
"Bukankah kau sedang mencari pekerjaan Anya? Aku tidak akan mempersulitmu, bekerjalah lagi dikantorku. Ini adalah kesempatan yang bagus bukan? Kau tak perlu susah-susah mencari pekerjaan dan aku akan memotong gajimu setiap bulan untuk membayar cicilan bagaimana?"
"Darimana kamu tahu kalau aku sedang mencari pekerjaan? Apa kau menguntitku?"
"Itu tidak penting, datanglah besok ke kantor kalau tidak aku akan menuntutmu!"
"Bagaimana dengan istrimu? Apa dia akan mengizinkan aku bekerja denganmu? Jangan sengaja mencari masalah dan melibatkanku dalam masalahmu, hidupku sudah cukup rumit jadi aku tidak berminat menjadi bagian drama hidupmu yang viral itu!"
"Hahahha..."
Husein tertawa, sepertinya sedikit banyak Anya sudah tahu maksud liciknya.
"Tenanglah, aku sudah resmi bercerai, jadi statusku sudah sepenuhnya bebas sekarang...aku juga sudah mengurus semuanya, namamu sudah bersih dan akan kupastikan tidak akan ada lagi yang berani menganggumu..."
Anya sejenak terdiam,berusaha mencerna yang terjadi.
"Jadi bagaimana, kamu setuju kan kembali bekerja di kantorku? Aku benar-benar akan menuntutmu jika kamu tidak mau membayar biaya perawatanku!"
__ADS_1
Husein bicara seperti orang merajuk. Anya merasa ada yang aneh dengan kejadian yang baru saja menimpanya, juga sikap Husein yang menuntut ganti rugi. Bagi Anya uang sejumlah itu sangat banyak dan tak sanggup dia bayar, tapi bukankah bagi Husein uang itu hanya recehan?
"Bukan besar jumlahnya yang aku permasalahkan, tapi aku hanya menuntut rasa tanggung jawabmu..."
Seolah Husein bisa membaca pikiran dan keraguan Anya.
"Baiklah..."
Jawan Anya akhirnya meski dengan ragu-ragu. Husein pun akhirnya tersenyum penuh kemenangan. Misinya akhirnya berhasil.
Anya lalu cuci muka dan kembali memikirkan peristiwa yang baru saja menimpanya. Belum lama Anya akhirnya bisa lepas dari pria itu dan mencoba melupakannya perlahan-lahan, tapi sekarang mereka malah bertemu lagi.
Tentu bekerja kembali di kantor Husein adalah solusi all in one dari permasalahan hidupnya. Anya dengan mudah mendapatkan pekerjaan dan disisi lain Anya bisa membayar ganti rugi atas kecelakaan Husein meski dengan mencicil. Nanti mungkin Anya juga bisa mengembalikan uang yang dipinjamkan dari Fitri. Tapi entah mengapa Anya tetap merasa tak nyaman, sebab pekerjaan itu tidak murni didapatnya karena kemampuan dan usaha, melainkan karena belas kasihan.
Meski begitu akhirnya Anya memutuskan untuk datang keesokan harinya, seperti yang diminta Husein.
Sepertinya Husein benar-benar sudah menunggunya, sebab begitu datang dirinya langsung diantarkan ke ruangan direktur untuk bertemu Husein.
__ADS_1
"Selamat datang Nona Anya, selamat bekerja kembali disini, saya sangat senang anda akhirnya membuat pilihan yang tepat. Saya harap kali ini anda akan betah bekerja lama disini..."
Husein menyambut Anya dengen begitu hangat, begitupun Rayhan dan semua karyawan di kantor itu begitu menghormati Anya.
"Terimkasih banyak, apapun alasanmu memberiku pekerjaan ini, aku sangat berterimakasih....", jawab Anya akhirnya.
Husein tersenyum dan merasa sangat senang dengan kedatangan Anya kembali di kantor.
Anya lalu keluar dari ruangan Husein dan menemui Rayhan, rekan kerjanya. Rayhan tentu tahu Anya bukanlah karyawan biasa bagi Husein.
"Selamat datang Anya, aku tahu hal yang kemarin terjadi pasti sangat membuatmu tidak nyaman...semoga kali ini tidak akan ada hal semacam itu dan kamu betah bekerja disini..."
"Terimakasih Rayhan, maaf harus merepotkanmu lagi..."
"Aku malah senang, sebab kehadiranmu akan banyak mengurangi beban pekerjaanku, hahhaha..."
Begitulah, akhirnya Anya kembali menjalankan pekerjaannya di kantor Husein seperti sebelumnya.
__ADS_1