Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 101


__ADS_3

Selama berada dirumah sakit, Hasan dan Husein selalu menjaga Fara secara bergantian. Mereka bersimpati pada nasib Fara yang menjadi yatim piatu secara tiba-tiba dan harus hidup sebatang kara. Lagi pula mereka merasa turut bertanggung jawab pada kelalaian yang dilakukan oleh ayah mereka. Sedangkan Adrian, kekasih Fara akan datang sesekali menjenguk Fara sepulang kerja.


Secara fisik kondisi Fara sudah membaik dan perlahan mulai pulih. Tapi kondisi psikisnya masih memprihatinkan. Sepanjang hari Fara hanya diam, melamun dengan tatapan mata yang kosong. Jika diajak bicara Fara hanya mengangguk dan menggeleng untuk menanggapi lawan bicaranya, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Kehidupan Fara seolah berhenti ditempat. Hingga satu minggu berselang, kondis Fara masih sama. Hasan dan Husein lalu mendiskusikan kondisi Fara dan berencana memnawa Fara ke psikolog atau psikiater. Tapi sebelum rencana itu terlaksana, Hasan dan Husein mendapatkan sebuah panggilan darurat.


Harun, Ayahnya yang sedang ditahan mengalami serangan jantung secara tiba-tiba. Mereka pun menitipkan Fara kepada perawat dan segera pergi untuk mengetahui kondisi Ayahnya. Polisi sudah membawa Ayahnya ke rumah sakit kepolisian. Tapi menurut mereka, dirumah sakit itu Ayahnya tidak mendapatkan penanganan yang maksimal. Hasan dan Husein lalu memutuskan membawa Ayah mereka ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap. Rumah sakit yang sama dengan tempat Fara dirawat. Untunglah setelah beberapa hari dirawat, Ayah mereka bisa pulih seperti sedia kala. Hasan dan Husein tentu sangat bersyukur, tapi mereka juga khawatir kalau kejadian serupa akan terulang lagi di kemudian hari.

__ADS_1


"Apa mungkin Ayah bisa bebas dari penjara? Aku tidak tega jika di usia Ayah sekarang, beliau justru harus menghabiskan masa tuanya di balik bui..."


Hubungan Hasan dan Husein dengan ayahnya tidak bisa di bilang selalu harmonis. Berkali-kali mereka saling berbeda pendapat sampai terjadi salah paham. Tapi tetap saja, sebagai anak mereka tidak tega melihat orang tuanya menderita.


"Entahlah...aku juga tidak tega...sebenarnya bisa saja, apa sih yang tidak bisa di beli di negara ini? Tapi apa kita sampai hati menggunakan cara-cara seperti itu?"

__ADS_1


"Ya, kamu benar, bahkan dalam berbisnis pun kita tak bisa sepenuhnya bersih..Meski tidak menginginkannya, tapi sadar atau tidak kita pasti pernah menggunakan cara kotor, jadi kenapa tidak? Ini hanya demi kebaikan Ayah kita, begitu bukan maksudmu?"


"Ya, tepat sekali brother, selain menyuap polisi, sepertinya kita perlu membuat kesepakatan dengan gadis itu, agar dia tidak menuntut kita di kemudian hari..."


"Benar juga, tapi apakah etis kita bernegosiasi dan membuat kesepakan di saat gadis itu masih berduka dan kondisi psikisnya tidak stabil?"

__ADS_1


"Tapi aku rasa situasi ini justru akan menguntungkan kita...."


Hasan dan Husein terus saja berdebat, membahas masalah itu. Sampai akhirnya mereka sepakat untuk menebus Harun, ayah mereka agar tidak dipenjara. Dan kepada Fara mereka menyodorkan sebuah surat perjanjian bahwa mereka akan memberikan sejumlah kompensasi dan menjamin hidup Fara dengan imbalan Fara tidak boleh menuntut di kemudian hari. Hasan menyodorkan surat itu kepada Fara dan Fara pun dengan mudah menandatangani surat bermaterai itu.


__ADS_2