Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
nambah


__ADS_3

.


.


.


tidak ada yang tau pelaku yang membuka kedok busuk Keluarga Berby, ada yang bahagia mereka musnah ada juga yang tak terima karna menurut sebagian orang merasa hukuman itu terlalu mudah.


pembunuhan? tidak ada yang tau bahwa tempat itu sudah dipasang bom oleh seseorang malah mereka mengira Keluarga itu bunuh diri bersama dengan Bom, mana mungkin ada yang bisa masuk ke Ruangan Bawah tanah dihancurkan? Cashel bermain sangat bersih.


ke esokan harinya,


Diana bersenandung Dapur, Crystal yang baru masuk penasaran mengapa Diana terdengar sangat bahagia.


"sayang? apa kamu tidak tau kalau calon pengantin tidak boleh memasak?." tanya Crystal serius.


Diana berbalik lalu nyengir, "maaf Bunda..! tapi kan Diana bukan calon pengantin lagi cuma pesta pernikahannya saja digelar." jawab Diana malu-malu.


Crystal tersenyum, "pantas saja kamu bisa membuat Cashel tidak berkutik ya? jawaban polos kamu itu gemesin."


Diana tersenyum lebar dengan rona khasnya.


"kalau begitu kamu mau buat apa sayang? bukankah Cashel udah bilang kamu tidak usah masak." tanya Crystal sembari mendekati Diana dan melihat masakan Diana.


Diana dengan malu berkata, "sebenarnya Diana hanya ingin mengucapkan terimakasih sama Cashel Bunda, Diana bertemu dengan Ibunda dan bermain cukup lama di alam mimpi itu semua berkat Cashel."


Crystal menganggukkan kepalanya, "iya sayang! bahkan jika kamu memintanya Cashel bisa melakukannya, kamu bertindak seperti Cashel itu orang asing bagimu sayang."


Diana menjelaskan dengan cepat bahwa dirinya tidak mau memanfaatkan kekuatan Cashel untuk kesenangannya hal itu membuat Crystal tertawa lepas, Ia tidak menyangka Diana punya pemikiran seperti itu malah Diana yang tertunduk tidak mengerti mengapa Crystal tertawa.


"sayang?." Crystal menangkup kedua pipi Diana yang mengerjab-ngerjabkan matanya dengan polos.


"asal kamu tau ya? kalau dalam pertemanan memanfaatkan itu memang tidak nyaman tapi jika sudah sepasang kekasih? Bunda yakin Cashel pasti bahagia kalau kamu meminta apapun padanya karna Cashel mencintaimu sayang." ujar Diana.


Diana mendengarkan penjelasan Crystal hingga mereka kedatangan Dewi Par yang ingin membuat jus pun ikut-ikutan gemas dengan kelakuan Diana yang sangat mirip dengan Crystal dulu saat masih gadis.


.


.


Diana mengetuk pintu Kamar Cashel,


"masukk." sahut Cashel dari dalam setelah membuka pintu kamarnya dengan kekuatannya.

__ADS_1


Diana melangkahkan kaki ke Kamar Cashel yang sangat wangi, Diana sangat suka aroma tubuh Cashel yang alami itu.


"Cashel?." panggil Diana meletakkan sarapannya di meja sofa Kamar Cashel.


Cashel membuka matanya lalu dengan sempoyongan Ia bangkit dari Ranjangnya dan berjalan ke arah Diana, Diana tersenyum saat Cashel memeluknya juga mencari kenyamanan di bahu Diana.


"aku pikir siapa sayang." bisik Cashel dengan suara serak.


"maafkan aku yang membuatmu bekerja lembur Cash." ucap Diana merasa bersalah tapi dengan bibir melengkung tipis.


"tidak apa sayang..! 2 hari lagi Pesta pernikahan kita, aku tidak lelah hanya aku saja yang memang tidak bisa tidur." kata Cashel memeluk Diana dengan gemas.


Diana tersenyum, "aku minta maaf lagi."


Cashel melepaskan pelukannya dengan Diana, "kenapa kamu suka sekali meminta maaf padaku hmm?."


Diana melebarkan senyumnya, "Cash? boleh aku minta pertolongan?."


Cashel seketika tersenyum lebar hal itu membuat Diana percaya perkataan Crystal bahwa Cashel pasti senang jika Diana meminta sesuatu padanya sebab Cashel seorang lelaki yang punya harga diri. Diana bergantung pada Cashel pasti membuat Cashel senang dengan begitu Diana tidak akan meninggalkannya, apalagi meminta sesuatu.


