
.
.
.
di tempat lain,
Eka dan Lanita dibuat kewalahan dengan tingkah Diana yang sudah persis sebagai ibu-ibu doyan Diskon.
"Nyonyaa? bisa minta sama Tuan Muda saja, kenapa harus melalui rute ini? sudah jelas ini berbahaya." Lanita bersuara disebelah Diana.
"Iya Nyonya..! kasihan Sikembar berdua di Mansion sama Kakek-Oma cantiknya, pasti mereka kesepian." sahut Eka juga.
Diana menggeleng kepalanya, "aku harus dapatkan diskon 70% ini, aku bisa beli banyak Loh.. gess..! anak-anakku itu sangat cerdas kalian tidak perlu mengkhawatirkannya." jawab Diana dengan dramatis.
Diana bersorak-sorak hingga Eka dan Lanita menepuk kening dengan serentak, Lanita betah bekerja dengan Diana sudah 3 tahun lamanya, sungguh bersama Diana adalah pengalaman tak terlupakan oleh Lanita sebagai seorang Teman tapi pekerjaannya melindungi Diana.
"minggir..!" amuk seorang Ibu berbadan besar ke Lanita yang menjaga Diana supaya tidak kesempitan sementara Ibu-ibu lain kesempitan.
Lanita mendorong Ibu itu karna sangat angkuh hingga wanita itu terjatuh dan posisinya direbut ibu lain, Eka terkekeh tak heran lagi Ia melihat kekejaman Lanita.
"ayo Nyonya..!" ajak Lanita.
Ibu gendut itu mengamuk karna badannya dijadikan polisi tidur Ibu-ibu yang antri pakaian baru untuk anak masing-masing.
"aah..?"
buugghhh..
"aduuhhh"
beberapa wanita terjatuh seperti sebuah kartu berdiri yang rebah ke lantai maka jika satu tersenggol semuanya pun berjatuhan sampai kedepan, sebab mereka sangat dekat-dekatan hingga tidak sanggup menopang berat tubuh orang lain.
Keributan terjadi sementara Diana mengambil kesempatan itu menerobos kerumunan hingga tiba di bagian terdepan, Diana memekik Riang mengambil semua baju anak-anak Desaigner ternama yang sedang cuci gudang besar-besaran.
"cepat ambil sepasang Eka..! Lala." teriak Diana sungguh heboh.
Lala dan Eka berebutan mengambil set apa saja yang Ia temukan, bahkan kebesaran pun tidak tau toh nanti Sikembar juga akan tumbuh besar.
"ya Ampun Nyonya..! terkadang saya merasa gemas, apa Tuan Muda sudah jatuh bangkrut hingga Nyonya doyan borong baju Diskon?." batin Lala ingin sekali tertawa saat ini.
setelah puas mengambil baju-baju yang diinginkan langsung ke Kasir membayar, si Kasir sampai bingung melihat Blackcard yang disodorkan Diana.
"kenapa mbak?." tanya Diana.
"aah.. tidak Nyonya." jawab si Kasir segera melakukan tugasnya.
__ADS_1
siapapun tau kalau pemilik Kartu bebas limit itu adalah Orang Kaya-Raya, lalu mengapa Diana harus rela berebut dengan Emak-emak demi mendapatkan pakaian.
.
"belanja apa lagi Nyonya? apa kita mau pulang?." tanya Lala.
Diana tampak berpikir, "aku mau beli jaket untuk anak-anakku..! kami mau berkemah di Vila salju." jawab Diana.
"apa Eka ikut Nyonya?." tanya Eka berbinar.
Diana tertawa lalu mengangguk dan menoleh ke Lala yang diam saja, "aku juga akan bawa kamu Lala."
Lala melebarkan matanya, "haha..! tidak usah Nyonya, lebih baik Nyonya membawa saya ke Gunung berapi daripada ke Gunung Salju."
Diana dan Eka tertawa lepas karna tau Lala sangat tidak suka kedinginan sebab hidungnya bisa gatal-gatal juga bersin berkepanjangan.
mereka berbelanja seperti biasa setelah mengantar belanjaan borongan ke Mobil.
"woooiii...!?." teriak seorang wanita gendut.
Diana, Lala dan Eka awalnya tidak menoleh karna merasa tidak mungkin juga mereka bertiga yang ditegur.
"Woooiiii." teriak wanita itu lagi.
kali ini Eka menoleh karna penasaran siapa sih yang berteriak? apa tidak malu? begitulah pikirnya hingga matanya terbelalak.
