Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 77


__ADS_3

Sejak bertemu dengan Hasan, hidup Husein langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Ya, sekarang namanya sudah berubah menjadi Husein, bukan lagi Anton si pria tanpa identitas. Husein akhirnya percaya dengan apa yang dikatakan Hasan setelah melihat bukti-bukti yang cukup meyakinkan.


Kehidupan Husein ternyata sangat berbeda dari kehidupannya sebagai Anton. Husein adalah seorang anak pengusaha besar yang digadang-gadang akan mewarisi bisnis keluarganya. Perlakuan manis dan hangat selalu diterimanya saat berada di tengah-tengah keluarga itu. Di rumah besar itu Husein tidak diperkenankan untuk melakukan pekerjaan apapun. Husein adalah seorang tuan muda di keluarga kaya raya yang semua kebutuhannya dari bangun tidur sampai menutup mata selalu dilayani. Semula Husein merasa amat bosan, sekarang anggota tubuhnya sudah berfungsi dengan normal, tapi justru tidak diperkenankan untuk melakukan apapun. Tapi tidak lama kemudian hari-harinya menjadi penuh dengan agenda yang telah dirancang keluarganya.


Pertama-tama adalah liburan keluarga ke villa pribadi keluarga Al Rasyid yang ada di lombok. Kata Hasan, sang Ayahlah, Harun Al-Rasyid yang menginginkan acara liburan keluarga tersebut diadakan. Harun menginginkan quality time penuh bersama keluarga kecilnya, terutama bersama Husein, anak kesayangannya yang sempat menghilang dan membuatnya sangat khawatir. Sebab di hari-hari biasa, Harun selalu disibukkan dengan urusan pekerjaan yang tidak ada habisnya.

__ADS_1


Peserta liburan adalah keluarga kecil mereka saja, Harun dan istrinya, lalu Hasan dan Husein beserta para pelayan yang akan selalu setia melayani setiap keperluan para tuannya. Mereka akan berlibur selama satu minggu penuh. Keluarganya benar-benar keluarga yang hangat dan harmonis, begitu pikir Husein. Di lombok mereka menjelajah ke pantai-pantai yang indah. Hasan mengajaknya melakukan diving dan snorkeling, sementara Ayah dan Ibunya memilih jalan-jalan berdua, tentunya sambil berbelanja juga.


Diwaktu-waktu yang lain mereka akan makan malam bersama sambil menikmati pemandangan di tepi pantai. Di waktu-waktu itu Husein merasa Ayahnya menaruh perhatian lebihduduk padanya. Ayahnya selalu menyuruhnya disampingnya, lalu mengajaknya bicara tentang apa saja. Tentang cerita-cerita masa kecilnya yang katanya bandel, sekaligus lucu dan menggemaskan. Tentang peristiwa-peristiwa memalukan di masa kecil yang tentu tidak bisa diingatkan. Bahkan sampai dengan urusan kantor yang terdengar amat asing dan memusingkan di kepalanya. Semua Husein dengarkan dengan sepenuh hati, sebab Husein ingin berusaha menyusun kepingan-kepingan puzzle tentang kisah hidup dan identitasnya dari semua informasi yang didapatnya. Ya, hanya dengan cara itulah sedikit demi sedikit Husein bisa mengenal jati dirinya, sebab ingatannya hingga kini belum juga kembali.


Kata-kata itulah yang selalu diucapkan Ayah kepadanya seusai perbincangan hangat mereka. Husein tidak mengerti apa maksudnya.

__ADS_1


Selesai dengan liburan keluarga, Husein pun kembali pulang ke rumah. Hasan sudah mengatur jadwal teraphy dan konsultasi untuk menunjang pengobatan Husein. Mulai dari psikoterapy, teraphy kognitif, dampai terapy kreatif.


Di luar waktu-waktu teraphy nya, Hasan akan mengajak Husein melakukan berbagai kegiatan lain. Pernah Hasan mengajaknya untuk memancing. Katanya memancing adalah hoby mereka berdua. Memancing baik untuk merefresh otak disela-sela kesibukan kerja. Diwaktu yang lain Hasan mengajaknya makan diluar juga hang out bersama rekan kerja dan para kolega. Dan sesekali Hasan juga mengajaknya pergi ke kantor, sekedar untuk berkeliling dan melihat-lihat bagaimana para pekerja beraktivitas.


Keluarganya sungguh terlihat hangat, harmonis dan sempurna. Sampai kemudian Husein menyadari ada kejanggalan yang coba ditutupi semua orang darinya.

__ADS_1


__ADS_2