
.
.
.
"Putri Diana kau semakin sombong ya?". tanya Deniel seperti menahan amarah supaya tidak terpancing didepan banyak orang.
"aku hanya melindungi teman baikku". jawab Diana lalu merangkul lengan Cashel.
"ayo Cashel..! aku tidak akan meminta apapun untukmu walau kalian membunuhku sekalipun". ujar Diana dengan tatapan tajam ke Deniel.
"kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini". kata Deniel dengan senyuman.
Cashel tertawa membuat semua orang yang ada disekitar mereka menjauh, walau bagaimana pun Cashel adalah hantu tapi Deniel begitu berani melawan bukan manusia bukankah itu sama saja memperlihatkan kebodohannya pada para bangsawan?
Deniel melihat tawa Cashel pun cukup takut, Ia hanya tidak mau dikatakan sebagai seorang Pangeran Pengecut yang tidak berani melawan hantu, bagaimana jika melawan Orang jahat? begitulah pikirannya saat ini.
"oh ya? apa Pengawalanmu bisa menahanku?". tanya Cashel dengan sorot mata elangnya yang berwarna Violet bersinar menyilaukan beberapa orang disana.
semakin gemetar lah orang-orang diacara itu karna Deniel melakukan kesalahan membuat hantu itu marah.
"Cashel? ayo kita pulang saja". Diana menggenggam tangan Cashel sambil memandang Pria yang tengah memainkan peran menakut-nakuti orang-orang bodoh di Acara ini yang menyebutnya Hantu.
"apa kamu mau aku menghancurkan Istana ini Diana?". tanya Cashel serius tapi matanya memandang ke Deniel yang tampak sorot mata Deniel menciut ditatap Cashel.
DEG...!!
mendengar perkataan Cashel membuat semua yang ada di acara itu ketakutan, mereka semua terkulai lemas bahkan meminta bantuan pada Diana yang panik dengan situasi itu.
"C.. Cashel? ayo kita pergi". pinta Diana menggoyang lengan Cashel.
Cashel akhirnya menoleh ke Diana, "kamu tidak mau aku hancurkan Istana ini? bukankah mereka orang yang menyakitimu?". tanya Cashel dengan lembut ke Diana saja.
Diana menggeleng kepalanya, "aku tidak dendam pada mereka, ayo kita pulang saja". pinta Diana memelas.
__ADS_1
"kamu terlalu baik Putri Diana, betapa bodohnya mereka semua yang mencelamu". puji Cashel tersenyum lembut ke Diana.
Diana tidak mengatakan apapun karna Ia memang tidak mau menghilangkan nyawa orang lain, Diana sangat sayang terhadap apapun dan Ia sudah merasakan bagaimana menderita nya jika kehilangan sesuatu, hal itu membuatnya tidak ingin ada orang yang merasakan penderitaan yang Diana rasakan.
Cashel meradukan keningnya dengan kening Diana yang memegang lengan Cashel, seketika mereka menghilang dan muncul di luar batas keterkurungan banyaknya Pengawal yang mengepung mereka tadi.
"Dia benar-benar hantu". gumam semua orang terpana melihat hal diluar nalar itu didepan mata mereka masing-masing.
"Putri Diana".
Diana menghentikan langkah kakinya mendengar suara wanita yang Ia tebak adalah Ibundanya Deniel.
"baiklah..! aku akan bermain dengan mereka". batin Cashel.
Cashel menghela nafas karna jika soal Perasaan Diana pasti akan kalah, Wanita dibelakangnya pasti akan menggunakan nalurinya sebagai seorang Ibu yang pasti membuat Diana kalah.
Sebenarnya Cashel bisa saja langsung menghilang dan muncul di Kontrakan atau di Kastil Diana tapi Cashel ingin membuat semua Orang didalam Istana itu takut pada nya yang mereka percayai Hantu padahal Cashel manusia, benar-benar Orang bodoh begitulah pemikiran Cashel.
"Putri?". panggil Ratu En sekali lagi berkaca-kaca.
"Putri?". En mendekati Diana dan memegang Kedua tangan Diana.
"kamu seorang gadis yang lembut pasti ada alasan mengapa Dewa mengutus Hantu luar biasa kepadamu, kami bersalah Putri maafkan kami". ucap En dengan kepala tertunduk sedih.
