Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 63


__ADS_3

Anton terbangun saat mendengar suara ketukan bertubi-tubi didepan pintu kamarnya. Anton segera mengusap-usap matanya dan beringsut bangun untuk membukakan pintu. Di depan pintu Hasan berdiri menunggunya.


"Kau sedang apa? Ayah dan Ibu sudah menunggumu di bawah untuk makan malam bersama..."


"Maaf, aku tertidur tadi, baiklah nanti aku akan


menyusulmu, aku ingin cuci muka dulu sebentar..."


"Tidak apa, kamu pasti lelah dan perlu banyak istirahat. Cuci mukalah, aku akan menunggumu, kita turun bersama...setelah makan nanti kamu bisa lanjut beristirahat..."


"Baiklah, tunggu sebentar..."


Anton lalu pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya dengan cepat. Anton lalu mengikuti Hasan untuk turun bersama.


Dan benar saja, di bawah Ayah dan Ibu sudah menunggu dengan berbagai hidangan yang tersaji lengkap di meja makan.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu...", ucap Anton dengan canggung.

__ADS_1


"Oh tidak apa-tidak apa...maaf jika menganggu istirahatmu, tapi kamu harus makan dulu...."


Hasan mempersilahkan Anton untuk duduk di sebuah kursi di samping Ayah mereka. Tidak lama kemudian acara makan keluarga pun dimulai.


Anton mengambil nasi setelah Ayah mengambil nasi, baru setelah itu Ibu dan Hasan.


"Ini gulai kambing, makanan favoritmu dulu...cobalah, kamu pasti menyukainya...", ucap Ayah sambil menyendokkan gulai kambing itu ke piring Anton.


"Terimkasih banyak..."


Ayah kembali menyendokkan sayuran ke dalam piringnya.


Acara makan malam pun segera dimulai. Anton merasa sedikit rikuh karena merasa menjadi pusat perhatian. Anton senang karena mereka memperlakukannya dengan sangat baik tapi rasanya ini terlalu berlebihan, dia merasa seperti seorang tamu kehormatan di dalam rumah yang katanya adalah rumahnya sendiri.


Sejenak mereka semua sibuk menghabiskan makanan masing-masing. Sampai saat makanan utama habis, barulah obrolan kembali dimulai.


"Bagaimana rasanya kembali kerumah, Husein? Apa kamu merasa nyaman?"

__ADS_1


"Tentu saja, kalian memperlakukanku dengan sangat baik, dan rasanya ini berlebihan. Aku tidak pantas menerimanya..."


"Tentu saja kamu sangat pantas. Kamu adalah putra kebanggaan kami yang sudah lama kami tunggu. Kami bahkan sempat putus asa mencarimu. Dan sekarang kamu sudah kembali. Tentu saja kami sangat senang..."


Setelah makanan utama habis, masih ada martabak, puding, dan buah yang mereka santap sambil berbincang. Biasanya di rumah Anya, Anton hanya menyantap satu menu sederhana saja. Kadang hanya nasi dengan telur, nasi bungkus, nasi goreng, atau bahkan mie instan. Tapi kini di depannya tersaji menu makan malam yang sangat lengkap, ada berbagai lauk, sayuran, bahkan kudapan yang semua terlihat lezat sampai Anton bingung untuk memilih.


"Jadi bagaimana kehidupanmu sebelum ini? Bagaimana ceritanya sampai kamu bisa lolos dari kecelakaan maut itu? Apa saja yang kamu lakukan dan kemana saja kamu selama ini? Aku benar-benar ingin tahu...", tanya Ayah dengan antusias.


"Ayah dia baru saja datang dan kondisinya belum pulih, lagi pula...Husein mengalami amnesia Ayah...", Hasan mencoba menahan Ayahnya agar tak banyak bertanya.


"Tidak apa-apa, aku bisa menceritakan hal-hal yang kuingat saja...jadi Ayah, aku terbangun di sebuah rumah sakit dan saat itu seorang gadis mengaku telah menabrakku dan berjanji akan bertanggung jawab. Namanya Anya. Aku sempat mengalami kelumpuhan dan selama ini aku tinggal di rumahnya sampai kondisiku membaik dan aku bisa bekerja..."


"Pasti dia seorang gadis yang baik dan aku harus datang untuk berterimakasih padanya nanti..."


"Ya...begitulah Ayah..."


Makan malam selesai. Hasanpun mengantar Anton kembali ke kamarnya. Anton sangat bersyukur bisa merasakan kembali kehangatan sebuah keluarga. Dan Anton merasa sangat beruntung jika benar dirinya adalah bagian dari keluarga ini. Tapi tiba-tiba saja Anton teringat pada Anya. Bagaimanakah kabar Anya sekarang? Anya yang harus hidup dan berjuang seorang diri tanpa keluarga. Betapa malang nasibnya. Nanti pasti Anton akan mengunjungi Anya lagi.

__ADS_1


__ADS_2