
.
.
.
sejak Elizia sudah meninggal dieksekusi Putri Diana tidak keluar dari Kamarnya selama beberapa hari, Cashel tidak bisa menghilangkan rasa takut Diana walau Diana bahagia bersama Cashel namun saat Cashel ajak ke Kontrakannya Putri Diana selalu menolak sampai hari pelelangan Rakyat itu tiba.
di siang hari,
"kamu yakin sayang?". tanya Cashel mengelus pipi Diana yang tengah menyandarkan sisi wajahnya dibahu Cashel.
Diana menganggukkan kepalanya, "aku sudah jauh lebih tenang". gumam Diana dengan suara pelan.
Cashel memegang tangan Diana, "jika kamu tidak sanggup aku akan membawamu pergi dari Negara ini sayang, apa kamu mau ikut denganku?". tanya Cashel dengan lembut.
Diana seketika menegakkan tubuhnya memandang Cashel, "apa bisa?". tanya nya mengerjab.
Cashel menaikkan alisnya tidak mengerti maksud pertanyaan Diana, "ada apa sayang? apa kamu meragukan sesuatu?". tanya Cashel.
Diana menunduk lalu menjelaskan pada Cashel bahwa Ia takut keluarga Cashel tidak menerima Diana, Diana tidak takut hidup susah tapi Diana tidak sanggup jika Cashel harus dibuang dari Keluarga nya sendiri demi memilih Putri Buangan sepertinya.
Cashel menghela nafas panjang, "keluargaku tidak seperti itu sayang".
Diana perlahan mendongak, "lalu bagaimana keluargamu Cash? apa aku boleh tau?". tanya Diana penasaran.
Cashel pun menceritakan bahwa Ia punya seorang Adik perempuan dan laki-laki, Diana begitu semangat mendengar cerita Cashel tentang kedua adik-adik Cashel yang asik tidak berbeda jauh dengan Lionel.
saat Cashel hendak menceritakan tentang Kedua orangtuanya, tiba-tiba mereka menoleh mendengar ketukan pintu, Eka mengatakan tujuannya dari luar kamar Diana.
Diana mendengar perkataan Eka pun menyahut sambil melihat ke arah Cashel, "aku melupakan Keluarga Pangeran Deniel". gumam Diana.
"kita datangi". Cashel menggenggam tangan Diana.
Cashel dan Diana berjalan bersama menuju Aula pertemuan Bart dengan tamu, En seperti biasa berlari ke Diana dan memeluk Diana dengan raut wajah senang bisa melihat Diana lagi.
"kamu makin kurus Putri tapi wajahmu bersinar". kata Rajab.
__ADS_1
tubuh Diana semakin kurus mungkin karna kematian Elizia tapi wajah Diana bersinar mungkin Cashel lah yang membuat Diana bahagia walau Diana sedih.
Diana menekuk lututnya lalu mereka bersama-sama menuju Kursi sedangkan tangan Kanan Diana tidak lepas menggenggam tangan Cashel.
Bart berdehem saat mereka semua sudah duduk di Kursi masing-masing tapi hanya Cashel yang duduk berdua dikursi yang sama dengan Diana, Cashel mana peduli dengan tata krama bangsawan sebab Ia bukan seorang Bangsawan melainkan seorang Raja Asiantama yang tidak terikat hukum bangsawan.
"Tuan kami sudah memutuskan permasalahan itu dengan tetap menyembuhkan Putri Erika". kata Rajab dengan penuh keyakinan dan En disamping Rajab mengangguk yakin.
Diana tersentak, "lalu apa Pangeran Deniel akan mengorbankan hidupnya? sungguh? apa dia mau?".
En menjelaskan bahwa tidak masalah jika Deniel cacat asalkan jangan membiarkan Deniel menjadi penerus tahta karna penganut sihir hitam, mereka akan menutupi aib Deniel tapi tidak bisa membuat Deniel menjadi penerus tahta.
Cashel tertawa lalu Diana menoleh ke Cashel sambil merangkul lengan Cashel yang tertawa.
"ada apa?". tanya Diana penasaran dengan tawa Cashel.
"tidak ada sayang..! mereka juga bisa bertindak seperti itu aku pikir tidak". jawab Cashel.
