
Di belakang Husein, Fara semakin sering bertemu dengan Adrian. Kebencian dan dendam yang dirasakannya Fara kepada Husein dan kekuarganya, membuat Fara menjadi berani bahkan merasa puas setelah bertemu dengan Adrian.
Fara dan Adrian bagaikan kekasih yang tengah di mabuk asmara. Bahkan hubungan mereka lebih dalam dibanding dulu saat Fara masih sendiri. Hal-hal intim pun mulai terbiasa mereka lakukan. Mulai dari peluk dan cium. Sekedar bermesraan, lalu berkembang ke hal-hal yang lebih menjurus. Ada perasaan puas saat Fara berhasil melakukannya tanpa diketahui Husein.
Sampai kemudian, hal yang diinginkanpun terjadi. Mereka tergoda untuk melakukan dosa terindah, mereguk kenikmatan tertinggi dunia yang fana. Mereka akhirnya melakukan hubungan selayaknya suami istri meski tanpa ikatan. Mereka terjerumus dalam perbuatan zina. Dan betapa terkejutnya Adrian, saat mendapati Fara masih perawan.
"Apa kau belum melakukannya dengan suamimu?", Tanya Adrian dengan terkejutnya.
__ADS_1
Fara hanya menggeleng. Ada sebersit rasa bersalah di hatinya. Apakah dia telah bertindak terlalu jauh? Tidak...tidak! Fara segera menepis rasa bersalahnya. Apa yang dilakukan Husein dan keluarganya jauh lebih jahat daripada apa yang dilakukannya.
Dan kemudian di hari-hari yang lain mereka kembali mengulangi perbuatan dosa itu lagi dan lagi. Bagaikan candu, mereka sama-sama merasakan nikmat dan menginginkannya lagi dan lagi.
Hingga suatu hari, Fara merasa tak enak badan. Kepalanya terasa pusing, tubuhnya lemah dan perutnya terasa mual. Gejala itu terjadi selama beberapa hari, hingga Fara sempat berfikir, mungkinkah dirinya telah hamil? Entah mengapa Fara merasa sangat takut. Sebab belum sekalipun memberikan haknya kepada Husein, dan lelaki itu masih sabar. Tapi bagaimana kalau Husein sampai mengetahui dia telah melakukannya dengan pria lain?
Tapi entah mengapa, bayangan dirinya hamil dengan Adrian terus menghantui pikirannya. Fara merasa tidak tenang.
__ADS_1
Akhirnya Fara memutuskan untuk menggoda Husein di hari yang dijanjikan. Enam bulan sejak akad nikah mereka. Hari dimana Fara menuntaskan masa berkabungnya. Tentu itu hanya kepura-puraan untuk mengelabui Husein. Ah, Fara jadi merasa bersalah. Bagaimana mungkin dia menjadikan alasan berkabung untuk menghindari Husein?
Malam itu Fara mengenakan baju tidur berwarna merah menyala. Seperti masuk ke dalam perangkapnya, sepertinya Husein benar-benar tergoda. Malam itu akhirnya Husein menyentuhnya untuk pertama kali. Mereka melakukan penyatuan dan pergumulan tanpa ada sepatah katapun terucap dari bibir keduanya. Dan entah mengapa, Fara merasa Husein tidak terlalu antusias dengan dirinya. Husein masih bersikap lembut dan manis. Tapi tak ada ucapan terimakasih, juga tidak ada pelukan hangat usai mereka melakukannya. Dan tatapan mata Husein hanya datar saja memandangnya. Apakah Husein merasa kecewa dengan malam pertama mereka? Apakah Husein tahu dia sudah tidak lagi perawan?
Ya, tentu saja. Husein pasti tahu. Dan meski tak bicara apa-apa, Husein pasti kecewa pada dirinya. Dan entah mengapa Fara sebenarnya juga merasa menyesal telah memberikan mahkotanya pada Adrian. Dan kemudian Fara merasa takut. Bagaimana kalau Husein meninggalkannya? Bagaimana nasibnya kemudian?
Tapi untunglah ketakutan Fara tidak terjadi. Sebab dihari berikutnya Husein mengajaknya pergi ke puncak. Dan disana akhirnya mereka melakukan penyatuan lagi. Husein tampak bersikap lebih baik. Fara merasa tenang, apa yang ditakutkannya tidaklah terjadi.
__ADS_1