
.
.
.
"kenapa Ka?." tanya Diana sekali lagi melihat ekspresi Eka tampak berpikir akan sesuatu.
"saya penasaran apakah orang yang membongkar kebusukan psikopat gila ini juga seorang Mafia? kok bisa membongkar kejahatan Mafia?." jawab Eka.
"mungkin saja orang itu menyinggung Orang yang salah." jawab Diana.
Eka tidak mengerti lalu meminta Diana menjelaskan.
"huuh..!" Diana menghela nafas lalu melanjutkan, "kalau menurut aku bisa saja pembunuh berantai itu menyakiti orang tersayang Orang baik itu, dan kebetulan orang baik itu tidak terima akan kehidupan layak manusia jahat itu."
Eka mencerna nya, "berarti Orang baik ini Keluarganya juga menjadi Korban?." tebak Eka.
Diana menganggukkan kepalanya, "aku tidak bisa membayangkan kalau aku berada di posisi mereka, huuh.. semoga saja anakku tumbuh dengan baik."
Diana merasa iba mengingat tontonan yang beredar Ibu-ibu yang menangis histeris memanggil buah hati mereka yang meninggal trag*s.
"sebenarnya itu pengawasan kedua orangtua juga si Nona, siapa suruh mereka tidak waspada." dumel Eka.
Diana mendengus, "kalau orang kaya bisa menyewa Pengawal terbaik ya kalau orang miskin bagaimana? sekolah adalah tiket bagi seorang anak untuk bisa merubah nasib Kedua orangtua mereka, mana mungkin ada Orangtua yang mengurung anaknya didalam rumah, anak mereka hilang saat pulang sekolah kan?." omel Diana.
Eka nyengir Kuda, Ia lupa kalau Nona nya ini sangat baik hati terhadap orang kalangan bawah.
"maaf Nona." ucap Eka.
Diana mengelus perutnya, "aku tau kalau suamiku pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak kami tapi tetap saja aku harus punya kekuatan melatih mereka, aku tidak punya kelebihan apa-apa."
"Nona tidak punya apa-apa maksudnya apa coba? Nona sangat baik hati saya yakin Nona bisa membentuk Kepribadian anak-anak Nona nanti menjadi orang baik yang mau menolong orang miskin." omel Eka.
Diana terdiam lalu tersenyum lebar, "kamu benar Ka."
Eka juga ikut tersenyum dan ikut mengelus perut Diana, "Tuan kecil atau Nona Kecil harus jadi anak yang baik ya? saya akan mengikuti kemana saja kalian pergi." oceh Eka.
Diana tertawa, "memang kamu tidak menikah?." ejek Diana.
__ADS_1
"saya menikah Nona tapi kalau usia anak-anak Nona sudah 5 tahun atau 7 tahun." jawab Eka berkacak pinggang dengan pongah.
Diana terkikik geli, "terserahmu saja..! anak-anakku akan lebih bawel darimu."
"tapi saya rasa tidak, mereka akan sangat baik pada saya." jawab Eka percaya diri.
Diana menggeleng kepalanya, Eka memang tidak sabar bermain dengan anak-anaknya bahkan Eka sangat percaya diri sekali mengatakan Anak Diana akan tumbuh menjadi Anak yang baik hati sama seperti Diana, kecuali Anak laki-laki yang pasti menurun dari sifat Papa nya menakutkan serta tak banyak bicara.
.
Diana diantarkan makanan oleh Dewi Par, Crystal dan Endang. betapa perhatiannya Keluarga Cashel pada Kesehatan Diana walau sudah berapa kali Diana katakan tidak masalah tapi tetap saja mereka membuatkan Diana makanan enak dan sehat.
"sayang? Eyang dan Oma harus pergi untuk senang-senang, kamu mau apa nak?." tanya Endang dengan lembut.
"tidak ada Eyang..! Diana minta Eyang sama Oma sehat-sehat saja." jawab Diana malu-malu.
mereka semua begitu gemas dengan Diana, bagaimana baik hatinya Diana yang tidak ingin apapun, Diana tidak seperti kebanyakan perempuan yang ingin segala sesuatunya tentang dunia.
"Bunda harus ke Rumah Aunty Dinda, kamu tidak apa sendiri? sebentar lagi Cashel akan pulang." tanya Crystal dan Diana mengangguk patuh sembari tersenyum manis.
