
Hasan terkejut saat melihat Husein, saudara kembarnya turut berada di tempat penggerebekan Fara dan Adrian. Tepatnya Husein berada di kediaman Adrian.
"Husein!", reflek Hasan berlari dan memeluk saudara kembar yang telah lama dia rindukan.
Tapi di dalam pelukannya Husein hanya mematung dan terlihat bingung.
"Husein...husein... apa benar ini kamu? apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana kabarmu? selama ini kami sangat kebingungan mencarimu, mencari jasadmu di sekitar jurang tempat mobil mu terjatuh...tapi kami tidak bisa menemukanmu dimana pun? jadi kemana saja kamu selama ini?"
Diberondong dengan begitu banyak pertanyaan, Husein hanya diam dan menatap semakin dalam pada Hasan masih dengan raut bingungnya.
"Ma...maaf, sebenarnya siapa Anda?"
__ADS_1
"Aku? Tentu saja aku adalah Hasan, saudara kembarmu. Apakah kau tidak mengenaliku?"
"Maaf Tuan, ya..aku rasa wajah kita memang agak mirip...tapi maaf, aku tidak bisa mengingatmu sama sekali. Aku kehilangan ingatanku sejak mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu..."
"Kamu hilang ingatan? Lalu bagaimana caranya kamu bisa berada disini?"
"Aku bekerja disini sebagai pelayan pribadi Tuan Adrian, dan Tuan Adrian menawariku pekerjaan disini saat aku masih bekerja di sebuah gerai pakaian..."
"Oh Husein, sebenarnya apa yang telah mereka lakukan padamu?", tanya Hasan dengan putus asa. Tentu saja tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya.
Sementara Hasan sedang menemui Husein, pihak kepolisian menggeledah seluruh isi rumah Adrian dan mencari barang-barang yang mungkin bisa dijadikan bukti di pengadilan. Sementara Fara dan Adrian sudah diamankan oleh pihak yang berwenang. Selama proses penangkapan berlangsung, Fara terus saja meronta sambil berteriak dengan histeris, mencoba menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Sedangkan Adrian yang sebenarnya memang sedang kondisi yang kurang fit terlihat sangat shock dan terpukul dengan kehadiran banyak polisi di rumahnya. Padahal baru saja Adrian berada di atas angin, merasa rencananya telah berhasil, dan sangat senang karena punya kekuasaan untuk mempermainkan Husein sesuka hati. Tapi baru sebentar Adrian menikmati posisinya, kini keadaan kembali berbalik. Adrian yang tak kuat dengan segala tekanan itupun jatuh pingsan di tangan polisi. Polisi pun segera membawa keduanya untuk diamankan.
__ADS_1
Status mereka kini kembali dipertanyakan, sebab ternyata Husein di temukan dalam keadaan masih hidup. Tidak mungkin lagi menjerat Fara dan Adrian dengan pasal pembunuhan berencana. Tapi keduanya tetap di bawa dan diamankan agar tidak melarikan diri. Mungkin jika terbukti bersalah mereka bisa dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan.
"Bagaimana kalau sekarang kau ikut bersamaku, mari kita pulang kerumah bersama-sama?"
"Maaf tuan, aku tidak bisa. Aku sudah terikat kontrak kerja dengan Tuan Adrian. Dan Tuan Adrian sudah membayar gajiku di muka..."
"Itu hanya tipu dayanya untuk menjebakmu. Sekarang semua kontrak kerja itu sudah tidak berlaku lagi. Kamu lihat kan sekarang mereka sudah dibawa oleh polisi? Sekarang kamu adalah Husein, seorang pengusaha sukses dengan banyak bisnis. Percayalah padaku, karena aku adalah keluargamu, mari kita pulang sama-sama...aku akan mengusahakan pengobatan terbaik agar kamu bisa kembali mengingat semuanya..."
Di depannya Husein masih diam, dan kemudian Husei terlihat limbung sambil memegangi kepalanya.
"Maaf tuan kepala saya tiba-tiba terasa pusing, saya harus minum obat dulu..."
__ADS_1