Rajab dan En tidak tersinggung karna Cashel sangat benar, mereka menjelaskan perasaan mereka sebagai Orangtua di uji tapi bagaimanapun mereka seorang pemimpin.
"bagus". Cashel baru memuji kedua pasangan itu dengan senyum tipis.
"baiklah..! ambilkan aku air mineral". titah Cashel melihat Rajab.
Rajab dengan cepat bangkit mengambilkan botol air minum yang disediakan oleh Bart untuk tamu, Rajab tidak peduli dengan etika bangsawannya bahkan En pun juga mengambil tisu.
Bart melihat saja aksi mereka semua, Diana diam memperhatikan apa yang akan Cashel lakukan dengan botol mineral itu.
"ini Tuan". Rajab memberikan botol mineralnya dengan kedua tangannya.
Bart menggeleng pelan kepalanya melihat Rajab serta En berdiri didepan Cashel dan Diana seperti orang tidak punya kedudukan, tampaknya saat ini Bart kedatangan tamu bukan karna kedudukan melainkan karna rasa solidaritas keluarga.
beberapa saat kemudian,
"minumkan ini padanya lalu lapkan tubuhnya dengan air ini". kata Cashel.
En mendengarkan dengan serius karna Ia ibunya Erika sudah pasti Cashel memberi tugas pada En karna anaknya seorang gadis.
__ADS_1
Cashel beralih ke Rajab menjelaskan konsekuensi yang akan tertimpa pada Deniel tanpa ada yang ditutupi, walau merasa kasihan tapi Rajab menerima semua itu.
"baiklah..! kalian memilih Matahari yang tepat". Ujar Cashel dengan tenang.
Rajab bersama En memberi tundukan hormat pada Cashel dan izin kembali sebab mereka tidak sabar langsung menyembuhkan Erika, namun tiba-tiba mereka harus menerima permintaan Cashel yang tak ingin kesembuhan Erika karna nya diketahui banyak orang.
"baiklah". jawab mereka serentak karna berpikir Cashel pribadi yang sulit ditemukan pasti tidak mau hidupnya dipublikasikan.
jika bukan karna Putri Diana mungkin mereka tidak akan bisa bertemu dengan Cashel, tak lupa mereka berdua mengucapkan terimakasih pada Diana.
.
.
"kapan kalian menikah?". tanya Bart memecah keheningan diantara Diana, Cashel dan Bart di Ruangan itu setelah Rajab pulang bersama Istrinya tanpa diantar.
Diana menoleh perlahan ke Cashel yang dengan santainya mengatakan sekarang pun Cashel bisa menikahi Diana jika Bart memberi izin, Bart harus sabar juga menghadapi Cashel karna orang yang sangat berjasa pada dirinya juga Putri Diana.
"bagaimana jika pertemukan saya dengan keluarga anda Tuan Cashel?". tanya Bart.
Cashel tampak berpikir, "2 bulan lagi menjelang aku mendapatkan gelar S3 lalu aku akan membawa mahar untuk melamar Putrimu".
Diana merona mendengar perkataan Cashel yang begitu serius padanya, Cashel bertanya pada Diana apakah terlalu lama tapi jawaban Diana malah membuat Cashel gemas.
"berapa lama pun aku mau menunggumu Cashel asalkan jangan pergi dariku". itulah jawaban Diana tampak malu-malu.
Bart mulai kepanasan melihat pasangan itu yang mulai melupakannya padahal dirinya adalah Raja juga Ayah Diana bagaimana bisa Pria tidak sopan santun seperti Cashel mengacuhkannya? jika tidak peduli statusnya sebagai Raja tidak masalah tapi statusnya sebagai Ayah Diana harus dihormati juga dong.
brakkh...
Bart mulai mengomel seperti wanita membuat Diana mengerjab-ngerjab bahkan Cashel pun sampai menganga.
"jika kau tidak bisa menghormatiku sebagai Ayah Putri Diana lebih baik kalian bermesraan saja di Kamar tapi kalian harus ingat batasan, aku ini Pria Duda yang tidak punya pasangan kalian ingin membuatku iri ya? memancingku? begitu?".
alhasil Diana dan Cashel kini berada di Kastil Diana dengan pandangan lurus kedepan seperti mendengarkan perkataan Bart yang ternyata tidak mau lagi menduduki tahta Raja.
.
__ADS_1
.
.