Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 91


__ADS_3

Husein akhirnya benar-benar pergi untuk menemui Fara. Cepat atau lambat pertemuan ini harus terjadi. Husein sangat ingin tahu kebenarannya. Benarkah Fara yang merencanakan kecelakaan itu. Apa alasannya sampai Fara tega melakukan itu? Apa kesalahan yang telah dia lakukan sebagai seorang suami, sampai Fara bisa bertindak sejauh itu? Ya, sedikit banyak pasti ada andil dirinya dalam kejahatan yang dilakukan Fara. Bagaimanpun juga seorang istri adalah tanggung jawab suami, dengan begitu kesalahan yang dilakukan Fara juga merupakan tanggung jawabnya.


Saat ini Fara sedang ditahan di salah satu lembaga pemasyarakatan di kota. Sebenarnya, Husein ingin pergi sendiri. Tapi Hasan memaksa untuk menemaninya. Hasan sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada Husein yang belum sepenuhnya pulih.


"Apa yang akan kamu lakukan saat bertemu dengannya nanti?", Hasan membuka percakapan saat mereka dalam perjalanan ke LP.


"Entahlah, aku hanya ingin tahu cerita sebenarnya dari sudut pandangnya dan apa alasan dibaliknya..."


"Kamu seharusnya tidak perlu menemuinya langsung, semuanya sudah jelas...ini pasti sangat menyakitkan bagimu..."


"Tidak apa-apa, aku seorang lelaki, aku harus menghadapi kenyataan ini, lagi pula sampai kapan aku bisa menghindar?"


"Ya kamu adalah laki-laki yang kuat, maaf sudah membuatmu menanggung beban seberat ini..."


"Sudahlah Hasan, ini bukan salahmu, ini adalah takdir yang harus kita terima dan kita jalani dengan lapang dada..."


"Jadi, apakah nanti kamu akan menceraikannya?"

__ADS_1


"Mungkin, aku akan mempertimbangkannya..."


"Kau harus menceraikannya secepatnya Husein..."


"Kita lihat saja nanti...".


Mobil yang mereka tumpangi sudah tiba di pelataran LP. Husein bersikeras untuk masuk sendiri dan menyuruh Hasan menunggu diluar. Kali ini Hasan tak bisa mencegah keinginan Husein. Dengan berat hati Hasan melepaskan Husein masuk ke dalam.


"Tenanglah, aku bukan anak kecil yang harus selalu kau khawatirkan....aku akan baik-baik saja..", ucap Husein sambil tersenyum.


Senyum yang harus selalu terpasang di depan keluarganya, agar mereka percaya kalau dirinya baik-baik saja. Sebab jauh di dalam hatinya, Husein tidak bisa memungkiri, bahwa perasaannya benar-benar hancur berkeping-keping.


Petugas lapas mengangguk patuh, lalu mempersilahkan Husein masuk ke ruangan besuk sambil menunggu Fara dipanggil. Tidak lama berselang Fara keluar dengan didampingi seorang petugas lapas. Mereka dipersilahkan untuk bertemu dan berbicara dengan dibatasi partisi kaca.


Fara duduk di hadapan Husein dengan kepala menunduk.


"Fara...", Sapa Husein sambil memandangi wajah istrinya.

__ADS_1


Fara terlihat sangat berbeda dari terakhir mereka bertemu. Wajahnya terlihat kusam dan pucat, tanpa polesan make up sedikitpun.


Fara masih menunduk.


"Fara, istriku..."


Husein mengulang memanggil istrinya.


Fara semakin menunduk, wajahnya telah basah sebab air mata lolos begitu saja tanpa bisa dicegah.


"Fara, tegakkan kepalamu, tatap mataku! Aku ingin melihat wajahmu dengan jelas!"


Fara ingin sekali melakukannya, tapi sungguh dirinya tidak punya keberanian untuk itu.


"Fara lihatlah aku! Suamimu datang untuk menjengukmu...apa kau tidak merindukanku? Apa tidak ingin melihatku sedikit saja?"


Setelah mengumpulkan keberanian yang tersisa akhirnya Fara mengangkat wajahnya, menatap Husein sambil berurai air mata.

__ADS_1


"Husein, maafkan aku...maafkan aku...aku menyesal melakukan semua ini...kau pasti sangat membenciku sekarang..."


"Fara katakan padaku, benarkah semua ini? Benarkah kau tega melakukan semua ini? Begitu benci kah kamu kepada suami mu ini?"


__ADS_2