Diana melihat Eka pucat pun menoleh ke arah tatapan Eka, Lala mengerutkan keningnya.
"apa dia menegur Nyonya kita begitu tidak sopan?." Lala malah bertanya pada Eka dibalas anggukan oleh Eka.
wanita gendut itu mendekat ke arah Lala lalu mendorong-dorong tubuh Lala yang tidak berpindah walau sedikitpun, beberapa pelanggan melihat itu malah awalnya takut berubah lucu saat Lala malah menepis tangan Wanita itu hingga terjerembab kesamping.
"hmmmfff?." tawa tertahan Eka.
"Lala?." panggil Diana dengan tatapan penuh tanya.
"dia tadi mau menerobos antrian Nyonya, saya hanya menyuruhnya supaya tidak seperti itu." jawab Lala.
si Wanita gendut berdiri dengan wajah merah padam lalu hendak menampar Lala, Diana hendak membantu tapi dipegang oleh Eka yang mengajak Diana mundur.
"Eka? itu Lala." Diana seperti tidak terima di jauhkan dari Lala oleh Eka.
"Kak Lala sangat hebat Nyonya." jawab Eka meyakinkan.
"aaahhhh" amuk si wanita gendut itu bangkit dan mau menyeruduk Lanita seperti Kambing mengamuk.
Lala mendorong wanita itu kembali terduduk tak elit, "sana pergi..!"
__ADS_1
"hahaha"
banyak orang yang menertawai wanita gendut itu belum lagi menghina tubuhnya yang besar tapi kalah dengan tubuh Kecil Lanita.
"awas kau..! akan aku balas kau." ancam wanita gendut itu segera pergi dengan wajah yang sangat merah juga tangan mengepal marah.
Diana dan Eka mendekati Lanita yang baik-baik saja, mereka kembali mencari Jaket anak-anak lalu kembali.
setibanya di Mansion,
Diana sontak saja melebarkan matanya melihat Tyara, Bubby dan Cashel tengah berkumpul bersama Keluarga lainnya diRuang tamu.
"Ehh?? kalian udah sampai?." pekik Diana.
Dylon dipangkuan Bubby menoleh lalu mengguncang diri ingin minta turun dari Bubby.
"nanti ya Dylon? disini ada Lion noh." tunjuk Bubby ke Lion yang tengah berwarnai sesuatu.
"Nyonyaa?? saya kangen banget." pekik Irina lalu saat Cashel melewatinya seketika bibirnya mengerucut, Lionel mengelus kepala Irina sambil tertawa lebar.
"siapa?." tanya Lanita ke Eka melihat Irina.
Eka menepuk keningnya karna setiap Irina kesini pasti Lanita tidak ketemu Irina jadi tidak tau kalau Irina juga kerabat Diana.
"itu yang aku bilang Kak Irina." bisik Eka lalu Lanita mengangguk-ngangguk.
Cashel memeluk Diana dan menciumi wajah Diana membuat Kedua gadis Jomblo itu sontak membuang muka dengan wajah yang merona malu, bukan Cashel yang malu tapi mereka berdualah yang malu.
"Beb?? kapan kamu pulang? terus itu Tyara kapan sampainya?." tanya Diana penasaran mendorong tubuh Cashel supaya tidak menciuminya seperti Cashel mencium Asya.
Cashel menjawab dengan jujur lalu Diana tertawa melihat Tyara begitu gemas pada Asya yang sungguh lucu.
mereka pun segera berkumpul sambil makan cemilan bersama, sedang asik bersama Keluarga tiba-tiba Bubby melihat layar Ponselnya.
"Oh..! astagah..! aku lupa bocah itu pasti udah pulang juga, tapi kenapa dia pulangnya sama dengan Tya ya? apa Tya Kenal?." Bubby melirik Tyara ingin bertanya tapi takut adiknya itu salah faham memilih diam.
Bubby pun menurunkan Dylon yang berlari ke arah Diana tapi ditangkap oleh Indiro, Crystal dan Dewi Par tertawa terpikal-pikal melihat wajah datar Putra Cashel yang satu itu.
"biarkan Mommymu bersama Papamu sejenak Cicitku." kata Indiro dengan senang.
Eyang Endang? sudah tiada setahun yang lalu. sebenarnya Crystal, Cashel, Bubby atau Tyara bisa saja menghidupkan Endang lagi tapi wanita itu ingin istirahat dengan tenang menemui suami tercintanya dialam baka. walau sedih tapi semua orang harus terima keputusan Endang yang sudah lama sendirian ditinggal suami.
.
.
.
__ADS_1