Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 105


__ADS_3

Keesokan harinya, sesuai janjinya Husein mengajak Fara mencari apartemen untuk tempat tinggal mereka. Husein membiarkan Fara memilih sesuai dengan selera dan keinginannya. Husein juga membiarkan Fara memilih design interior sesuai dengan keinginannya. Husein hanya menemani Fara, menjelaskan tentang pilihan-pilihan yang ada dan memberikan sedikit pendapatnya. Setelah puas melihat-lihat dan menentukan pilihannya, Husein lalu membayar uang muka dan meminta mengurus semua surat kepemilikan atas nama Fara istrinya. Nampaknya Fara senang dengan hal itu. Fara tampak lebih ceria, banyak tersenyum dan banyak bicara pada Husein. Husein pun senang bisa membahagiakan istrinya.


Usai mengurus pembayaran, Husein mengajak Fara untuk makan siang di restoran. Husein mengambil cuti selama seminggu. Jadi selama itu Husein ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama Fara.


"Bagaimana kalau besok kita mencari perabotan untuk mengisi apartemen?"


Tanya Husein mengawali pembicaraan diantara mereka.


"Boleh, aku ingin secepatnya pindah. Pasti akan sangat nyaman tinggal di sana berdua...", jawab Fara dengan antusias.


"Baiklah, besok kita akan membeli perabotan, setelah itu kita akan secepatnya pindah...."

__ADS_1


Makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Sejenak mereka sibuk menikmati makanannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan setelah ini?"


"Hmm?"


"Aku masih ada cuti sampai satu minggu, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?"


"Maksudmu bulan madu?"


"Aku tidak ingin terlalu bersenang-senang dalam waktu dekat, maksudku keluargaku belum lama meninggal...mari kita bepergian di dalam kota saja..."

__ADS_1


"Baiklah, kita akan bepergian di dalam kota saja..."


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Husein lalu mengajak Fara pulang untuk beristirahat.


Dalam waktu beberapa hari itu mereka memanfaatkan waktunya untuk membereskan apartemen, membeli dan menata perabot, lalu membawa sebagian barang-barang pribadi Husein dan Fara ke apartemen baru.


Selesai dengan acara pindahan, Husein menepati janjinya untuk mengajak Fara jalan-jalan di dalam kota saja. Berjalan-jalan dan berbelanja di mall. Pergi ke taman hiburan, pantai, sampai pasar malam. Husein mencoba mendekati Fara, bersikap sebagai lelaki dan suami seperti pasangan yang lainnya. Husein pikir tinggal berdua di apartemen akan cepat mendekatkan mereka, tapi ternyata Husein salah. Sebab Fara tidak juga luluh dengan semua perlakuan baiknya. Fara masih saja menjaga jarak. Mereka kadang seperti teman, saar Fara sedang merasa senang dan bersikap lepas. Tapi kadang mereka hanya seperti dua orang asing yang tinggal berdua. Husein membayar seorang pembantu untuk membersihkan apartement mereka. Untuk masalah makan, sesekali Husein akan memasak untuk dirinya dan Fara. Tapi lebih sering Husein membeli atau makan di luar, kadang juga memesan makanan lewat makanan online. Fara bilanh dirinya tidak suka dan tidak masak. Hanya bisa merebus air, membuat mie instan dan menggoreng telur. Husein memakluminya dan tidak ingin menjadikannya masalah.


Fara tetap saja menghindarinya dan enggan untuk bersentuhan meski mereka tidur di kamar yang sama. Bahkan dengan gamblang Fara menjelaskan alasannya.


"Maaf, aku belum bisa menunaikan kewajibanku sepenuhnya sebagai istri, tolong beri aku waktu...aku masih berduka dengan kepergian keluargaku, setidaknya sampai enam bulan kedepan..."

__ADS_1


"Baiklah, aku masih bisa bersabar...."


Lagi-lagi Husein memilih untuk mengalah dan bersabar dengan keinginan istrinya. Husein tidak ingin ribut-ribut dan mencari masalah dengan istrinya di saat umur pernikahan mereka masih seumur jagung.


__ADS_2