Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
ancaman Diana


__ADS_3

.


.


.


mereka berdua menghabiskan waktu disana layaknya sepasang kekasih padahal Diana sedang hamil besar, ajaibnya Kaki Diana tidak pernah lelah seperti berat bayinya itu tidak membuat Diana keberatan.


Diana kembali ke Mansion Asiantama bersama Cashel, Diana melihat Cashel dengan seksama dan Cashel menyadari itu.


"ada apa sayang? apa wajahku ada sesuatu?." tanya Cashel yang hampir 1 jam Diana memandang dirinya terang-terangan biasanya juga kebanyakan malunya.


"tidak Beb..! aku merasa kamu adalah hadiah terindah didalam hidupku Beb, Aku dulu tidak pernah berharap hidup bahagia tapi sekarang.. ..?." ucap Diana terhenti.


"bahagia bukan?." potong Cashel cepat.


Diana mengangguk dengan pandangan berkaca-kaca, Cashel menghela nafas lalu memeluk Diana semampunya yang kini berubah mode sedih padahal tadi sedang berbahagia.


"ini adalah pilihanmu sayang, jika waktu itu kamu menolakku maka aku tidak akan membawamu kesini. aku mohon jangan ingat masa lalumu ya? kamu harus bangga karna kamulah yang memilih kebahagiaanmu sendiri, anak kita ini akan menjadi puncak kebahagiaan kita." Cashel melepaskan pelukannya dengan Diana sambil mengelus perut besar Diana.


Diana mengangguk-ngangguk, "aku tidak sabar melihat calon bayi-bayi lucuku, pasti mirip sekali denganmu Beb." kata Diana berubah mode semangat.


Cashel mengecup puncak kepala Diana lalu merangkul Diana berjalan menuju Taman belakang, ternyata Eka sedang serius memberi minuman untuk peliharaan Diana hingga tidak sadar dengan kedatangan Diana bersama Cashel.


"Ekaa?." panggil Diana.


Eka tersentak lalu tangannya yang memegang mangkuk air pun diletakkan dibawah dan menolehkan badannya.


"Nona?." Eka sumringah tapi melihat Cashel segera merubah ekspresinya dengan begitu sopan.


Diana tergelak berjalan ke arah Eka sambil memegang perutnya.


"Nona? kenapa jalan muluk sih? Nona sedang hamil besar, saya takut perut Nona meletus saking besarnya." omel Eka setengah berbisik sedangkan Diana terkikik saja.


Diana membawa Eka duduk sembari memamerkan foto-foto Rumah barunya, Eka sangat senang melihat raut wajah bahagia Diana bahkan Ia sampai terharu ada kamar yang luas dan megah dibuat spesial untuk Eka saat merawat anak-anaknya nanti.


Diana tidak pernah ingkar janji pada Eka walau hidupnya saat ini sangat bahagia, Ia tetap memikirkan Eka ditengah rasa bahagianya itu.


Cashel mengelus salah satu kakatua kesayangan Diana yang putih kecil juga yang ukuran besar yaitu Kakatua jambul hitam, kedua hewan kesayangan Diana itu juga akur dengan Cashel.

__ADS_1


"Tuan Muda berbicara dengan Si Jamil ya Nona?." bisik Eka melihat kakatua Jambul hitam yang diberi nama Jamil oleh Diana sedang yang lain ditangan Cashel juga si Putih.


peliharaan Diana ada 10.


"iya..! huh.! aku juga ingin berbicara dengan hewan." keluh Diana menyimpan ponselnya.


Eka membujuk Diana untuk meminta sama Cashel karna Tuan Muda yang kaya-raya itu akan segera memenuhi permintaan Nonanya, apapun yang bisa membuat Diana bahagia pasti Cashel akan berikan tanpa berpikir.


"apa aku bisa diajari olehnya?." tanya Diana sedikit bersemangat.


"coba saja Nona..! bukankah Nona tau kalau Tuan Muda akan melakukan apa saja untuk Nona." gemas Eka.


Diana pun berdiri mendekati Cashel sambil menautkan jemarinya, Eka menggeleng kepalanya melihat Diana yang gelisah padahal tau kalau menurut Cashel Seorang mantan Putri Buangan seperti Diana begitu berarti bagi kehidupan Cashel.


Cashel melihat Diana seperti itu langsung mengerti jika Istrinya mau sesuatu, "ayo katakan saja sayang..! aku akan kabulkan apapun permintaan Ratuku ini."


Diana sedikit terhibur lalu mengutarakan keinginannya dengan hati-hati seperti takut Cashel tersinggung, Cashel merasa gemas pada Diana yang kini berubah menjadi mode penakut padahal sebelumnya Diana minta apapun Cashel turuti.


