Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang
kesibukan


__ADS_3

.


.


.


Cashel menciumi kedua anaknya walau Dylon memasang tampang datar tapi malah sangat imut dengan kedua pipinya yang berisi itu dan tidak mengelak akan ciuman dari bibir seksi Papanya itu.


"son?? ingat jaga adikmu ya? kemanapun dia pergi awasi dia..! patuhlah sedikit pada Bibi Eka dan Bibi Lala ya?." titah Cashel.


"iya papah." jawab Dylon patuh.


Cashel mengelus kepala Dylon lalu menggendong Asya mencium pipi Asya berkali-kali, Crystal dan yang lainnya hanya tersenyum melihat Cashel sangat menyayangi anak kecil padahal dulu sangat anti dengan anak-anak karna menurutnya sangat berisik.


"sayang..? bagaimana Papa bisa hidup tanpa mu sayang?." tanya Cashel ke Asya.


Asya menyeringai lebar menggoyang kedua kakinya digendongan Cashel, "Papah elem elus ikilin asya, asya asti uncul." kata Asya percaya diri.


(Papa pejamkan mata terus pikiran Asya, Pasti Asya akan muncul).


Cashel tertawa lalu mencium bibir mungil Asya yang tertawa, Ia suka sekali digoda oleh Asya walau Putrinya itu hanya menenangkannya supaya tidak terlalu merindukan Asya saja, tapi Cashel pasti akan curi-curi waktu demi melihat Putri Kecilnya.


"jangan sering-sering gunakan kekuatanmu Cash." peringatan Crystal.


Tiba-tiba Tyara datang dengan riang tapi melihat situasi hening membuatnya heran dan bertanya, Tyara dengan senang hati merawat kedua Keponakan kecilnya itu.


"kalian fokus saja lagi buat ded*k bayi, biar mereka kami yang jaga." kata Tyara tidak berpikir jernih.


pletakkk.


"adooohhh." pekik Tyara.


"Cash". Alex menatap tajam Cashel yang menyentil kening Tyara.


Diana merona lalu menjelaskan kalau mereka tidak punya niat seperti itu melainkan mengunjungi Putri Erika Ababa, sontak saja Tyara merengek minta ikut karna Ia berteman dengan Erika.


"apa kau tidak lihat berita?." ejek Cashel.


Tyara mengabaikan Cashel malah merengek ke Diana, akhirnya Diana mengizinkan juga.


.


Eka menggendong Asya sedangkan Lanita menggenggam tangan mungil Dylon, jujur saja Eka dan Lanita sangat bangga pada Putra-Putri Cashel dan Diana yang tidak cengeng seperti anak lainnya.

__ADS_1


"ati-ati Mom?? Papah?" lambai cerah Asya dan Dylon melambai dengan senyum lebar seperti memberi tau pada kedua orangtuanya Dylon akan menjaga adiknya baik-baik.


.


ke esokan harinya,


Crystal, Dewi Par, Indiro dan Alex menoleh ke Sikembar yang bermain seperti biasa tanpa menangis karna tidak bersama Diana ataupun Cashel.


anak 3 tahun? mereka kagum dengan Dylon yang masih kecil bisa merawat adiknya padahal Dylon dan Asya hanya selisih 10 menit, ditambah Sikembar begitu patuh pada Eka dan Lanita yang dipercaya kedua orangtuanya menjaga Sikembar.


"hai Kembarr?? mau Ikut Uncle?." tanya Bubby seketika.


"Bubu ana??." tanya Asya melompat dari pangkuan Lanita berlari ke arah Bubby menggendong tubuh kecil Asya memutarnya dengan gemas.


"Nkel? ndak oleh..! asya alam pengawatsan Lon." Dylon berlari ke arah Bubby menarik-narik kaki adiknya supaya diturunkan.


"iya-iya, posesif banget ya?." gerutu Bubby menurunkan Asya.


Dylon menarik Asya mendorong adiknya ke arah Eka mengabaikan Bubby yang garuk-garuk kepala sedangkan yang lainnya tertawa terpikal-pikal dengan kekalahan Bubby dari seorang anak kecil.


"ya sudah kalau tidak boleh." Bubby pun melangkah ke Crystal yang di cegat oleh Alex.


terpaksa lah Bubby ke Dewi Par dan mencium kening Omanya itu, Indiro terbahak saja tidak cemburu sama sekali berbeda dengan Alex yang sangat cemburuan padahal sama anak sendiri.


Dylon menjaga adiknya dengan baik hingga Lanita dan Eka lega betapa patuhnya Dylon akan perintah Cashel padahal biasanya mereka selalu berantem tapi jika di suruh menjaga kepercayaan sangat bisa diandalkan walau umurnya sangat tidak mungkin untuk memikul beban sebuah kepercayaan.


