Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
dia bodoh?


__ADS_3

.


.


.


"tidak ada siapapun". ujar salah satu lelaki.


"mana mungkin". bentak Soft tidak percaya.


Soft adalah teman dekat Eliziany yang merupakan orang yang selalu ada untuk Eliziany.


Soft meminta tim keamanan melihat CCTV dan mereka semua bergerak cepat, Soft yakin tadi melihat Irina membawa Diana masuk ke Ruangan ini.


Soft tidak boleh membuang kesempatan untuk menghancurkan nama Diana supaya tidak ada celah untuk gadis itu menjadi calon putri mahkota selanjutnya.


"tidak ada siapapun".


Soft membelalak tak percaya bukti rekaman CCTV tidak menangkap siapapun, "apa-apaan ini? kenapa tidak ada siapapun?".


Irina melihat kejadian itu pun memilih keluar karna semua bukti tidak ada, Irina membuang nafas lega berkali-kali karna selamat dari petaka itu.


.


acara kembali berlanjut dimalam hari,


Soft menemui Eliziany dan betapa terkejutnya Elizia rencana mereka gagal, Elizia menebak hantu penjaga Diana itu ternyata tidak muncul di malam hari saja.


"lalu dimana dia sekarang?". tanya Soft dengan geram.


"biarkan saja, aku gunakan cara lain". balas Elizia tersenyum manis lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Pangerannya.


Soft tersenyum cerah mengerti ide Elizia yang akan menggunakan sosok mantan tunangan Diana sebagai umpanan rasa sakit hati Diana.


Elizia dan Soft menoleh mendengar suara Irina yang bersorak heboh melihat panggung spektakuler buatan para mahasiswa/i dimalam puncak acara.


"dia baik-baik saja, kamu yakin sudah kasih bubuk gatal?". bisik Soft.


Elizia mengerutkan keningnya tak suka melihat Diana tertawa menggoyang-goyang lampu ditangan kanan gadis itu, walau pandangannya kosong tapi bibir Diana yang tertawa itu membuat Elizia dongkol dan tidak terima.


"Elizia". bisik Soft mengguncang lengan Elizia.

__ADS_1


"rencana malam ini tidak boleh gagal". ujar Elizia.


Elizia tidak sadar bahwa Cashel tengah mengawasinya dengan menutup raganya menjadi transparan dan tidak ada yang melihatnya, Pria itu seperti jelangkung bagi Elizia tapi bukan untuk membantu Elizia melainkan mengawasi rencana licik si Ular kepala 3 dan ekor rubah bercabang itu.


"huuh... kematian terlalu enak baginya, kalau aku membunuhnya cepat pasti Diana dijadikan tersangka, para pejabat di Kastil jelek itu berpihak pada ular ini". batin Cashel berdecak pelan sambil menggeleng kepala.


Cashel ingin membunuh Eliziany tapi ada konsekuensi yang harus Ia tanggung yaitu keselamatan Diana, untuk itu Cashel harus menghancurkan martabat Eliziany serendah-rendahnya jadi saat Elizia mati tidak akan ada yang menyalahkan Diana.


Cashel mengerutkan keningnya melihat Elizia tampak menyambut seorang Pria berpakaian formal berlapiskan perak disetiap kancing bajunya, Cashel memicingkan matanya karna Ia memang tidak terlalu tau dunia kerajaan, Cashel kan dari Indonesia yang negaranya jelas bukan kerajaan.


"apa rencananya? kenapa dia bahagia sekali?". gumam Cashel menebak lalu Ia menghilang dan muncul disamping Elizia (transparan).


"Deniel? apa kamu tidak merindukanku?". tanya Elizia dengan manja.


"aku merindukanmu, tapi kenapa statusmu bisa dilepas? aku tidak mau kita harus putus karna kedua orangtuaku menginginkan statusmu". kata Deniel berterus terang.


Elizia tersenyum merangkul lengan Deniel, "kamu tenang aja Honey..! aku adalah putri mahkota yang pantas menduduki kerajaan Awan". kata Elizia dengan sombong dan yakin.


Deniel menganggukkan kepalanya lalu melihat sekeliling dan matanya menangkap sosok Diana dari kejauhan tengah tertawa bersama pelayannya.


"kenapa? kamu suka melihat tawanya?". tanya Elizia dengan nada cemburu.


Elizia tersenyum manis, "tentu saja..! hanya pria bodoh saja yang mau menyukainya".


