
Di sela-sela harinya yang sibuk entah mengapa Husein masih selalu teringat pada Anya. Kehidupannya terlihat sangat sempurna sekarang, tapi entah mengapa dirinya merindukan kehidupan sederhananya bersama Anya. Hari-hari penuh perjuangan disaat dirinya tidak berdaya dan hanya Anya lah yang berada disisinya. Kebaikan Anya begitu amat membekas di hatinya dan takkan pernah dilupakannya begitu saja. Ingin rasanya Husein pergi ke rumah Anya sekedar untuk melihat keadaan gadis itu, tapi waktunya selalu tidak memungkinkan. Rasanya ruang geraknya amat terbatas, semua kegiatannya sudah diatur oleh Hasan dan dirinya selalu diawasi. Seolah dirinya adalah seorang tahanan yang dikhawatirkan untuk kabur.
"Jangan pergi sendirian apalagi tanpa izin, bukan maksud kami mengekangmu, kami hanya takut kamu celaka seperti kejadian kecelakaan itu...lagi pula ingatanmu juga belum pulih, diluar sana kemungkinan masih ada orang-orang yang mengincarmu!"
Begitu pesan Hasan saat memperingati dirinya. Memangnya siapa dia dan kesalahan apa yang dilakukannya sampai ada orang yang mengincarnya?
Husein jadi semakin penasaran.
__ADS_1
Keluarganya sangat kaya raya, tapi sampai sekarang dia tidak diberikan ponsel, laptop, bahkan televisi di rumah tidak pernah dinyalakan. Saat Husein coba menanyakan pada salah satu pelayan, katanya televisinya rusak. Apa itu masuk akal? Pasti ada yang tidak beres dengan itu semua. Keluarganya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
Berbekal pemikiran itu Husein berusaha mencuri kesempatan untuk menggunakan salah satu dari perangkat elektronik itu. Husein berusaha untuk meminjam dari beberapa pelayan yang bekerja dirumahnya. Tapi ternyata tidak ada satupun pelayan yang mau meminjamkan ponselnya dengan berbagai alasan. Dan Husein semakin yakin akan dugaannya. Bagaimana mungkin para pelayan yang seharusnya patuh berani menolak keinginannya? Dan terpaksa akhirnya Husein menggunakan cara licik. Tadinya Husein ingin mengambil ponsel salah satu pelayan secara diam-diam, tapi setelah berfikir ulang, tindakan itu terlalu beresiko. Pelayan itu bisa saja disalahkan dan dihukum karena kelalaian.
Akhirnya Husein memilih masuk ke kamar Hasan di saat Hasan sedang bekerja. Ini juga beresiko sebenarnya. Tapi setidaknya jika tertangkap basah, dia sendiri yang akan disalahkan, bukan para pelayan. Dan apa yang mungkin Hasan lakukan jika marah pada saudaranya? Entahlah.
Husein lalu masuk ke kamar Hasan yang tidak pernah dikunci. Benar saja di dalam sana ada televisi besar dan ada sebuah laptop di meja kerjanya. Husein memilih membuka laptop, memastikan perangkat itu tersambung ke jaringan internet. Lalu Husein mulai mengetik namanya dan menelusuri berita-berita tentang dirinya, terutama berita yang berkaitan tentang kecelakaan itu.
__ADS_1
Berbagai macam headline langsung muncul dalam mesin pencari. Husein membuka hasil pencarian teratas. Dan sangat terkejut dengan judul berita itu.
Tersangka kasus kecelakaan misterius telah ditetapkan: Ternyata adalah istrinya sendiri!
Bagaimana mungkin? Apakah dirinya benar-benar sudah menikah dan punya seorang istri? Kenapa keluarganya tidak ada satupun yang menceritakan tentang istrinya?
Husein lalu membaca berita itu dengan lebih teliti dan memperbesar gambar gambar pendukung berita. Husein merasa pernah melihat wajah wanita yang disebut sebagai istrinya itu. Apakah ingatannya telah kembali? Sesaat Husein menjadi bingung. Tapi tidak, itu bukan ingatannya sebelum kecelakaan terjadi. Husein mengenali wanita itu sebagai wanita yang pernah ditemuinya dirumah tuan Adrian dan ditangkap bersamanya.
__ADS_1