.


Cashel dan Diana pasti sibuk mengikuti adat kepercayaan Keluarga Putri Erika Ababa dalam memakamkan Pangeran Deniel, ternyata takdir tidak bisa di rubah yaitu Deniel tetap mati.


"anda benar Tuan Muda..! kami tidak akan bisa merubah takdir." kata Rajab dengan sedih ke Cashel.


Cashel dan Bart memberi tepukan semangat ke Rajab yang menangis kehilangan anaknya.


"memang 2 Matahari terlalu serakah untuk dimiliki manusia." ujar Cashel.


semua orang berpakaian serba hitam, Diana dan Tyara menenangkan Ibundanya Putri Erika yang sempat pingsan berkali-kali seperti belum terima kematian Deniel.


Cashel menatap lurus kedepan, "sudah aku bilang pada kalian orang yang pernah menganut sihir hitam tidak akan memiliki umur yang panjang, Cahaya kegelapan dan Cahaya kehidupan tidak akan pernah bersatu dalam 1 kehidupan." batin Cashel.


Tyara melihat ke Cashel begitu juga sebaliknya namun tiba-tiba Cashel beralih ke Putri Erika yang matanya sudah bengkak dan melirik ke peti jasad Deniel, Cashel sudah tebak dari awal kalau Putri Erika dan Deniel tidak bisa hidup berdampingan diantara mereka akan ada yang berakhir. perumpamaannya ingin memiliki 2 Matahari itu sama saja dengan menyatukan siang dan malam sekaligus itulah yang mustahil didapatkan oleh Keluarga Putri Erika Ababa.


Cashel dan Tyara harus menemani Diana disana bersama Bart, sesekali disenggang waktunya Cashel menghubungi Eka demi melihat keadaan Putra-Putrinya yang penurut membuat Cashel bangga dengan Dylon yang bisa diandalkan.

__ADS_1


"papah enang aja..! papah aga Mom aka Lon agah Asya." begitulah perkataan bijak Dylon yang tidak sesuai dengan umurnya itu.


"anakku sudah pandai bernegoisasi, sepertinya dia memang calon pembisnis besar." gumam Cashel terkekeh sambil menyimpan ponselnya.


.


Di Mansion Asiantama,


Bubby keluar dari Mansion Asiantama menuju parkiran Mobil dengan pakaian santainya itu namun masih begitu modis pergi ke Perusahaannya.


"Tuan Muda." sapa Irma dan Lisa sebagai Asisten Irma berlari menyambut Bubby.


"kenapa kalian menyambutku? apa tidak ada pekerjaan? kita sudah punya target bulan depan akan mengeluarkan Produk pertama kita, aku tidak mau ada yang gagal." Bubby berubah serius.


Lisa menyalahkan Irma yang melotot seketika, bukankah Lisa yang memaksanya dengan dalih sebagai bawahan yang menghargai pimpinan? Bubby mendengar isi pikiran Irma yang ternyata dijebak oleh Lisa.


"sudahlah..! kalian lanjutkan pekerjaan kalian, aku ingin lihat tim labor." titah Bubby melewati kedua gadis yang tengah berperang di Udara itu.


Lisa mendorong Irma tapi ketika Bubby berbalik tentu Lisa menolong Irma seperti perempuan yang baik, Irma mengumpat dalam hati akan sifat mengerikan Lisa (bermuka dua).


.


Bubby melihat 20 orang pekerja Labor sebagai peneliti Kimia, Irma menjelaskan ide-ide Tim yang membuatnya kagum akan peneliti pilihan Bubby.


"apa maksudnya? apa Tuan Muda Kedua tau kalau aku mendaftar di Perusahaan ini?." batin Rara pura-pura sibuk padahal bibir Bubby berkedut mendengar pemikiran Rara.


"hmm, tidak buruk." kata Bubby.


Bubby memeriksa semua hasil pekerjaan Penelitinya hingga gerakannya terhenti di Rara yang jedag-jedug.


"temui aku di Ruanganku." titah Bubby.


Rara melebarkan matanya dan Irma memukul lengan Rara pelan lalu mengomeli Rara mengapa tidak menyapa Bubby.


Lisa yang ada di Pintu Labor tidak diizinkan masuk tampak menyeringai, Ia mengira Rara akan diberi hukuman karna mengabaikan Bubby dengan menyibukkan diri.


"dasar belagu...!" umpat Lisa.


Rara merengek ke Irma, "tolong dong Kak..! tadi kan saya cuma fokus bekerja biar tidak dibilang malas."


Irma memijit pelipisnya, "sana pergi menemui Tuan Muda Kedua."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2