Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 46


__ADS_3

Sekarang Anton sudah bisa berjalan dengan lebih lancar dan melakukan berbagai pekerjaan dengan lebih baik. Hal yang terlihat sepele bagi orang kebanyakan, tapi bagi Anton begitu sangat berharga. Sempat kehilangan kemampuannya untuk bergerak bebas selama beberapa saat membuat Anton lebih menghargai kemampuan yang dimilikinya. Meski itu sekedar mencuci piring, menyapu atau memasak mie instan. Anton begitu bangga karena sekarang dirinya bisa melakukan itu semua dengan lancar. Dan sebagai wujud terimakasihnya, Anton bertekad mengambil alih semua pekerjaan rumah tangga yang sebelumnya dilakukan oleh Anya. Karena penghasilannya dari bekerja ternyata belum cukup untuk dibagi dengan Anya, bahkan sedikit banyak dirinya juga masih bergantung dengan Anya, jadi Anton hanya berharap dengan melakukan pekerjaan rumah tangga, dirinya bisa mengurangi sedikit beban Anya. Tentu Anton juga merasa lelah, karena setiap hari dirinya juga harus bekerja. Tapi Anton tidak ingin mengeluh dan menikmati semua rutinitas yang kini dijalaninya dengan penuh rasa syukur.

__ADS_1


Semoga saja suatu saat dia bisa membalas semua kebaikan Anya. Itulah hal sederhana yang selalu menjadi harapannya sampai saat ini. Ya meski berkali-kali bilang tidak apa-apa, tapi entah mengapa Anton tetap selalu merasa bersalah pada Anya.

__ADS_1


Pagi itu, Anton kembali berangkat bekerja seperti biasa. Waktu dimana Anton pergi keluar untuk memulai aktifitasnya adalah waktu dimana Anya masih terlelap tidur usai menunaikan sholat subuh. Yah, dunia mereka seolah terbalik. Anya bekerja di malam hari dan Anton bekerja di pagi hari. Karena itu pula sekarang mereka semakin jarang bertemu meski tinggal dalam satu rumah. Anton selalu berangan-angan bisa memiliki penghasilan yang tinggi agar bisa membiayai hidup mereka berdua dan Anya bisa berhenti dari pekerjaan kotornya. Tapi sepertinya angan-angannya masih terlalu jauh untuk bisa di gapai, sebab kenyataannya meskipun Anton telah bekerja dan bekerja sebaik yang dia bisa, penghasilannya tetaplah tak seberapa.

__ADS_1


Pekerjaan yang sangat menggiurkan sebenarnya, sebab pengunjung itu menawarinya gaji tiga kali lipat dari gaji yang di dapatnya saat bekerja di gerai pakaian. Tapi Anton tidak bisa menerima begitu saja tawaran itu. Anton masih terikat kontrak dan rasanya tidak profesional jika harus keluar dari pekerjaan hanya karena gaji yang lebih tinggi. Dan juga pekerjaan yang katanya harus menginap dan tidak bisa keluar dari rumah sesuka hatinya membuat Anton ragu. Namun pengunjung itu bilang bisa mengurusnya dengan pemilik gerai jika dia mau manerima tawarannya. Ah, Anton jadi ragu-ragu untuk mengambil pilihan.

__ADS_1


__ADS_2