Cashel mendengar itu menatap tajam Elizia, "apa katanya? aku bodoh karna suka gadis cacat itu?". batin Cashel tak terima lalu menyentil telinga Elizia.


"ahh?". ringis Elizia memegang daun telinganya.


"ada apa?". tanya Deniel.


Elizia menggeleng kepalanya lalu membawa Deniel pergi ke Kursi tamu yang khusus, "lihat aku seorang saja Honey! aku akan menari dengan sangat baik". kata Elizia dengan manja.


Deniel mengangguk sambil mendudukkan bok*ngnya dengan angkuh juga melipat kakinya seperti gaya bos besar.


.


"Nona?". bisik Irina


Diana menoleh ke Irina, "ada apa?". tanya Diana juga berbisik.


Irina mengatakan bahwa ada Pangeran Deniel di tempat ini, Diana menganggukkan kepalanya sambil mengulas senyum.

__ADS_1


"ada apa Nona? kenapa tersenyum?". tanya Irina heran.


"aku sudah punya Cashel yang sangat baik menjadikan aku yang cacat menjadi lebih sempurna, memiliki teman sepertinya lebih baik dari pada punya pasangan yang ingin tahta saja". ujar Diana membuat Irina membenarkan kata-kata Diana.


Irina membisikkan giliran Eliziany yang menari, Diana perlahan menggerakkan bola matanya dengan sangat hati-hati melihat tarian Elizia yang sangat anggun berjalan ke puncak panggung tepat berhadapan dengan Deniel.


tarian Elizia membuat para penonton bersorak riang, mereka tentu senang dengan tarian Elizia yang mengundang nafs* birah* lawan jenis.


Deniel melirik ke Soft saat teman Elizia memberikan seikat bunga mawar padanya, Deniel yang peka langsung bangkit lalu mendekati Elizia dan memberikan bunga itu kepada Elizia.


Elizia merasa bahagia lalu merangkul lengan Deniel dengan manja, para mahasiswi begitu heboh karna iri dengan Elizia yang bisa memiliki Pria seperti Deniel, Elizia merangkul Deniel dan membawa mantan tunangan Diana itu yang kini menjadi miliknya kepada Diana untuk memprovokasi gadis itu.


"maafkan aku ya Diana..? aku terlalu bahagia dipanggung jadi melupakanmu". kata Elizia dengan nada bersalah.


Diana menganggukkan kepalanya, "aku sadar kok kalau aku tidak terlalu dianggap".


"woo.. kau bisa bicara ya? tapi masih cacat". tanya Deniel memperhatikan tubuh Diana yang masih di kursi roda, buta tapi sudah bisa berbicara.


Diana memegang lehernya, "iya..! aku punya teman yang sangat baik". kata Diana.


sontak saja perkataan Diana membuat mood Elizia hancur, Ia yang sudah bersusah payah membuat Diana cemburu dengan apa yang Ia miliki malah langsung kena sentil oleh Diana karna Diana punya hantu yang sangat menjaga Diana hingga bisa sembuh.


"kapan kamu izinkan aku bertemu dengan hantumu Diana?". tanya Elizia dengan senyuman.


Deniel menoleh ke Elizia lalu dengan cepat Elizia membisikkan sosok yang menyembuhkan Diana ke Deniel, betapa terkejutnya Pria itu karna Negara mereka memang percaya hal diluar nalar tapi hanya sesaat saja kini sudut bibir Deniel malah muncul seringai meledeknya.


Irina merasa bangga dengan raut wajah kecut Elizia tadi saat Diana mengatakan bahwa Diana punya teman yang sangat baik hati, terlihat sekali oleh Irina kalau Elizia juga ingin punya hantu seperti Diana miliki.


"kalau dia bisa menyembuhkan suaramu kenapa dia tidak menyembuhkan mata dan kakimu?". ledek Deniel.


"jangan mengejeknya seperti itu Honey". Elizia berlagak sebagai saudara yang baik membela Diana.


Diana tersenyum tipis, "jika aku meminta itu padanya, dia bisa melakukannya tapi aku tidak mau dijilati banyak orang. biarlah aku seperti ini sampai Elizia menjadi putri mahkota dan istrimu". kata Diana dengan senyuman.


Elizia awalnya senang tapi ketika Ia mencerna kata-kata Diana yang bilang kalau hantu Diana bisa menyembuhkan Diana jika Diana memintanya artinya hantu itu sangat kuat membuatnya semakin serakah saja ingin memiliki hantu nya Diana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2