
.
.
.
Lionel tersenyum miring,
"aku tidak punya rumah mewah, aku tidak bisa membuatmu bahagia justru aku akan membawamu ke pulau terpencil dan jauh dari manusia jika perkataan manusia yang kamu takuti, disana hanya ada kita dan kedua orangtuaku..! aku akan bekerja untukmu dan akan pulang disana dengan caraku." ujar Lionel.
Irina mendengarnya tidak mengerti, "maksud Tuan?."
Lionel tanpa menjawab memeluk Irina dengan erat, Irina semakin terpaku dan tidak bisa bergerak matanya membulat besar, jantungnya berdebar tidak karuan.
"kita akan jauh dari kemewahan, asal kamu tau aku bukan Pria kaya raya seperti Cashel..! apa itu bisa membuatmu merasa pantas denganku?". tanya Lionel.
"ha? b.. bukankah Tuan saudaranya Tuan Cashel?". tanya Irina tergagap.
"Cashel itu Putra Tuan Alexander Asiantama, siapa yang tidak tau kekayaannya? sedangkan aku? aku hanya Putra seorang Nelayan Ikan biasa, kami berbeda Ibu tapi Ibu Cashel adalah Kakakku." jelas Lionel.
Irina tidak menyangka mendengar cerita Lionel langsung, padahal Lionel punya banyak uang tapi demi mendapatkan gadis yang merasa rendah ini Lionel juga harus merendah. mereka berdua bahkan sudah menghilang hampir 2 jam, hingga Keluarga Cashel dan kedua orangtua Lionel mencari mereka dengan berpencar.
Lionel bahkan tidak peduli dengan acaranya tadi yang sebelum selesai, beruntung bisa digantikan oleh Jessica dan Rey dengan alasan Lionel sakit perut berada di Kontrakannya.
"ya ampuunn..!." Pekik Tyara.
Lionel menoleh sementara Irina segera melepaskan tangannya yang dipegang oleh Lionel.
"kami sejak tadi mencari kalian berdua ternyata kalian malah berpacaran." omel Tyara.
mendengar suara Tyara semua Keluarga besar Crystal berkumpul, betapa terkejutnya mereka tapi Irina malah menundukkan kepalanya sambil menautkan jemari tangannya, Ia takut direndahkan karna statusnya yang memang rendahan walau Ia berniat menerima Lionel yang ternyata bukan orang kaya hanya anak nelayan.
namun diluar dugaan Jessica memeluk Irina dan tidak menyangka ternyata Putranya jatuh cinta juga pada seorang gadis super imut seperti Irina, Lionel tersenyum saja melihat perlakuan Jessica dan Rey pada gadis yang ia suka begitu juga Keluarga Cashel.
.
Keluarga Cashel diajak menginap di Kastil Diana, mereka makan besar disana sebab esok Keluarga Cashel harus kembali ke Indonesia.
kini Cashel tengah berbaring di pangkuan Diana padahal banyak keluarga mereka di halaman luas kamar Raja bahkan juga ada Bart namun Cashel bertindak seolah Ia Raja ditempat ini.
"bisakah kamu bangkit Cash? apa kamu tidak malu?." tanya Diana dengan kesal.
__ADS_1
"kamu lah penyebabnya sayang." jawab Cashel tanpa beban.
"issh..! Cash..? semua orang sedang berkumpul bahkan Tanta sama Om aja tidak sepertimu, mereka tidak bermesraan tuh, masa iya kamu bertingkah seperti ini pada kedua orangtuamu." omel Diana sambil melihat Keluarga mereka pada sibuk dengan aktifitas masing-masing.
Cashel menggeleng kepalanya, "apa wanita bernama Soft itu sering membulimu?." pertanyaan Cashel terdengar serius.
Diana mendengar itu seketika melihat ke bawah dan mata mereka bertemu.
"lalu apa yang akan kamu lakukan Cash?." tanya Diana merasa Cashel akan melakukan sesuatu.
"instingmu kuat sekali." Cashel memuji Diana yang memicingkan matanya seolah tau Cashel sedang mengalihkan perhatiannya lewat pujian itu namun sayangnya Diana bukan tipe gadis yang senang dipuji.
"Cash? apa yang akan kamu lakukan padanya?." tanya Diana lagi sambil menggoyang tangannya yang digenggam oleh Cashel.
"tergantung, kamu mau aku apakan dia?." tanya Cashel balik membuat kepala Diana terasa pusing saja.
