Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 24


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan pakaian berwarna hijau terang dan jilbab warna senada, sedang berdiri di depan pintu menunggu seorang pria berkursi roda yang sedang memanggil sang pemilik rumah.


Anya keluar dari dalam rumah dengan wajah bangun tidur dan rambut acak-acakan, menatap wanita yang masih berdiri di luar dengan pandangan menyelidik.


"Selamat pagi, maaf sudah menganggu waktu anda pagi-pagi begini...", sapa wanita itu dengan tersenyum ramah begitu melihat Anya muncul dari dalam.


"Perkenalkan nama saya Alina, istri dari dokter Heru..."


Deg.


Jantung Anya seperti melompat dari tempatnya. Mimpi apa dia pagi-pagi begini sudah didatangi istri orang? Dalam kepanikannya, Anya berusaha untuk tetap tenang. Berjalan keluar mendekati wanita itu dengan pandangan menelisik. Cantik juga. Batinnya mengakui. Meski wanita itu pastilah jauh lebih tua dari dirinya, tapi masih terlihat amat cantik. Dengan aura keibuan khas wanita muslimah yang sejuk dipandang mata. Sangat jauh berbeda dengan image dirinya yang 'nakal'. Secara mental jelas Anya sudah kalah telak. Tapi Anya berusaha tetap menegakkan kepalanya, menatap wanita itu dengan berani.


"Selamat pagi, perkenalkan juga, nama saya Anya. Jadi ada perlu apa anda datang kemari?"

__ADS_1


Tidak, Anya tidak perlu takut. Bukankah dirinya tidak melakukan kesalahan apapun. Anya hanya bekerja dengan profesional. Yah meski pekerjaannya bukanlah pekerjaan yang halal. Tapi pekerjaan itulah yang membuatnya bisa bertahan hidup. Dan kesalahan yang dilakukannya hanyalah merugikan dirinya sendiri. Tentang laki-laki yang datang padanya, mereka adalah pria dewasa yang bertanggung jawab pada pilihannya sendiri. Lagi pula Anya tak pernah menggoda, tapi hanya me mu as kan mereka, setelah 'harga diri' nya disepakati. Begitulah keyakinan yang Anya pegang.


"Baiklah, langsung saja, anda pasti mengenal Heru, suami saya? kedatangan saya kemari adalah ingin minta tolong pada anda untuk melepaskan suami saya...", jawab wanita itu dengan tegas, meski suaranya bergetar.


"Maaf sepertinya anda sudah salah paham, saya hanya bekerja secara profesional, suami anda sendiri yang datang kepada saya. Jadi sebaiknya anda lebih dulu nasehati suami anda, sebelum datang kepada saya!", jawab Anya tidak mau kalah.


Namun yang kemudian terjadi, wanita itu justru jatuh bersimpuh di depan Anya.


Mendengar itu hati Anya jadi terunyuh. Bagaimana bisa lelaki serakah semacam Heru punya seorang istri berhati malaikat dan justru menyakitinya.


"Maaf...", ucap Anya kemudian.


Lalu kemudian meluncurlah cerita tentang pertemuan dan hubungannya yang terjalin dengan Heru. Ya, Anya akhirnya memilih jujur dan menceritakan semuanya kepada Alina. Bagi Anya Heru hanya sebatas pelanggannya saja. Namun bagi Heru, Anya sudah lebih dari itu. Bahkan Alina sudah tahu. Dari sikap Heru yang semakin acuh tak acuh. Hingga kemudian sering pergi tanpa tujuan yang jelas, dan akhirnya Alina beberapa kali mengikutinya dan menemukan bahwa Heru pergi ke rumah Anya.

__ADS_1


"Sekarang anda sudah tahu semuanya, jadi apa yang anda ingin saya lakukan?"


"Tolong tinggalkan suami saya, saya mohon...saya akan memberikan apapun yang anda mau....selagi saya mampu..."


Anya terdiam lama, berfikir apa yang harus dia katakan sebagai jawaban.


"Sebenarnya saya sendiri tidak suka privasi saya terusik, saya sendiri sudah menghindari suami Anda dengan tidak menerima tawaran untuk melayaninya, tapi Anda tahu sendiri dialah yang datang ke rumah saya sekarang..."


"Bagaimana kalau anda pindah dari sini? Bukankah rumah ini hanya mengontrak? Saya akan membayar berapapun yang kamu minta"


Bukankah selama ini Anya bekerja dengan menjual tubuhnya. Jadi apa salahnya kalau sekarang dirinya menerima uang untuk menolak seseorang yang memang tidak diinginkannya. Walaupun untuk itu dia harus mengambil keuntungan dari penderitaan seseorang.


"Baiklah aku setuju", Jawab Anya setelah berfikir beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2