Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
sentilan


__ADS_3

.


.


.


di kamar Diana,


"Nona?? sudah dong..! Tuan Muda sudah pergi dari tadi, kenapa Nona belum mau bangun juga?." bujuk Eka dengan memelas.


Diana perlahan mengintip lalu mendengar suara Mobil segera Ia bangkit dan berlari menuju Balkon, Diana memandang Mobil suaminya itu dengan pandangan nanar.


"kenapa Nona? bukankah Nona tadi tidak mau bicara sama Tuan Muda? bahkan Tuan Muda hampir 1 jam membujuk Nona tapi Nona tidak mau juga bangkit." omel Eka.


Diana menghela nafas lalu menoleh ke Eka, "aku malu karna sudah membentaknya tadi malam Ka, aku menuduhnya berselingkuh padahal dia sedang bekerja." lirih Diana.


"lebih baik Nona makan saja..! kasihan Calon anak Tuan Muda tidak makan." alih Eka yang sudah diperingati oleh Cashel jangan sampai Diana kepikiran.


Diana mengelus perutnya lalu menuruti Eka yang sedang menyiapkan sarapan di meja Sofa yang hampir dingin untuknya.


"apa perlu dipanasin Nona?." Eka.


Diana menggeleng kepalanya, "akan aku makan."


Eka tersenyum lega melihat Diana mau makan malah memotretnya.


"kamu kenapa selalu memotretku Ka? kamu kirim Fotoku ke siapa?." tanya Diana heran.


"kepada Irina, Nona ...? Irina juga sedang mengandung 2 minggu." jawab Eka dengan semangat.


Diana mendengarnya seketika berbinar lalu mengunyah dengan semangat mendengar cerita Eka sedangkan Eka mengirim foto itu ke Cashel dan melanjutkan cerita ke Diana, Eka sudah tau kalau Diana akan bertanya hal ini jadi sengaja membawa nama Irina yang sudah tau rahasia ini.


Irina selalu mengomeli Eka untuk lebih perhatian pada Diana, maka nya Eka sudah berani mengomeli Diana jika Nona nya itu membantah bahkan mengancam akan mengadu pada Irina yang lebih Diana takuti karna cerewetnya itu.


.


di Perusahaan Cashel,


Cashel melihat Ponselnya dan seketika Ia mengulum senyum, "kamu benar-benar sayang, aku tidak mengerti dirimu tapi aku akan belajar mengertimu sayang."


Cashel mengakui mengerti perempuan memang sulit tapi Cashel tidak pernah membentak Diana walau wanita itu selalu marah-marah padanya malam itu, Diana adalah gadis yang baik dan tidak pernah jahat pada seseorang tiba-tiba marah pada Cashel.

__ADS_1


Cashel tidak mempermasalahkannya tapi Diana yang merasa bersalah hingga menutupi wajahnya dari Cashel, Cashel sudah berkali-kali membujuk tapi Diana masih takut melihatnya.


Cashel menutup ponselnya lalu melihat ke Layar Komputernya, berita saat ini membahas Mafia X yang menjelekkan nama baik Perusahaan Asiantama bahkan Cashel tidak segan memberi postingan lewat akun Perusahaannya bahwa Mafia X mengira Cashel lah yang menutup uang mereka (penju*lan manusia), hingga berita begitu sudah merembat kemana-mana.


Cashel memberi Alamat Markas mereka kepada Polisi dan sekarang sedang di ringkus Polisi setelah babak belur juga ada yang tertembak, Ketua nya pasti kabur dan sedang bersembunyi.


Cashel menyunggingkan senyumnya, "ckk..! kalian menyinggungku maka aku beri sentilan terbaik, bersembunyilah kau dengan baik."


Cashel meregangkan jemari tangannya, Ia merasa memang harus bertindak lebih tegas lagi karna Pelaku ini adalah akar permasalahan Diana tidak berani berbicara padanya.


.


di tempat lain,


seorang Pria berpakaian serba hitam mengumpat serapah di balik Pohon besar, Ia sedang berpesta dengan semua rekan dan bawahannya tapi tiba-tiba Polisi datang dengan jumlah yang sangat banyak. penyergapan dadakan itu membuat mereka semua Kocar-kacir.


"sial*n...!! aku terlalu lengah kalau Pria itu bukan Pria biasa!!." amuk Pria itu yang tak lain adalah Etfar.


