Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 42


__ADS_3

Wanita cantik itu berlari terburu-buru, meninggalkan gerai pakaian yang baru saja dikunjunginya. Minatnya untuk berbelanja sudah menguap begitu saja. Benarkah itu pria adalah seorang pria yang dikenalnya? Apa yang terjadi pada pria itu sampai-sampai tidak mengenalnya. Atau jangan-jangan dia hanya salah orang. Begitu banyak pertanyaan berputar-putar di kepalanya. Tapi wanita itu juga sangat takut untuk mengetahui kebenarannya.


Seharusnya sekarang juga Fara berbalik dan memastikan apakah pria itu benar-benar suaminya. Tapi Fara terlalu takut untuk melakukannya dan memilih pergi sejauh-jauhnya. Setelah merasa posisinya aman barulah Fara menelpon seseorang.


"Hallo Adrian?", sapanya begitu telepon tersambung.


"Hallo Fara, ada apa? Kenapa menelponku tiba-tiba? Aku sedang bekerja!"


"Aku...aku...bertemu dengan Husein... ", ucap Fara dengan terbata.


"Benarkah? Apa kau sedang bercanda Fara? Bagaimana mungkin dia masih hidup?"


"Entahlah...aku bahkan terlalu takut untuk memastikannya....tapi...tapi...dia begitu mirip dengan Husein...wajahnya...tubuhnya...juga suaranya...aku yakin aku masih bisa mengenali suamiku...hanya saja..."

__ADS_1


"Hanya saja apa Fara?", tanya Adrian dengan tidak sabar.


"Hanya saja dia sama sekali tidak mengenaliku Adrian..."


"Yang bemar saja Fara, apa maksudmu? Tolong katakan dengan lebih jelas! Kau membuatku bingung!"


"Ya...aku sendiri juga merasa bingung....sangat bingung...bagaimana mungkin aku melihat seseorang yang begitu mirip dengan Husein...karena itu aku menghubungimu! Mungkin kau akan bisa membantuku untuk mrmastikannya Adrian!"


"Aku..aku melihatnya di sebuah gerai pakaian, disana dia bekerja sebagai pelayan sepertinya. Tolong datanglah kesana dan carilah seseorang yang mirip dengan Husein disana. Dia tidak mengenalimu tapi kamu mengenalinya bukan? Jadi akan lebih aman jika kau yang memastikannya Adrian..."


"Baiklah Fara, aku akan memuruti keinginanmu tapi tidak sekarang. Aku sedang sangat sibuk sekarang. Akan kukabari lagi jika waktuku sudah luang dan aku akan datang ke gerai itu!"


"Baiklah, terimakasih banyak sayang...jangan terlalu lelah bekerja...I love you..."

__ADS_1


Adrian tidak menggubris dan langsung mematikan sambungan teleponnya. Merepotkan saja! Gerutunya dengan kesal.


Adrian kembali mengerjakan pekerjaannya yamg sempat tertunda. Dan ketika pekerjaannya telah selesai barulah Adrian mulai memikirkan kata-kata Fara. Husein masih hidup, tapi Husein tidak mengenali Fara. Bagaimana mungkin? Apa yang sebenarnya terjadi?


Benar kata Fara, dia harus segera memastikannya sebelum semuany terlambat. Maka malam itu, setelah selesai dengan pekerjaannya, Adrian langsung pergi ke gerai pakaian yang dimaksud Fara. Disana Adrian hanya berputar-putar mencari keberadaan seseorang yang kata Fara sangat mirip dengan Husein. Tapi entah mengapa, sudah lima kali lebih Adrian memutari gerai itu, dari lantai satu sampai lantai empat, tapi orang itu tak kunjung ditemukan.


"Ah, awas kau Fara! Jangan bilang kau hanya mengerjaiku!", umpatnya dengan kesal.


Adrian benar-benar lelah dan kakinya rasanya mau putus. Adrian akhirnya memilih beristirahat di sebuah gerai minuman kecil tidak jauh dari sana. Adrian memesan dua cup minuman sekaligus karena tenggorokannya terasa amat kering. Adrian menyesap minuman pertamanya hingga tandas. Dan dahaganya akhirnya sirna. Adrian masih duduk di gerai itu untuk meluruskan kakinya sambil menyesap minuman keduanya perlahan-lahan.


"Ah konyol sekali, untuk apa aku membuang waktu dan tenagaku melakukan hal itu..." sesalnya lagi.


Tapi kemudian, saat keluar dari gerai minuman itu Adrian melihat sosok yang dari tadi dicarinya. Sosok seorang pria yang benar-benar mirip dengan Husein. Kini Adrian baru percaya kalau Fara tidak berdusta.

__ADS_1


__ADS_2