Diana sendiri bingung berkata-kata sebab Cashel bukan hantu tapi Cashel sendiri tampaknya tidak peduli semua orang mengiranya hantu malah semakin dibuat-buat supaya mereka percaya bahwa Cashel itu adalah hantu.
"hmm? bagaimana ya? sebenarnya Cashel..." Diana hendak memberi tau tapi Cashel menoleh ke arah Diana yang membuat Diana tidak melanjutkan kata-katanya.
En meminta pada Diana dengan segala Perasaannya sebagai seorang Ibu untuk menyembuhkan Putrinya, Diana menggeleng kepalanya karna Ia tidak akan mau memanfaatkan Cashel.
"maaf Ratu...! saya terima apapun yang Ratu perintahkan pada saya tapi saya tidak bisa meminta hal itu pada Cashel, saya tulus berteman dengannya bukan untuk memanfaatkan Kekuatannya seharusnya Ratu tau kalau Saya tidak pernah punya teman, mengapa Ratu sendiri meminta saya memanfaatkan Kekuatannya? kalau Ratu memang butuh bantuan Kekuatannya mengapa tidak minta padanya langsung? saya tidak bisa melakukannya walaupun saya turut prihatin dengan kondisi Putri Ratu".
"Lalu bagaimana kamu bisa sembuh jika kamu tidak meminta padanya?". tanya Deniel tiba-tiba dengan pandangan kemana-mana seolah takut bertatapan dengan Diana karna ada Cashel.
Cashel yang menjawab pertanyaan Deniel yang seketika situasi menjadi hening bahkan secara terang-terangan Cashel mengatakan Diana adalah gadis yang hatinya sangat bersih, tidak ada keserakahan di hati Diana sehingga memanfaatkan Cashel untuk kepentingan sendiri.
__ADS_1
Diana terlihat tidak berdaya didepan En, En akhirnya sadar bahwa Diana sangat baik hati bahkan tidak memanfaatkan Hantunya untuk kesembuhannya, semua yang ada di acara itu menjadi malu bahkan menundukkan kepala karna selama ini mereka sangat kejam pada Diana.
"mari silahkan duduk". perkataan Raja seketika memecah keheningan.
Cashel tetap merangkul Diana seolah tidak boleh mendekati mereka, Diana juga tidak bisa apa-apa lalu meminta izin pulang dan berbalik.
"katakan apa yang harus saya lakukan jika Tuan mau membantu kami yang tidak bisa apa-apa ini?". tanya Rajab (Raja/ Ayah Deniel) terdengar suaranya itu bergetar.
Cashel menghentikan langkah kakinya lalu berkata, "ada harga yang harus kalian bayar jika menginginkan sesuatu dariku, aku tidak pernah ingin rugi dan tidak akan pernah rugi".
Diana memandang Cashel penuh tanya sedangkan Rajab dan En pun setuju tapi mereka harus berkumpul di suatu Ruangan jangan di Ruangan terbuka seperti ini.
Deniel melihat Diana memegang tangan Cashel, tampaknya Diana sangat mempercayai Cashel hingga selalu dekat-dekat dengan Cashel saja padahal Deniel tidak tau kalau Diana masih takut pada Keluarga itu.
.
di Ruangan penting,
Rajab dan En mempersilahkan Diana bersama Cashel duduk, Deniel disamping kedua orangtuanya.
"mau kemana?". tanya Cashel melihat Diana hendak menjauh darinya.
"i.. itu.. aku pikir aku tidak penting disini". kata Diana hendak keluar dari Ruangan itu.
"kalau begitu aku juga akan pergi". kata Cashel.
Diana tidak berkutik lagi saat En meminta Diana untuk duduk karna Diana berperan penting disini mempertemukan mereka dengan Cashel.
"katakan apa keuntungannya untukku? kekuatanku ini tidak akan keluar dengan sia-sia". Cashel to the point mengeluarkan cahaya dari tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang tangan Diana.
Deniel sampai terperangah melihat kekuatan sihir itu, sungguh seperti dunia sihir saja dan itu semua adalah impian semua Raja yang ada di setiap Negara.
.
.
__ADS_1
.