Etfar menenangkan diri dengan baik tapi tidak bisa hingga Ia berteriak, "aku tidak akan tinggal diam..! aku akan balas penghinaan ini." teriaknya menggema.


Etfar seorang diri sedangkan orang kepercayaan semua tertangkap, mereka pasti akan dipenjarakan lalu disidang dan dihukum serius karna mereka semua adalah penjahat berencana yang mengerikan juga sudah menjadi buronan bertahun-tahun lamanya.


"aku semakin yakin kau lah pelakunya, aku akan habisi Istrimu supaya kau tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang berarti bagimu." sinis Etfar lalu tertawa membahana.


Etfar merasa melawan Cashel harus dengan cara licin yaitu wajah baik dan polos lalu mendekati Diana dengan cara yang sangat natural.


"aku harus cari cara bagaimana caranya dekat dengan wanitanya." kata Etfar mengangguk meyakinkan.


dendamnya pada Cashel semakin besar, Ia tidak akan melepaskan Cashel dengan mudah ditambah Cashel adalah Orang yang memberitau titik persembunyiannya ke pihak berwajib, Ia terlalu diselimuti dendam sampai tidak bisa berpikir jernih bagaimana cara Cashel tau markasnya yang bahkan tidak bisa diketahui oleh seekor tikus sekalipun (saking rahasianya).


Cashel? Ia membiarkan saja Etfar lepas karna ingin membuat manusia sombong, sok jenius serta sok Kejam darinya itu berbangga diri dengan dendamnya itu.


Cashel memberi perang terbuka pada Etfar untuk memastikan cara pembalasan Etfar dengan cara pengecut atau sebagai sesama lelaki, menurut Cashel mungkin cara Pengecut tapi Cashel akan menyambutnya dengan tangan terbuka.


.


sore harinya,


Diana tersenyum bahagia melihat semua belanjaan Online nya telah sampai, Ia sampai memberi tips pada semua orang yang mengantarkan Belanjaannya itu.


Para Kurir paketan berjumlah 10 orang keluar dari Mansion Asiantama dan bergosip seperti perempuan.

__ADS_1


"apa itu Nona Muda Asiantama?."


"bukankah sudah jelas? kenapa bertanya seperti itu?."


"sangat cantik tapi kenapa tidak membuat akun sosmed? wajahnya lebih cantik dari para artis dan model dizaman ini."


"apa pedulimu? yang penting Nona itu bukan Nona yang sombong bahkan memberi kita tips, masalah itu biarkan saja. kalau aku jadi Tuan Muda tidak akan mengizinkan hal itu, wajah secantik itu hanya boleh dipandang olehku saja kenapa aku membiarkan orang lain memandangnya?."


"iya juga."


mereka pun tidak lagi berbicara, awalnya mereka takut mengantar belanja Online Diana tapi salah satu Rekannya yang sudah pernah bertemu Diana mengatakan Nona Diana sangat baik, dan itulah alasan mereka berani-beranikan datang mengantar paketan Diana tapi beramai-ramai supaya tidak takut.


Diana tersenyum cerah membuka semua isi belanjaannya, Paketan Eka belum datang tapi karna Diana meminta Kurir mempercepat paketan Eka pun segera dipersiapkan dengan menelfon atasan mereka.


"sabar ya Eka? besok paketmu akan datang." kata Diana.


Eka tersenyum lebar, "padahal lama pun tidak apa Nona, pasti mereka kerepotan mengemas barang."


Diana memekik memeluk lampu pijar kesukaannya, Ia meletakkan benda itu disampingnya dan bertepuk tangan saat lampu itu hidup dengan warna-warni.


Ceklek...!


Eka menoleh dan melebarkan matanya melihat Cashel yang cepat meminta Eka untuk diam, Eka pun diam menenangkan diri.


"Nona? apa Nona tidak rindu sama Tuan Muda?." tanya Eka.


Diana seketika terdiam, "aku rindu." lirih Diana.


"terus apa Nona akan bersikap seperti itu terus? kasihan Tuan Muda nanti kalau ada perempuan yang cari kesempatan bagaimana? Nona sendiri bilang takut dengan mimpi itu." kata Eka.


Diana menggeleng kepalanya tak terima, "aku akan menyambutnya nanti."


"benarkah?." Cashel menyahut.


DEG!!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2