"bisakah kamu sembuhkan jerawatku ini? 2 hari lagi pesta, aku tidak mau jerawat ini merusak penampilanku." rengek Diana mengangkat anak rambutnya dan memperlihatkan benjolan merah dikeningnya cukup besar.


Cashel tertawa lalu meminta imbalan berupa ciuman, Diana awalnya kaget tapi Ia mengangguk juga sebab Diana tau kalau Cashel adalah seorang Pembisnis yang tidak mau rugi dan tidak akan mau dirugikan.


.


Diana meraba bibirnya Ia menggeleng kepalanya mengingat cium*n intensnya dengan Cashel beberapa saat yang lalu.


"Nona?." Eka masuk ke Kamar Diana.


"Ehh?." Diana kaget dan Eka pun ikutan kaget lalu bertanya mengapa? karna Eka sudah mengetuk pintu Kamar Diana tadi.


"Nona ada apa sih? apa ada mimpi buruk lagi?." tanya Eka cemas mendekati Diana sambil menatap wajah Nonanya itu.


Diana mencubit pipi Eka, "aku terkejut karna aku sedang melamun Cashel."


Eka tersenyum lebar lalu mengatakan diluar sudah ada Desaigner pilihan Endang untuk Fitting baju pengantin Diana tahap akhir.


"kok bisa? kan udah." tanya Diana heran.


"kata Nyonya Desaignernya harus di lakukan lagi demi memastikan baju pengantinnya muat apa tidak dengan Nona, kan berat badan Nona naik ..makin berisi." lapor Eka.


Diana malu memegang pinggangnya, "apa aku gendut Eka?."

__ADS_1


Eka menggeleng kepalanya dengan kuat, "Nona? berat tubuh Nona sangat ideal sekarang, maaf Nona dulu kan Nona kekurangan Gizi jadi agak kurus."


Diana tersenyum lebar mencubit pipi Eka lalu berdiri dan akan menemui si Desaigner.


saat Fitting baju Pengantin.


"bagaimana Nona? apa sesak?." tanya Fitri seorang Desaigner Pengantin kalangan Artis dan Model serta orang-orang Elit sebab jahitannya sangat rapi serta nyaman dipakai.


"hmm? s.. sedikit sesak." jawab Diana dengan malu.


Endang dan Crystal tertawa kecil melihat wajah malu Diana, Dewi Par mengatakan bahwa Diana sangat seksi dengan tubuh berisi.


Fitri dengan hati-hati mengukur tubuh Diana lagi yang memang bertambah.


"beruntung Nyonya besar memberitau saya Nona, saya bisa menangis jika Gaun yang saya buat untuk Nona tidak nyaman digunakan dihari Pernikahan Nona dengan Tuan Muda." kata Fitri dengan senyuman.


"maaf ya? a.. aku tidak tau kenapa tubuhku bertambah gemuk." ucap Diana merasa bersalah.


Fitri tersenyum lebar, "malah saya khawatir saat menjahit baju Nona karna berat tubuh Nona tidak Ideal beruntung saya banyak menyisakan sisa jahitnya jadi tidak akan buat Gaun baru lagi."


Fitri merasa senang bekerja dengan Diana yang sangat baik, bisa-bisanya Diana meminta maaf padanya hanya karna berat badannya naik padahal semua orang malah suka.


"sehari sebelum pernikahan saya akan datang lagi Nona." kata Fitri dengan sopan.


.


Fitri pun diantar ke depan Mansion oleh Endang dan Crystal.


Dewi Par mencubit pipi Diana serta mengatakan Diana sangat seksi tapi gadis itu tetap saja malu bertambah gemuk merepotkan Fitri.


"sayangg?." panggil Cashel dari lantai atas.


"sana pergi sayang!" pinta Dewi Par.


Diana dengan malu-malu berlari ke arah Lift dan naik ke Lantai tujuan, Diana terkejut melihat Cashel ada didepan pintu Lift saat terbuka.


"apa Fitting baju Pengantinnya berhasil?." tanya Cashel dengan gemas.


Diana mendekati Cashel sambil berkata, "aku merepotkan Desaignernya, gaunnya sempit dan aku merasa sesak saat duduk."


Cashel terbahak lalu Diana menekuk alisnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2