyara dan Crystal terbelalak tak percaya.
"siapa nak?." tanya Crystal.
belum sempat Bubby menjawab mereka semua terdiam saat Keluarga nya baru saja kembali dari Luar.
"ada apa ini?." tanya Cashel yang menggendong Asya.
"kenapa?" Diana pun merasa ada atmosfer berbeda di antara Crystal, Tyara dan Bubby.
"kalian bawa Sikembar !." titah Dewi Par ke Eka dan Lanita.
Indiro menurunkan Dylon ke Lanita, Lanita mengambil alih Dylon lalu beranjak pergi bersama Eka yang juga menggendong Asya.
"ada apa ini?." tanya Cashel.
"dimana Papamu nak?." tanya Crystal tidak melihat Alex.
"Papa sedang bicara sama Penjaga tadi didepan, nanti akan masuk. ada apa Bunda?." tanya Cashel mendekati Crystal dan duduk hadapan Bubby.
Bubby terlihat makin kurus lalu Diana bertanya apakah Bubby sakit tapi jawaban Bubby membuat orang kesal saja yaitu tidak berselera makan.
"memangnya apa yang membuatmu berselera makan?." celutuk Indiro.
"masakannya?" jawab Bubby.
"masakannya?." beo semua orang tidak mengerti.
Bubby melirik semua Keluarganya tampak mencari-cari jawaban satu sama lain tapi tidak ada yang mengerti juga perkataan Bubby.
"cuma makanan gadis itu saja yang bisa buat seorang Tuan Muda Kedua Asiantama memiliki nafsu makan yang tinggi." Ujar Bubby dengan kesal.
"hah?". semua memasang tampang wajah bodoh.
bagaimana mereka bisa percaya seorang Bubby yang dikenal ramah dan diincar banyak perempuan dibanding Cashel yang dingin memiliki seorang gadis? mereka sekeluarga tau kalau Bubby pernah berkata akan menikah di umur 30 tahun saja tapi sekarang Umur Bubby belum sampai 25 tahun sudah minta menikah?
Tyara menampar pelan pipi Bubby, "kakak?? apa kakak bermimpi?? bukankah kakak yang bilang kalau akan menikah di Umur 30 tahun ha? kenapa sudah menikah di umur yang belum genap 25 tahun?"
__ADS_1
"memang kenapa?? kakakmu ini tampan, mapan dan banyak perempuan yang antri dengan kakak." jawab Bubby dengan wajah datar.
"siapa yang mau menikah??." Tanya Alex tiba-tiba muncul di sekitar mereka.
sontak saja semua orang yang masih membeku mencerna perkataan Bubby menunjuk ke Bubby, Alex melebarkan matanya tak percaya.
"menikah muda?." tanya Alex memicing sambil melangkah ke arah Bubby.
"aku penasaran gadis itu." kata Diana tersenyum lebar sambil menaikturunkan kedua alisnya ke Bubby.
Bubby melihat ke Diana, "memang dia kakak ipar."
"APAA??"
Cashel memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri, sementara Keluarganya mulai ribut menyalahkan Cashel dan Diana yang tidak bicara dari awal bahkan Tyara mengomeli Diana yang tak cerita tentang gadis itu, Diana jadi merasa bersalah karna dari awal Ia mengira hubungan Bubby dengan Rara tidak ada yang serius.
.
.
di tempat lain,
Rara dilamar oleh Pria lain didepan Lily.
"bagaimana nak?." tanya Lily menoleh ke Rara.
"Maa?? Rara masih butuh pekerjaan ini, Rara belum mau menikah karna masih muda, bahkan Karir Rara baru saja menanjak." Rara berusaha mengutarakan keinginannya.
"Maa..?" Si Pria berusaha membujuk Ibunya.
"mau apa? kan Mama sudah bilang tidak usah menikah dengannya, kenapa kamu menolak Anak pak hakim hah?? dia sangat berpendidikan." bentak Camer Rara.
Lily merasa Putrinya direndahkan pun menolak lamaran Pria itu dengan alasan karir Rara baru saja menanjak, bahkan Lily meminta Pria itu untuk memikirkan perkataan Ibunya saja. Lily tidak akan mau menyerahkan Putrinya yang BERHARGA ke wanita tukang banding anak orang itu.
wanita itu merasa malu dengan sindiran Lily pertengkaran pun terjadi, Rara berusaha melerai pertengkaran mereka hingga tanpa sengaja Rara menjatuhkan calon mertua nya, sontak saja Pria yang mau melamar Rara marah langsung menampar Rara hingga tersungkur dengan sudut bibir berdarah.
