
Husein merasa bahwa setelah malam itu sikap Fara padanya sedikit berbeda. Fara terlihat gugup dan ekspresinya terlihat seperti anak kucing yang ketakutan. Husein tidak tahu apa sebabnya, tapi melihat Fara seperti itu Husein merasa kasihan. Apa mungkin Fara merasa bersalah karena karena belum jujur atas keadaan dirinya yang sudah tidak virgin?
Malam pertama mereka memang tidak memberikan kesan baik. Tapi Husein tidak mau mempermasalahkan hal itu. Dalam pernikahan tidak ada persyaratan bahwa wanita harus selalu suci. Dan Husein tidak mau menjadi lelaki kolot yang menuntut bahwa istrinya harus sempurna. Jikalau di masa lalu Fara memang pernah melakukan zina, itu adalah urusan Fara dengan Tuhannya. Sikap Fara untuk menutup aib dan tidak bercerita sudahlah benar. Meskipun ada perasaan kecewa, tapi Husein tidak ingin berlarut-larut memikirkannya.
"Ayo kita pergi keluar...", Ajak Husein pada Fara.
Husein ingin sedikit memcairkan suasana agar Fara tidak merasa terbebani.
"Keluar, kemana?"
__ADS_1
"Mari kita kencan hari ini..."
"Kencan? kemana?"
"Kemana saja yang kamu mau, pantai taman hiburan atau berbelanja?"
"Aku ingin ke tempat yang sepi dan sejuk..."
"Baiklah, kita kesana.."
__ADS_1
Dan hari itu Husein benar-benar mengajak Fara ke puncak. Di puncak mereka hanya berjalan-jalan sebentar di taman bunga untuk melihat pemandangan dan menjernihkan pikiran. Sisanya mereka hanya menghabiskan waktu di dalam villa. Husein menggunakan moment itu untuk memperbaiki kesalahannya. Husein mengerti mungkin Fara merasa bersalah karena perlakuannya yang agak dingin setelah mereka melakukannya tadi malam, jadi kali ini Husein akan memperbaikinya.
Malam itu akhirnya mereka melakukannya lagi. Entah mengapa meskipun berhasil menyalurkan hasratnya dan merasakan kepuasan, tapi perasaannya tetap hampa. Husein merasa menjadi pria brengsek yang berbuat bukan atas dasar cinta.
Meski begitu Husein berusaha menutupi perasaannya dengan bersikap hangat kepada Fara. Husein mengatakan terimakasih dan mendekap Fara dengan erat sampai Fara tertidur. Tampaknya upayanya membuahkan hasil. Fara terlihat sedikit lebih ceria keesokan harinya. Mereka pulang dari puncak dengan suasana hati yang lebih baik.
Di hari-hari berikutnya Husein selalu melakukan kewajibannya sebagi suami sekaligus memenuhi nafkah batin untuk istrinya. Husein melakukannya secara rutin satu sampai dua kali seminggu. Kegiatan itu dilakukannya sebatas menyalurkan kebutuhannya. Dan entah mengapa meski sudah berkali-kali melakukan, Husein tetap tak memiliki perasaan apapun pada Fara. Tapi terlepas dari itu, Husein tetap selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik. Melakukan semua kewajibannya. Selalu bersikap baik dan lembut pada Fara. Sisanya, Husein memilih fokus pada pekerjaannya di kantor yang memang cukup memakan waktu, pikiran, dan tenaganya. Dengan begitu masalah rumah tangganya bisa sedikit teralihkan. Kata hatinya merasa dirinya munafik, semua tampak baik-baik saja di luar tapi di dalamnya hanyalah kosong. Sedangkan logikanya mengatakan ini bukanlah masalah besar. Toh semua masih berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin inilah salah satu ujian dalam rumah tangganya.
Sampai kemudian ada satu hal yang mengubah diri dan cara berfikir Husein. Suatu hari Fara memberi kejutan pada Husein berupa hasil.tes kehamilan. Dalam alat tes itu terlihat dua garis biru, yang berarti Fara positif hamil. Entah mengapa Husein sangat senang dengan kabar itu. Sebentar lagi dia akan memiliki anak. Husein tidak menyangka rasanya se luar biasa ini saat tahu, akan ada makhluk kecil yang merupakan bagian dari dirinya.
__ADS_1
Husein merasa hidupnya lebih bermakna, seperti menemukan tujuan hidup yang baru. Husein berharap dirinya akan jadi Ayah yang baik untuk buah hatinya kelak. Tapi sebelum itu, Husein harus jadi suami yang baik terlebih dahulu. Dalam hati Husein bertekad dan berusaha lebih untuk bisa mencintai Fara. Tuhan yang telah mempersatukan mereka dalam ikatan pernikahan, maka pasti Tuhan akan menebarkan benih-benih cinta di dalamny. Husein hanya harus bersabar sebentar lagi, cinta itu pasti akan tumbuh seiring tumbubnya benih di rahim Fara. Begitu fikir Husein. Lagi pula jika hanya ada satu wanita yang pantas dia cintai dalam hidupnya, itu adalah Fara istrinya.
Dan sejak itu Husein jadi semakin perhatian dan memanjakan Fara.