Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 61


__ADS_3

Anya merasa senang karena menemukan secercah titik terang tentang identitas dan keluarga Anton. Tapi disisi lain entah mengapa Anya merasa takut.


Anya tahu saat-saat seperti ini cepat atau lambat akan segera tiba. Saat Anton akan kembali mengingat atau ditemukan oleh keluarganya, orang yang lebih berhak atas diri Anton. Seharusnya Anya merasa senang karena ini jugalah hal yang diharapkan Anya sejak dulu. Tapi entah mengapa ada perasaan takut dan juga tak rela.


"Jadi, apa maksud kedatanganmu kesini? Apa kamu hanya mau hanya mau berpamitan dan pergi begitu saja? Tahukah kamu berhari-hari aku selalu melewati rumah majikanmu untuk mencarimu tapi kau tidak pernah terlihat disana? Aku sangat khawatir, tapi sekarang kamu hanya datang untuk pergi lagi!"


Entah mengapa Anya menjadi sangat emosional. Perasaan terbuang kembali membayang di benaknya.


"Anya...bukan seperti itu maksudku...aku janji tidak akan pergi begitu saja, aku masih berhutang sangat banyak padamu...tapi ada urusan yang harus aku selesaikan dan ada kebenaran yang harus aku pastikan...setelah itu, aku pasti akan menemuimu lagi..."

__ADS_1


Anya sejenak berfikir dan merenung. Sebenarnya apa haknya untuk menahan Anton disini? Dirinya hanyalah orang asing, tak berarti apa-apa bagi Anton. Bahkan makanan, tempat tinggal, dan segala apa yang bisa diberikannya pada Anton adalah buah dari pekerjaan haram yang mungkin tidak baik dan tidak akan membawa keberkahan dalam hidup Anton.


Sedangkan orang di depannya sekarang, benar-benar mirip dengan Anton. Orang itu juga terlihat orang baik-baik dan dari segala yang dikenakannya jelas menunjukkan status sosial yang tinggi, sangat berbeda sekali dengan dirinya.


Jadi sudah sewajarnya jika Anya melepaskan Anton untuk pergi dan menjemput takdir yang lebih baik bersama keluarganya yang sebenarnya.


"Nona, tolong jangan salah paham, aku mengerti andalah yang telah menolongnya dan berbuat banyak untuknya, tapi kami membutuhkan kehadirannya karena semua pihak keluarga sudah mencari dan menunggu lama. Dan tenang saja, bersama kami dia adalah orang yang bebas. Jadi Anda bisa menemuinya dan diapun bisa menemui Anda setiap saat.."


"Tentu saja, maaf aku tadi terlalu emosional. Anton tentu boleh menentukan mau pergi kemana dan dengan siapa. Aku bukanlah siapa-siapa yang berhak melarangnya... "

__ADS_1


"Terimakasih Anya, aku pasti akan datang kesini sesering mungkin jika ada kesempatan. Aku harap silaturahmi diantara kita tidak akan putus begitu saja meskipun nanti aku sudah menemukan keluargaku. Dan tentu saja aku akan membayar semua hutangku padamu semampuku.."


"Jangan begitu, aku tidak pernah menganggapnya sebagai hutang dan itu adalah bentuk tanggung jawabku, jadi jangan merasa terbebani.."


"Baiklah, itu urusan mudah. Aku kira keluarga kita pasti mampu membayarkan hutang yang kau maksud itu Husein. Aku sendiri yang akan mengurusnya nanti. Tapi Nona Anya, aku perlu sedikit bantuanmu. Bisakah tolong ceritakan bagaimana kronologinya sampai Anda bisa menabrak saudaraku Husein? Sebab pada kenyatannya dia saat itu mengendarai sebuah mobil, dimana mobil itu terjun ke jurang..."


Anya lalu menceritakan kembali kronologi kecelakaan ketika dia menabrak Anton di tengah malam dalam keadaan setengah mabuk.


Dari cerita Anya sedikit banyak Hasan bisa mengambil kesimpulan tentang kejadian yang sebenarnya menimpa saudara kembarnya itu.

__ADS_1


"Baiklah Nona Anya, terimakasih banyak atas semua bantuanmu kepada saudaraku. Jika menimbang cerita Anda juga kronologi kecelakaan yang sebenarnya, saya yakin Anda tidak bersalah dan justru Andalah yang telah menyelamatkan Husein saudaraku, tapi kami akan menyelidikinya lebih lanjut. Dan karena itu kami berjanji akan tetap menjalin silaturahmi dengan Anda, juga akan mengganti semua biaya yang Anda keluarkan untuk Husein...sekali lagi terimakasih banyak..."


__ADS_2