"beraninya kau mendorong Mamaku?" teriak Pria itu dengan marah sambil membantu Ibunya berdiri.
"sial*n kau..!" Ibu Lily yang marah mengambil air panas dan menyiramnya ke Pria itu (Verdo) yang menjerit kepanasan.
"aaahhh"
"Maa?" Rara bangkit mencoba menenangkan Lily.
"kalian akan aku tuntut!" teriak Boni yaitu Mama nya Verdo.
Lily melempar gelas ditangannya ke Verdo sampai gelas itu pecah, "aku tidak menyesal menolak mu pria brengs*k..! jika kau sayang pada Mamamu seharusnya kau dengarkan dia menikahlah dengan anak pak Hakim itu, kau fikir kau itu siapa bisa memukul anakku ha?" teriak Lily seperti orang gila.
__ADS_1
"kamu lihat Do? dia hanya orang gila kenapa kamu mau menikahinya?." geram Boni.
Verdo masih kesakitan dengan wajahnya yang sungguh merah, Boni memaki Lily akan menuntutnya.
"siapa yang kalian tuntut?." suara itu tiba-tiba membuat semua orang menoleh.
DEG!!
betapa terkejutnya mereka melihat Bubby yang berjalan dengan Cashel, Crystal dan Alex. kedatangan Pria Penguasa itu membuat situasi begitu menakutkan tentu saja benak mereka bertanya-tanya mengapa orang-orang berkuasa itu bisa ada di tempat tidak layak ini.
para tetangga banyak berkumpul didepan Kontrakan Lily, mereka sampai penasaran mengapa Penguasa Asiantama menginjakkan kaki di daerah kumuh mereka.
"apa dia gadis yang mau kamu nikahi?." tanya Alex ke Bubby.
"hmm". jawab Bubby tenang tapi Ia terusik seketika saat melihat sudut bibir Rara berdarah, Ia mendekat lalu memegang dagu lancip Rara yang memang benar-benar terluka. Bubby sampai mengepalkan tangannya melihat bekas tamparan di pipi Rara.
DEG!!
semua Orang membisu dan Verdo serta Boni memucat seketika, bagaimana bisa gadis tidak ada istimewanya itu menjadi incaran seorang Tuan Muda Kedua.
"Keluar...!" usir Cashel dengan nada dingin.
sontak saja mereka buru-buru keluar tapi tiba-tiba mereka berhenti saat Bubby berbicara.
"katakan siapa yang membuatnya terluka." Bubby berkata dengan Nada tak bersahabat sambil berbalik badan ke arah mereka semua.
Crystal dan Alex sampai terkejut, tidak pernah Bubby menunjukkan raut wajah seperti itu karna Bubby sangat ramah dan lembut disaat marahpun Bubby masih bisa mempertahankan wajah ramahnya.
glek..!
"Tua.. Tuan..? tidak ada Tuan, s.. saya hanya tidak sengaja mendorong Ibunya." Rara yang tadi sempat syok dengan pertanyaan Alex langsung tersadar memegang ujung jaket Bubby.
"jangan membelanya..! seorang Pria sejati tidak akan memukul perempuan." kata Bubby dengan nada serius membuat Rara melangkah mundur tanpa berani protes.
Crystal melihat itu pun langsung bergerak cepat membawa Ibu Lily dan Rara keluar Kontrakan disusul Alex masuk ke Mobil, mereka pergi menjauhi Bubby dan Cashel yang mengurus sisanya.
Crystal memandang lekat Rara dengan cepat Rara memberitau kalau Bubby hanya bercanda saja ingin menolongnya, Rara memohon semoga Crystal tidak salah faham sedangkan Ibu Lily tidak berani berbicara sepatah katapun.
Alex yang membawa mobil tertawa dan ditatap sengit oleh Crystal tentu saja Alex bungkam, Alex tertawa bukan merendahkan Rara tapi karna Rara malah mengajari mereka yang lebih mengenal Bubby dibanding Rara.
"jujur saja itu pertama kalinya Saya sebagai Ibu kandungnya melihat Putra Kedua saya semarah itu." kata Crystal dengan lembut sambil mengambil kotak obat yang tersimpan di Mobil mewah itu dan mengobati Rara.
"tapi sungguh Nyonya..! kami tidak punya hubungan apa-apa, Tuan Bubby memang orang baik." bela Rara.
"tidak usah mengajari kami..! kami sangat kenal wataknya yang tidak mudah terpancing amarah." kata Alex serius.
.
__ADS_1
.
.