Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
memuji


__ADS_3

.


.


.


Bubby merasa lidahnya tergelitik saat memakan masakan yang Rara buat, sungguh tidak ada yang mewah hanya bahan-bahan murah tapi mengapa rasanya bisa seenak ini.


"ada apa Tuan? apa Tuan tidak bisa memakan cabe?." tanya Rara dengan raut wajah cemas Bubby tidak suka.


"bukan..! ini sangat enak, aku biasanya makan sambal cabe tapi tidak seperti ini." jawab Bubby tanpa ragu memuji masakan Rara.


Rara tersenyum, "syukurlah Tuan suka masakan gadis miskin ini, bagi kami masakan seperti sudah seperti harta karun Tuan."


Bubby makan dengan lahap sambil mendengarkan Rara, memang Bubby bukan seorang penggoda tapi Ia adalah Pria yang baik berbanding terbalik dengan Cashel yang tidak pernah punya hati hanya Diana saja yang bisa membuat Cashel ketar-ketir jika dibilang jahat padahal siapapun tau Cashel sangat kejam bahkan pada Bubby sendiri.


ternyata sekali makan masakan Rara membuat Bubby ketagihan, Ia setiap malam akan datang hanya untuk makan masakan Rara yang setiap hari berbeda-beda jenisnya namun berhasil mengguncang selera makan Bubby semakin bersemangat.


"apa kau ingin mengatakan sesuatu?." tanya Bubby serius.


Rara tersentak lalu menarik nafas dalam-dalam dengan kepala tertunduk Ia memberanikan diri mengutarakan keinginannya, Rara mendongak ternyata Bubby terlihat tenang saja seperti sudah tau maksudnya.


"aku sudah hampir 5 malam disini tapi kau tidak mengatakan apapun, apa aku semenakutkan itu?." tanya Bubby dengan senyum ramahnya.


Rara menggeleng kepalanya, "Bukan Tuan"


Bubby mengatakan juga soal pemikirannya yang tidak setuju Rara membawa pergi Ibunya yang masih dalam masa pemulihan, alangkah baiknya Ibunya Rara di tinggal saja sementara Rara fokus Kuliah.


Rara kaget lalu menjawab dengan hati-hati tidak mau meninggalkan Ibunya sendirian ditambah Rara tidak punya uang untuk menggaji seorang perawat, Rara tanpa ragu mengatakan bahwa Ia tidak punya kerabat yang bisa dimintai tolong.


Bubby melipat kedua tangannya sambil bersandar di sandaran Kursinya, "aku bisa merawat Ibumu, fokuslah Kuliah."


"Tapi Tuan? saya tidak punya apapun untuk membayar jasa Tuan." Rara panik saat Bubby menawarkan diri.


Bubby menggeleng kepalanya, "tidak apa..! aku suka dengan makananmu anggap saja sebagai bayaranku."


Rara sampai tidak bisa berkata-kata, memang yang Bubby katakan sangatlah benar mengenai nasib Ibunya jika Rara bersikeras membawa Ibunya keluar negeri sementara masih dalam masa pemulihan, sebelumnya Ibunya Rara punya penyakit serius di paru-parunya berkat Bubby tentu Rara bisa menyembuhkan Ibunya lewat Operasi.


"tidak apa..! aku akan jaga ibumu baik-baik, atau jangan-jangan kau tidak percaya padaku?." pertanyaan Bubby segera dibalas gelengan cepat oleh Rara.


Bubby mengulum senyum, "pergilah..! aku akan merawat Ibumu, adikku juga akan Kuliah disana."

__ADS_1


Rara mengucapkan Terimakasih pada Bubby yang langsung berdiri meninggalkan Apartemen itu, sungguh enak sekali punya seorang gadis yang selalu memasakkan sesuatu untuknya.


.


Di Mansion Asiantama,


Tyara mengendus tubuh Bubby sedangkan Bubby menonyor kening Tyara yang persis seperti anj*ng pelacak saja.


"Kakak?? makan apa sih? kenapa setiap malam enggak pernah makan di Mansion? kakak makan dimana?." cecar Tyara.


"hanya makan di Lesehan kecil namanya sambal terasi haaa." Bubby yang emang dasarnya jahil memamerkan bau nafasnya ke Tyara.


Tyara menutup hidungnya sambil mengipas-ngipasi hidungnya, "Kakaakk?." pekik Tyara sementara Bubby melenggang pergi sambil tertawa lepas.


