Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 50


__ADS_3

"Ayo serahkan ponselmu sekarang!", perintah Adrian pada Husein yang kini harus dipanggilnya Anton.


"Sebentar Tuan Adrian, bolehkah aku mengirim satu pesan dulu? Hanya satu Tuan dan ini sangatlah penting untukku.."


"Baiklah, lakukan dalam sepuluh detik dan aku akan menghitungnya dari sekarang! Satu..dua..tiga..."


Adrian terus menghitung sementara Anton menulis pesannya dengan terburu-buru. Tepat hitungan ke sepuluh Adrian langsung merampas paksa ponsel itu dari tangan Anton. Untunglah pesannya suah terkirim. Anton merasa sangat lega.


"Pergilah ke kamarmu dan istirahatlah sebentar, nanti sore aku akan mulai memberimu pekerjaan!"


"Baik Tuan, terimakasih banyak..."


Sepeninggal Anton, Adrian pun segera masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam.


"Hahahahaha, akhirnya jatuh juga kau ke dalam perangkapku!"

__ADS_1


Adrian tertawa terbahak-bahak seorang diri. Memuji dan merasa puas dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Ya. Adrian kini sedang bahagia, amat bahagia. Karena misinya sepertinya akan berjalan sempurna. Dan sebagai bonusnya, lihatlah! Kini dia bisa dengan leluasa memperbudak Husein, si tuan angkuh yang dulu sangat berkuasa.


Lihat, betapa Tuhan telah berbaik hati memutar roda kehidupannya. Dulu dirinya hanyalah orang biasa yang tak punya daya apapun untuk melawan seorang Husein yang begitu berkuasa. Adrian hanya bisa melihat dari kejauhan, saat Husein merebut kekasihnya Fara dan menikahinya.


Adrian harus berlapang dada melihat kekasih yang sudah dipacarinya selama hampir lima tahun menikah dengan lelaki lain yang jauh lebih sempurna dari dirinya. Dan semua orang yang mendengar cerita cintanya yang menyedihkan hanya akan tertawa dengan kebodohannya. Ya dulu dirinya memang hanyalah lelaki bodoh yang tak berdaya. Tapi lihatlah sekarang, keadaan telah berbalik dengan sempurna.


Akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba. Sudah cukup Husein diberinya waktu untuk beristirahat dan sekaranglah waktunya dia membayar apa yang pernah diperbuatnya pada Adrian dulu.


"Anton, keluar dari kamarmu sekarang!"


"Ya Tuan Adrian, ada apa?"


"Sudah cukup istirahatmu?"


"Sudah tuan..."

__ADS_1


"Baiklah, sekarang waktumu bekerja...bersihkan semua sudut rumahku ini, di sapu, lalu di pel dan jangan lupa bersihkan juga semya perabotan dengan lap basah, juga bersih karpet dan sofa dengan vacum cleaner, mengerti?"


"Me...mengerti tuan...", Anton dengan patuh menjawab, meski dalam hatinya merasa ragu, sanggupkah dia menyelesaikan pekerjaan sebanyak itu?


"Bagus, kerjakan sebaik-baiknya, jika ada yang kurang aku akan menyuruhmu mengulangi pekerjaanmu, mengerti?"


"Mengerti Tuan..."


"Malam ini aku akan makan malam di luar, kamu boleh memakan makanan sisa yang ada di meja, tapi jangan sentuh selain itu, mengerti?"


"Mengerti tuan..."


Setelah memberikan perintah pertama, Adrian segera kembali ke dalan kamar dan mengunci diri di dalam. Sedangkan Anton masih terpekur meratapi nasibnya. Perintah Tuan Adrian memang hanya membersihkan seluruh sudut rumah. Terlihat sederhana saat diucapkan tapi kenyataan rumah itu cukup luas. Dan Anton harus mengerjakan semua itu seorang diri.


Anton mulai mengerjakan tugas yang diberikan Tuan Adrian perlahan-lahan. Menyapu ruangan demi ruangan yang ada dirumah itu, kemudian mengepel semua lantai di seluruh ruangan itu. Baru itu saja, rasanya badannya sudah lelah sekali. Jam menunjukkan pukul sembilan malam dan Anton memutuskan untuk istirahat sejenak sambil minum segelas air putih. Karena perutnya terasa lapar, Anton lalu membuka tudung saji di atas meja makan. Ternyata di sana ada semangkuk sayur dan ketika diicipinya sedikit, ternyata sudah mulai basi. Anton lalu hanya memakan nasi dengan kerupuk saja. Dan karena merasa sangat kelelahan, Anton akhirnya tertidur di meja makan tanpa sempat menyelesaikan tugas yang diamanahkan Tuan Adrian.

__ADS_1


__ADS_2