Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 123


__ADS_3

Husein sedang memainkan ponselnya, saat terdengar suara orang mengetuk pintu kamarnya. Husein menghentikan aktifitasnya dan segera membuka pintu. Hasan berdiri sambil tersenyum.


"Hai brother, apa aku menganggumu?"


"Tentu saja tidak, masuklah! Apa yang bisa diganggu dari pengangguran gabut sepertiku!"


"Hahahaha, bersabarlah. Nikmatilah waktu luangmu, bisa jadi sebentar lagi kamu akan sangat sibuk..."


"Ada apa Hasan, apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?"


"Ya bagaimana dengan Fara? Sudah sampai mana kau mengurusnya? Kau akan menceraikannya bukan?"


"Tentu saja, aku bukan lelaki bodoh, aku pasti menceraikannya! aku hanya tidak ingin menyimpan dendam dan membencinya, seperti apa yang dilakukannya pada keluarga kita. Bagaimanapun juga kita juga punya kesalahan padanya. Aku ingin semua selesai dengan baik-baik dan memastikan tidak ada yang merasa terdholimi dengan keluarga kita..."


"Kamu masih seperti dulu, sangat sensitif dan baik hati...karena itu aku jadi khawatir padamu, sebab diluar sana tidak semua orang berfikir sepertimu dan banyak dari mereka yang ingin memanfaatkanmu..."


"Sedangkan kau terlalu protektif dan selalu menganggapku anak kecil, dasar menyebalkan!"


"Hahaha, kita diciptakan untuk saling melengkapi bukan? Aku akan membantumu mengurus proses perceraianmu! Jangan membantah, wanita itu licik dan berbahaya, cukup sekali saja kamu jatuh dalam perangkapnya..."

__ADS_1


"Ya baiklah, kau bisa melakukannya, hanya saja, aku punya beberapa permintaan, tolong urus apartement itu atas namanya, juga berikan tunjangan hingga tiga tahun kedepan. Dalam waktu itu aku harap dia sudah menemukan seseorang yang bisa jadi sandarannya. Hmm, apa kita juga perlu memberinya pekerjaan di perusahaan?"


"Tidak perlu! Hanya apartement dan tunjangan, itupun sudah terlalu berlebihan untuk wanita sepertinya. Jangan mengambil resiko dengan melibatkan orang yang tidak punya etika baik dalam pekerjaan..."


"Baiklah aku setuju, tolong urus semuanya, akupun sudah merasa lelah berhubungan dengannya, terimakasih banyak sebelumnya..."


"Tidak perlu sungkan....jadi kapan kau siap untuk kembali ke perusahaan?"


"Hmm perusahaan? Apa aku boleh kembali bekerja diperusahaan?"


"Tentu saja kau harus kembali bodoh! Perusahaan itu milikmu, apa kau ingin menghibahkannya juga untuk orang lain, ha?"


"Hahaha, tentu saja aku ingin, aku sudah gatal ingin melakukan sesuatu yang berguna! Tapi kau selalu memenjarakanku di rumah ini dan mengatur kegiatanku seperti anak kecil!"


"Besok? Besok aku sudah boleh mulai bekerja?"


"Ya, tentu saja, apa itu terlalu cepat?"


"Tidak...tidak! Baiklah, besok aku akan datang ke kantor. Aku senang sekali!"

__ADS_1


"Mulailah perlahan-lahan dan jangan memaksakan diri, orang-orang penggantimu masih bisa melaksanakan tugasnya dengan sangat baik..."


"Tenang saja, sedikit banyak aku sudah mulai memantau perkembangan perusahaan dari rumah. Semua masih tertolong, meski pertumbuhannya lambat. Perusahaan membutuhkanku untuk bisa berkembang lebih pesat dan aku sudah tidak sabar!"


"Baiklah-baiklah, kalau sudah urusan pekerjaan kau sangat bersemangat dan percaya diri, aku senang kau akan kembali bekerja dan punya tempat yang baik untuk menyalurkan energimu!"


"Ya, tentu saja bro, aku akan memastikan perusahaan berjalan lebih baik saat berada di tanganku..."


"Hahaha, lihat saja apa kau bisa benar-benar fokus atau justru tergoda..."


"Apa maksudnya bro?"


"Aku sudah menyiapkan asisten pribadi yang cantik untuk menggodamu, kau pasti akan menyukainya!"


"Heh, apa maksudmu! Kau kan tahu aku tak suka asisten perempuan, memangnya kemana Rayhan?"


"Rayhan masih ada, aku hanya menambahkan satu lagi agar hidupnya lebih berwarna dan lebih bersemangat lagi dalam bekerja!"


"Kurang ajar jangan main-main kamu! Aku sedang tidak suka berurusan dengan wanita!"

__ADS_1


"Lihat saja besok! Kamu akan menyukainya dan akan sangat berterimakasih padaku!"


Hasan segera keluar dari kamar Husein dan menutup pintunya. Membiarkan Husein kesal sendirian di dalam sana.


__ADS_2