
Dear readers, cerita Anya Anton skip sebentar ya, mau nyisipin sedikit cerita tentang Alina dan Heru, semoga tetap bisa dinikmati...
Happy reading...
Pernikahan antara Alina dan Heru tidak sepenuhnya didasari oleh perasaan cinta. Melainkan dengan setengah keterpaksaan juga hutang budi yang harus dibayarkan.
Heru adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sejak kecil. Heru sama sekali tidak mengenal siapakah keluarganya dan tidak sekalipun pernah merasakan kehangatan keluarga kandung. Yang dia miliki hanyalah Ibu pengurus panti yang telah merawatnya sejak kecil, juga kawan-kawan senasibnya di panti asuhan yang sudah seperti saudara sendiri.
Heru tumbuh menjadi anak yang cerdas dan menonjol secara akademik. Lalu seorang keluarga kaya, yaitu keluarga Dokter Hendra, datang dan meminang dirinya menjadi anak asuh. Keluarga Dokter Hendra memang donatur tetap di panti asuhan tempat Heru tinggal. Tapi karena melihat potensi kemampuan dan kecerdasan Heru yang menonjol, keluarga itu bersedia membiayai Heru untuk bersekolah di sebuah sekolah favorit yang biayanya sangat mahal. Bukan hanya itu, berbagai macam les dan khursus tambahan yang dianggap bisa menunjang kepintaran juga mereka daftarkan untuk Heru. Sebagai anak panti yang biasa hidup dalam segala keterbatasan, Heru menyadari kalau itu adalah kesempatan yang tak boleh dia sia-siakan. Apalagi Heru tahu, teman-temannya yang lain hanya bersekolah di sekolah negeri biasa. Kalaupun tidak mampu masuk ke sekolah negeri, maka mereka hanya akan disekolahkan disekolah swasta yang murah. Berbeda dengan dirinya yang seolah mendapatkan prioritas.
__ADS_1
Tanggapan dari anak-anak panti yang melihat keistimewaan yang didapatnya pun cukup beragam. Toni dan Ega, dua orang sahabat dekatnya di panti tidak mempermasalahkan bahkan terut senang.
"Bagus kalau kamu pintar, kalau nanti sudah jadi orang yang sukses dan kaya jangan lupa sama kita-kita...", begitu seloroh Ega.
Tapi Heru juga sadar ada pula anak-anak yang menaruh iri dan dengki pada dirinya.
Tapi Heru tak mau ambil pusing, Heru memilih tetap fokus belajar untuk meraih cita-citanya dimasa depan. Heru tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang di dapatnya, agar kelak bisa mengubah nasibnya.
Beranjak dewasa, kebiasaan itu tetap berjalan, ditengah-tengah kesibukan sekolahnya yang sudah duduk di bangku SMA, Heru masih sesekali berkunjung dan menginap di rumah Dokter Hendra. Heru bahkan semakin akrab dengan anak sulung Pak Hendra yang bernama Alshad, dan merekapun berteman baik. Tapi Heru tidak terlalu dekat dengan putri kedua Pak Hendra yang bernama Alina. Sebagai gadis remaja, Alina lebih sering mengurung diri dikamarnya atau pergi keluar bersama teman-teman sebayanya. Alina jarang ikut menemuinya saat Heru berkunjung ke rumah keluarga itu, tidak seperti ketika mereka kecil dulu. Dan Heru bisa memaklumi itu. Bahkan hingga beberapa kali kunjungan ke rumah Pak Hendra, Heru sama sekali tidak pernah bertemu dan melihat Alina disana.
__ADS_1
Hingga pada suatu sore, saat Heru selesai menginap dan berencana kembali ke panti, Heru berpapasan dengan seorang gadis cantik yang melewatinya begitu saja.
"Hey, darimana saja kamu?", Teriak Alshad menegur gadis itu.
Gadis itu hanya menoleh sedikit lalu berlari masuk kerumah.
"Siapa itu?", tanya Heru ingin memastikan.
"Itu Alina, masa lupa?"
__ADS_1
Cantik sekali. Gumam Heru dalam hati.