"issh..! aku nggak tau ah gelap." sungut Diana dengan rengutan khasnya membuat Cashel terkekeh gemas lalu menciumi punggung tangan Diana dan telapak tangan gadis yang Ia cintai itu.
tak jauh dari Cashel dan Diana juga ada Lionel duduk disamping Irina yang diperlakukan dengan baik oleh orang terdekatnya, tidak ada yang merendahkan Irina hanya Irina saja yang malu serta merasa rendah.
para Pelayan pun ikut makan layaknya Keluarga besar seperti tidak ada kasta diantara mereka semua, Bart bercerita dengan Indiro, Alex serta Endang, mereka berbicara banyak hal tentang Kekuasaan.
.
di Kontrakan Cashel,
Cashel menatap dingin potret Soft yang tersenyum lebar begitu genit dan sok cantik padahal tidak ada yang berkesan dari wajahnya selain tompel dan bulu mata cetar membahana nya itu namun bukan menarik justru aneh dan jijik dimata orang tertentu.
"kapan kita kembali ke Indonesia?." tanya Lionel tiba-tiba muncul di kamar Cashel dengan memperlihatkan kepalanya saja dibalik pintu kamar Cashel.
"apa sudah mengurus passport mereka?." tanya Cashel menoleh sejenak.
"aku sudah mengurus milik kekasihku kau urus saja milik kekasihmu, kami ingin berkencan..! Byee". Lionel melambai dan menutup pintu kamar Cashel yang memutar bola matanya dengan jengah.
Lionel sedang dimabuk Cinta jadi wajar sedikit tidak waras bahkan mungkin tidak waras.
Cashel menelfon seseorang dan menjalankan rencananya 2 hari setelah Ia pergi dari negara ini untuk membuat hal itu seperti alami bukan dendam atau apapun.
.
di Taman Kastil Diana yang kini semakin indah berkat perawatan dari 5 pelayan Diana.
__ADS_1
Cashel tiba-tiba muncul dan memeluk Diana dari belakang, Para pelayan yang tadi bercanda ria dengan Diana seketika berdiri sambil menjauh dan balik badan.
Diana menoleh ke Cashel yang tengah bersandar di bahunya, kebiasaan Cashel tiba-tiba muncul itu tidak asing lagi bagi Diana.
"ada apa Cash? apa ada masalah?." tanya Diana mengelus rahang Cashel yang memeluknya dari belakang.
"apa Ayahmu sudah mengurus surat kepindahanmu sayang?." tanya Cashel dengan lembut.
"sudah, kata Ayah besok aku sudah bisa keluar negeri dengan waktu yang lama bahkan jika aku bisa pindah kewarganegaraan kalau aku mau, sebelumnya aku sudah pernah tinggal di Indonesia dengan Bundaku jadi mengurus hal itu tidak sulit bagi Ayahku." jawab Diana dengan senyuman.
"aku tidak sabar memberitau pada bawahanku kalau aku sudah punya calon istri dan meminta hadiah pada mereka sebagai kado pernikahanku denganmu sayang." ujar Cashel.
Diana tertawa dan meledek Cashel seperti orang matre saja padahal Cashel kaya-raya bisa beli pulau, Cashel malah tersenyum lebar tidak masukkan hati ledekan serta godaan Kekasihnya itu.
tring...!
Cashel dan Diana melihat ke arah Eka yang tengah memunggungi mereka sebab Ponsel Eka berisik dengan cepat Eka membuka isinya lalu wajah Eka pucat seketika.
Eka berbalik, "Tuan? ada berita tentang Nona." lapor Eka berlari ke arah Diana dan Cashel.
Cashel mengulurkan tangannya sebab Ia tidak bawa ponsel dengan cepat Eka memberikan ponselnya ke Cashel sementara Diana mengintip dengan merapat ke tubuh Cashel demi melihat isinya dan terbelalak.
"ke.. kenapa jadi begini?." Diana tidak percaya berita tentang dirinya dikatakan membuli Soft.
Soft mengarang cerita dan itu membuat Cashel geram.
"aku akan urus semuanya sayang..! jangan kemana-mana ya?." Cashel menangkup pipi Diana yang mengangguk patuh.
"maafkan aku Cash." ucap Diana dengan raut wajah merasa bersalah.
"kenapa?." tanya Cashel sambil memberikan ponsel Eka tapi matanya masih memandang Diana saja.
"jika aku tidak melawan mungkin hal ini tidak akan terjadi, aku lupa kalau Elizia maupun Soft itu Ratu drama tertindas." cicit Diana yang merasa merepotkan Cashel saja dengan masalah yang Ia buat.
"aku justru tidak suka kalau kamu tidak melawan sayang, aku tidak merasa di repotkan !! apa kamu tidak lihat kalau banyak komentar orang yang tidak percaya pada cerita wanita itu hmm?." Cashel bertanya dengan penuh kelembutan sambil mengelus kepala Diana.
.
.
.
__ADS_1