"baiklah." jawaban Cashel sontak saja membuat Diana mendongak dengan mata kian berbinar.


hanya dalam sekali jentikan saja Diana sudah bisa menguasai bahasa hewan, Cashel persis seperti titisan dewa yang bisa mengabulkan permintaan orang yang Ia cintai.


Diana jangan ditanya lagi bagaimana bahagianya, Eka senyam-senyum senang akhirnya keinginan Diana terwujud.


.


Cashel pusing sendiri mendengar permintaan Diana yang ingin bertemu Bubby bahkan mengancam tidak mau makan, Cashel tidak bisa mengalihkan perhatian Diana walau sudah berulang kali dilakukan tetap saja Diana tidak berubah pikiran.


Cashel menghubungi Bubby,


"ada apa kak? aku tidak melakukan apa-apa pada Kakak Ipar." ujar Bubby setelah panggilan tersambung.


"dimana?." tanya Cashel singkat.


"di Rumah Sakit sama Bunda, Papa dan yang lainnya. kenapa bertanya seperti itu? aku benar-benar tidak melakukan apapun selain ketemu sama Bayi lucunya Kak Lionel aja." cerocos Bubby.


"ada apa kak?." suara Tyara terdengar oleh Cashel.


"pulang ke Mansion..! Diana ingin bertemu dan bawakan dia martabak daging." kata Cashel lalu menutup panggilannya secara sepihak.

__ADS_1


di Rumah Sakit Tyara sendiri bingung melihat Bubby mematung dengan pandangan kaget.


"ada apa Kak? kak Cashel menghukum kakak apa lagi? apa kakak tidak bisa patuh dikit hmm? setidaknya sampai Kakak Ipar selesai melahirkan." omel Tyara.


"Kakak boleh pulang..!" ujar Bubby memandang Tyara yang melototkan matanya seketika.


"hah?? boleh pulang?." tanya Tyara dan Bubby mengangguk-ngangguk semangat.


"yeeeehhh." Tyara dan Bubby berpelukan sambil berputar-putar ditempat sedang para suster dan pengunjung Rumah Sakit hanya melihat, ada juga yang gemas tapi para suster tidak berani menegur juga.


Bubby melaporkan perintah Cashel kepada yang lainnya, betapa terkejutnya mereka. namun, Indiro menebak bahwa Cashel melakukan hal itu pasti demi Diana.


Keluarga Cashel berpamitan pada Jessica, Rey dan Lionel untuk kembali ke Mansion pasti akan datang lagi besok pagi.


.


Cashel mendengus melihat Bubby sumringah berlari ke arahnya dan memeluknya.


"Kakakku yang kejam aku rindu padamu Kak." kata Bubby dengan gembira sambil menenteng plastik hitam pesanan Cashel.


Cashel memutar bola matanya dengan malas, "gunakan keahlianmu meminta Istriku makan, dia sampai mogok makan sebelum bertemu denganmu."


Tyara terkikik bersama yang lainnya juga, Cashel seperti tidak berdaya tapi memberi ancaman serius pada Bubby jika berani membuat Istri kesayangannya menangis, maka Cashel berjanji akan membuang Bubby ke kutub Utara.


"baik Kak..!" hormat Bubby lalu bertanya dimana Diana dengan malas Cashel memberitau keberadaan Istrinya.


sebenarnya Cashel masih dongkol dengan adiknya yang usil itu, Cashel tidak pernah membuat Diana menangis tapi adiknya itu yang berulah. Bubby dengan langkah terburu-buru menuju dapur membuatkan makanan spesial dari tangannya juga yang Ia beli tadi (martabak daging) untuk sang Kakak Ipar yang telah menyelamatkannya.


"sudahlah Kak..! sejak kapan kakak jadi pendendam sih sama adik sendiri?." kekeh Tyara.


Cashel menatap datar saja Tyara lalu mengelus kepala Tyara, "fokus dengan pendaftaranmu di Luar Negri Tya."


Tyara tersenyum cerah, "tenang saja Kak..! aku akan pergi saat keponakan kecilku sudah lahir."


Keluarga Cashel tertawa dan berbondong-bondong pergi ke Kamar Diana sedangkan Cashel ke Ruangan Kerjanya, Ia masih menjaga perasaan Diana supaya Diana tidak tau kalau Cashel masih punya dendam pada adiknya sendiri itu. jujur Cashel belum bisa melupakan isak tangis Diana hari itu.


Bubby menyesal? sudah jelas Ia menyesal tapi tidak membuatnya merasa bersalah karna Cashel sudah balas Bubby sampai menangis histeris saat itu (diberi ulat bulu). namun, Ia hanya berjanji saja pada dirinya sendiri tidak akan mengusili Kakak iparnya, Cashel sendiri yang mengatakan tidak masalah Bubby menjahilinya tapi tidak untuk Diana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2