"kalau kamu mau sesuatu minta saja pada Eka dan pelayan lain ya? jangan jauh-jauh dari Eka." Crystal mencubit pipi Diana.
Diana menganggukkan kepalanya lagi sangat patuh, "nanti Cashel juga mau bawa Diana ke Rumah Irina dan Kak Lionel."
Diana yang malu diceramahi oleh Keluarga barunya itu, betapa beruntungnya Diana tidak dipandang rendah oleh Keluarga Cashel padahal dulu Diana sempat takut tidak akan diterima Keluarga Cashel yang sangat kaya.
.
Eka tersenyum lebar melihat Diana menggembungkan pipinya selepas kepergian Keluarga Cashel, Diana bahkan tidak diizinkan bergerak mengantar Keluarga nya ke depan Pintu Mansion.
"habisi Nona!." pinta Eka.
Diana mengerucutkan bibirnya, "dulu aku bahkan tidak makan juga tidak apa tapi sekarang setiap jam makanan datang padaku, bagaimana aku tidak jadi gemuk coba?."
Eka terkekeh, "Nona? anda gemuk karna calon anak Nona yang mulai tumbuh besar."
Diana mengelus perutnya dengan tangan kiri begitu lembut tapi mulutnya penuh segala buah dengan tangan kanannya, Ia harus menghabiskan semua nya walau enggan demi sang bayi yang butuh nutrisi.
.
__ADS_1
Cashel tiba di Taman favorit Diana, rupanya semua sudah bersih.
"sayang?." panggil Cashel, Diana menoleh dan bangkit berjalan cepat ke arah Cashel sambil tersenyum lebar memeluk suaminya.
Cashel mengelus kepala Diana, "apa sudah makan? kemana semua orang?."
Diana menjawabnya lalu Cashel menghela nafas, "mereka tidak betah didalam Rumah, maafkan aku sayang..! mereka sejak dulu memang suka keluar Mansion, bahkan Bubby dan Tyara pun jarang di Rumah."
Diana seketika melepaskan pelukannya, "aku baru ingat..! dimana Bubby? kenapa berhari-hari belakangan ini aku tidak melihatnya?." tanya Diana.
Cashel tersenyum mengecup puncak kepala Diana, "aku melarangnya tinggal disini."
"kenapa??." tanya Diana tidak mengerti.
"karna dia kamu menangis, aku menghukumnya." jawaban tegas Cashel membuat Diana terganga.
"tapi Bubby tidak bersalah, kenapa kamu menghukumnya beb? apa dia masih hidup?." tanya Diana dengan hati-hati.
Cashel tertawa lebar, "apa kamu pikir aku sejahat itu?."
Diana menggeleng kepalanya, "suamiku orang baik."
"aku hanya menjauhkannya darimu sayang sampai Istriku melahirkan baru dia boleh tinggal di Mansion ini." jelas Cashel dengan serius.
Diana bertanya lagi membuat Eka yang tau jauh dari sana hanya menggeleng-geleng kepala dengan tingkah Diana yang sangat baik, apa yang Cashel katakan memang benar dan menurut Eka itu tidak ada salahnya Bubby dijauhkan dari Diana.
Bubby sangat usil jika tidak mengganggu orang sekitarnya maka itu bukan Bubby nama nya, sementara Diana? Diana sedang fase kehamilan yang jelas hormonnya sangat sensitif.
setelah puas bercengkrama Cashel mengajak Diana ke Pulau Nethal bersama Eka, Diana sampai menganga melihat pemandangan itu begitu juga Eka yang berulang kali mengucek matanya. mereka terpana dengan keindahan alami di Pulau Nethal.
"ayo..!" ajak Cashel merangkul pinggang Diana.
Diana celingukan kesana-kemari seperti hewan peliharaan yang biasa dikurung tiba-tiba ingin terbang bebas, Cashel memperingati Diana untuk tidak berlari karna janin Diana masih rawan.
"waahhh!! ini lebih indah dari Istana." gumam Eka melompat-lompat dibelakang Diana dan Cashel.
Eka beruntung diajak oleh Diana, awalnya Cashel tidak mau tapi permintaan Diana yang bilang kalau Irina dan Eka berteman, terpaksa Cashel mengiyakan saja, beginilah bahagianya Eka pantas saja wajah Irina berseri-seri kalau setiap bertemu dengan mereka dan tidak sabar mau pulang padahal Mansion Asiantama sangat megah juga mewah.
.
__ADS_1
.
.