Tyara berlari mengejar Bubby, Keluarga mereka sedang berada di Kamar Baby kembar Diana dan Cashel.


.


larut malam,


di Kamar Cashel,


"udah sayang?." tanya Cashel melihat ke Diana yang sangat mengantuk sementara Babynya tak jua melepaskan put*ng Diana.


"ini DyLon belum kenyang juga." jawab Diana tersenyum manja ke Cashel.


Cashel mengambil Baby Dylon dari Diana lalu mengibaskan tangannya sehingga Bayi rakus itu tertidur dengan mulut terbuka, Diana memasang kembali bajunya sambil menggeleng kepalanya melihat Cashel menggunakan kekuatan sihirnya itu untuk membuat anaknya tertidur.


Cashel meletakkan Putranya di keranjang bayi lalu memeluk Diana serta menggendong Istrinya itu untuk Istirahat, "tidurlah sayang..! sejak kemarin kamu tidak bisa tidur normal."


Diana terpaksa menurut karna tau Cashel hanya ingin dirinya sehat-sehat saja, Ia memeluk Cashel dengan erat.


"aku sangat menyayangi mereka." kata Diana setengah berbisik.


"iya..! apa karna mereka kamu tidak menyayangiku hmm?" sahut Cashel.


"tentu saja..! kamu yang membuatku memiliki mereka Beb." jawab Diana malu-malu.


Cashel mengecup kening Diana, "huh..!" tiba-tiba Cashel tertawa dan Diana melepaskan pelukannya sambil mendongak ke Cashel.


"aku hanya tidak menyangka akan jatuh cinta serta memiliki Anak, aku pikir kalau seorang Cashel tidak akan pernah menikah dengan makhluk yang namanya perempuan." jelas Cashel.

__ADS_1


Diana tersenyum lebar, "iya aku memang bukan perempuan." canda Diana.


mereka tertawa bersama-sama kembali berpelukan dan memejamkan mata menuju alam mimpi.


.


ke esokan harinya,


Abin datang dengan setumpuk Berkas yang harus Cashel tanda tangani, begitu sabarnya Ia menjelaskan semuanya dan masih banyak di Kantor.


Diana melihat itu pun kasihan lalu mendesak Cashel mencarikan Asisten untuk Abin supaya Pria itu tidak kerepotan bekerja di Perusahaan besar milik Cashel.


"Nyonya Muda..! anda benar-benar sangat mulia, terimakasih banyak Nyonya." ucap Abin benar-benar sangat menghormati kebaikan hati Diana yang malu dipanggil Nyonya Muda.


Abin menatap sengit Cashel yang semakin malas ke Perusahaan sementara Abin kesulitan mencari Asisten yang pantas menjadi kriteria nya, mencari sendiri sangat sulit kecuali Cashel mencarinya.


"baiklah..! aku akan carikan 2 Asisten untukmu." balas Cashel.


Abin bertepuk tangan senang, "terimakasih yang mulia..! kenapa tidak dari dulu anda membantu pekerjaan saya?." Abin seperti mengejek Cashel walau tersenyum lebar dengan sangat ramah.


Diana tertawa mendengar cekcok mulut Abin pada Cashel, Ia tidak menyangka kalau Abin berani mengomeli Suaminya tapi masalah pekerjaan.


selepas kepergian Abin,


"apa kamu memang diam Beb jika Abin mengomelimu seperti tadi?." tanya Diana merasa gemas.


"huhhh..? dia memang sangat bawel kalau tentang Perusahaan, bagaimana pun pekerjaannya sangat bagus dan hanya dia yang bisa aku andalkan saat tidak ada di Perusahaan." jawab Cashel.


"iyaa..! dia sangat betah bekerja denganmu, aku rasa cara kerjanya sangat sempurna sepertimu."


Cashel menggelitiki Diana yang tertawa seketika, Ia tidak suka Diana memuji Pria lain.


"iya.. iya..! kamu jauh lebih tampan darinya beb." putus Diana yang sudah tidak sanggup dengan hukuman Cashel.


Cashel memeluk Diana yang masih di kursi Roda, "kamu hanya milikku..! coba saja kamu memuji Pria lain didepanku, akan aku patahkan sayap Pria itu."


Diana memukul punggung Cashel, "dasar cemburuan, apa kamu tidak bisa menganggapku sebagai juri hmm?."


"kamu ISTRIKU bukan JURI tidak usah memuji Pria lain." tekan Cashel membuat Diana geleng-geleng kepala tapi menurut saja biar masalah selesai.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2